Tuesday, February 05, 2019

Membaca Saga no Gabai Bachan (Nenek Hebat dari Saga) Membaca Kenangan Bersama Nenek




Ulasan Buku Saga no Gabai Bachan / Nenek Hebat dari Saga

Buku ini adalah karya Yoshichi Shimada, ditulis berdasarkan kisah nyata yang dialaminya ketika masih kecil. Di buku penulisnya juga menggunakan nama kecilnyam bukan nama Yoshichi. Kamu yang tertarik dengan cerita-cerita berlatar Perang Dunia II pasti tertarik membaca buku ini. Karena cerita ini dimulai ketika Hiroshima luluh-lantak oleh bom, Yoshici Shimada yang masih kecil kemudian dipindahkan ke kampung neneknya agar aman sementara ibunya harus bekerja di Tokyo.


Jadilah Yoshici kecil hidup berdua dengan neneknya yang sangat sederhana (mau nulis miskin tapi nanti ngggak sopan). Kalau dilihat dari luar, kehidupan neneknya ini amat sangat kekurangan. Tapi di dalam dirinya dia adalah pribadi yang kaya, isi kepalanya juga kaya. Neneknya yang penganut Budha memilih cara hidup sederhana.

Dia melepas semua rasa memiliki terhadap benda, jadi orangnya jarang merasa sedih, dia selalu ceria dan bergembira karena tahu apa yang dia butuhkan. Tapi cara hidup seperti ini tentu harus dibarengi dengan akal yang banyak. Cara hidup tanpa kepastian seperti sang nenek membuatnya harus memiliki banyak strategi untuk mengatasi semua kemungkinan buruk yang akan terjadi.

Di dalam buku, cara-cara hidup sederhana sang nenek inilah yang diceritakan penulis. Kisah lainnya berupa cerita tentang kenangan berkesan bersama sahabat kecil dan beberapa guru. Cerita-cerita ringan nan sederhana yang disampaikan dengan jenaka tapi mampu membuat mata berkaca-kaca. Buku ini sangat indah menurut saya.

Yoshici kecil yang harus berpisah dengan ibunya dan menjalani hidup miskin, tumbuh dengan keterbatasan tapi selalu bisa tertawa karena sang nenek yang mampu memberikan semangat baik padanya. Tapi ketika musim dingin tiba hidup mereka jauh lebih keras, dan saya sedih membayangkannya.

Tapi karena penulis merupakan seorang komedian, kisah-kisah sedih pun bisa disampaikan dengan ringan. Seperti Etgar Keret ketika menulis The Seven Good Years, meski situasi di Israel membuat pilu dia mampu menuliskannya dengan ringan dan jenaka.

Pesan yang ingin disampaikan buku Nenek Hebat dari Saga jelas adalah menjalani hidup dengan sederhana, membuatnya berarti dan bermanfaat karena kita hanya hidup satu kali. Tapi tentu saja tidak secara gamblang dijelaskan seperti itu, pesan-pesan ini terselip di antara cerita-cerita yang ditulis dengan baik. 

Kalau kamu sedang membutuhkan bacaan ringan tapi memiliki makna yang baik untuk spiritualmu, buku ini sangat direkomendasikan. Bahkan bagus sebagai bacaan untuk anak kecil karena kisahnya menghibur serta mendidik. Font yang digunakan juga sangat tepat untuk dibaca anak-anak.

Pengalaman Membaca Buku Saga Gabai no Bachan

Pengalaman membaca yang saya dapatkan juga beragam, saya sangat tidak suka kekerasan, itu menyakitkan dan merugikan, terutama untuk anak kecil. Ketika membaca kisah ini, saya langsung bisa merasakan penderitaan anak-anak korban perang. Mereka harus berpisah dengan keluarga, hidup dengan keterbatasan, semua ini membentuk kondisi psikologis mereka bahkan membentuk peradaban di sebuah negara.

Gabai no Bachan juga mengajarkan saya untuk hidup jadi lebih sederhana, melepas keterikatan dengan benda-benda duniawi. Mencapai kebahagiaan dengan menyadari satu hal yang berarti; sesungguhnya apa tujuan saya hadir ke dunia. Saya ingin membawa kebahagiaan bagi lingkungan saya. Seperti sang nenek, meski dalam keterbatasan kita tetap bisa saling bantu. 

Cerita-cerita masa kecil penulis di desa Saga bersama sahabat dan para guru juga membuat saya jadi mengingat beberapa pengalaman di masa kecil. Saya pernah masuk asrama, sejak usia 8 tahun berpisah dengan orang tua, ada banyak orang-orang baik yang memberikan perhatian pada saya. Dan yang paling terasa ketika membaca buku ini adalah rasa rindu pada nenek.

Nenek dan saya memiliki banyak kenangan, ketika saya tinggal di asrama nyaris setiap hari minggu nenek menjenguk ke asrama. Membawa berbagai kebutuhan dasar saya, kadang dia berjalan kaki melewati tiga kampung, menempuh jarak yang lumayan jauh. Barang saya selalu lengkap dan kembali ke tempat semula bahkan jika ada senior yang memakainya, mereka tidak akan berani menghilangkan barang-barang saya karena takut diomeli nenek.

Nenek juga membantu saya membuat PR Ilmu Pengetahuan Sosial tentang nama-nama negara berkembang, dia membuatkan sarapan yang tidak begitu enak tapi selalu membuat kenyang. Dia mengantar saya ke gereja ketika saya menerima komuni pertama, dia juga mendongeng untuk saya ketika saya mencabuti ubannya, kami berpergian keluar kota bersama mengenakan motor tambang hingga bus. Banyak peristiwa penting yang saya lalui bersamanya. Jadi membaca buku Nenek Hebat dari Saga seperti membaca kenangan bersama nenek.

Quotes dari buku Nenek Hebat dari Saga

"Kebahagiaan itu bukanlah sesuatu yang ditentukan oleh uang. Kebahagiaan itu adalah sesuatu yang ditentukan oleh diri kita sendiri." - Nenek Hebat dari Saga

"Kebaikan sejati adalah kebaikan yang dilakukan tanpa diketahui orang yang menerima kebaikan." - Nenek Hebat dari Saga.

Jadi siapapun kamu yang perlu bacaan ringan tapi menghibur yang sarat akan perenungan dan pesan kebaikan, buku ini bisa kamu jadikan pilihan. Kamu yang sedang belajar hidup sederhana, menyukai ajaran Budha atau sedang merindukan nenek, buku setebal 264 halaman ini bisa kamu baca.

Apalagi kalau kamu sedang terserang demam buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat karya Mark Manson, saya rasa akan semakin bagus jika kamu memperkaya bacaanmu dengan buku yang satu ini. Atau kalau kamu pembaca karya-karya Ajahn Brahm, buku ini juga menarik untuk kamu baca.


0 komentar:

Post a Comment