Sunday, April 08, 2018

[Review Buku] Membaca Manifesto Komunis




“Seluruh sejarah adalah sejarah perjuangan kelas, sejarah perjuangan antara kelas yang dihisap dengan yang menghisap, antara kelas yang dikuasai dengan yang menguasai dalam berbagai tingkat perkembangan masyarakat.”
 6/30.

Saya menyelesaikan Manifesto Komunis di malam Paskah, saat suasana hening karena orang rumah ke gereja. Karya Karl Marx dan Frederick Engels yang pertama kali terbit tahun 1848 ini tidak terlalu tebal, tapi saya membacanya dengan lambat, tidak mau berlanjut sebelum paham.

Buku yang diterbitkan di Inggris beberapa minggu sebelum Revolusi Perancis meletus ini telah menginjak usia 170 tahun saat saya membacanya. 170 tahun yang panjang. Mereka menerbitkan tulisan ini karena ditugaskan untuk menyiapkan program partai yang lengkap secara teori dan praktek. Saat itu mereka berdua bernaung di bawah Liga Komunis, perhimpunan kaum buruh dari Jerman yang berhasil menarik massa dari berbagai negara. 

Secara keseluruhan buku ini menjelaskan tentang apa itu komunis, seperti apa sistemnya, apa tujuannya dan bagaimana cara mencapainya.

Ada empat bagian dalam buku ini. Bagian pertama dimulai dengan apa yang dimaksud kaum komunis dan apa yang menjadi tujuannya. Dijelaskan pula tentang kelas secara umum, bagaimana perubahan masyarakat feodal hingga kelahiran kelas-kelas borjuis dan proletar.

Bagian kedua berisi tentang hubungan antarkelas, di bagian ini penulis menjelaskan bahwa hubungan antarkelas selalu melahirkan eksploitasi. Karena untuk menjadi kapitalis, seseorang tidak saja harus mempunyai kedudukan perseorangan semata, tetapi kedudukan sosial dalam produksi. Karena kapital adalah suatu hasil kolektif, dan hanya dapat digerakkan oleh tindakan bersama dari banyak anggota, malah lebih dari itu, pada tingkatan terakhir, kapitalis hanya dapat digerakkan oleh tindakan bersama dari semua anggota masyarakat.

Sementara itu bagian ketiga berisi tentang berbagai literatur sosialis dan komunis. Penulis menjelaskan jenis-jenis sosialis dan saya rasa ini seperti kritik. Bagian ini tidak kalah menarik untuk dipahami mendalam.

Sedangkan bagian terakhir diisi dengan partai dari negara dan kelompok apa saja yang pernah bekerjasama dengan komunis. Ada beberapa negara yang disebutkan di dalam buku. Misalnya di Inggris, Swiss, Polandia, Jerman, bahkan bersama-sama mewujudkan reforma agraria di Amerika. Pada bagian ini penulis berharap agar pergerakan bisa mencontoh revolusi yang sudah ada, mempelajari apa yang membuatnya berhasil maupun gagal. Tulisan dua sahabat ini sangat fenomenal.

Bagian akhir ditutup dengan kalimat khas " Kaum buruh di seluruh dunia, bersatulah!"

Buku ini worth reading. Bagi siapa saja. Supaya ungkapan Bekerja bukan untuk menderita maupun membuat menderita orang lain menjadi nyata.

Bisa dikatakan saya terlambat membaca buku ini, di usia
21 tahun. Harusnya sejak SMA saya sudah memahami konsep kapitalisme dan komunisme :’)

Well, seperti kata Marx dan Engels, working men of all countries, unite!

Selamat hari Minggu dan jangan lupa sadar :p


0 komentar:

Post a Comment