Sunday, March 11, 2018

Lidah Buaya Pontianak, Primadona yang Berakhir di Bungkus Makanan

Aloe chinesis atau yang dikenal dengan lidah buaya Pontianak
Setelah berkunjung ke Aloe Vera Centre Pontianak ketertarikan saya pada tanaman yang berasal dari Canary ini semakin kuat. Kami akhirnya melanjutkan perjalanan ke perkebunan lidah buaya milik masyarakat lokal, sekitar 15 menit dari AVC.

Sepanjang perjalanan tampak perkebunan lidah buaya yang menakjubkan milik petani lokal, pelepah-pelepah lidah buaya yang berukuran besar tersebut tampak menarik dari kejauahan. Mayoritas jenis yang ditanam adalah Aloe chinesis atau yang dikenal dengan nama Lidah Buaya Pontianak. Jenis ini merupakan jenis yang terbaik di Indonesia, bahkan  diakui dunia.

Keunggulan ini tidak terlepas dari kondisi geografis Pontianak Utara, khususnya Siantan Hulu, tempat di mana tanaman lidah buaya telah dikembangkan sejak tahun 1980.

Tekstur tanah gambut yang dimilikinya mengandung unsur mineral yang sangat cocok untuk tumbuhan jenis lidah buaya. Tanah gambut memiliki Ph tanah asam yang membuat lidah buaya tumbuh subur. Selain itu wilayah Siantan Hulu juga sangat dekat dengan titik nol derajat sehingga mendapat limpahan sinar matahari yang baik untuk pertumbuhan tanaman suku Liliaceae ini.

Dengan kondisi geografis seperti ini, potensi lidah buaya di Kalimantan Barat patut diperhitungkan karena tidak semua daerah memiliki kondisi geografis yang menguntungkan seperti ini.

Bunga berwarna oren adalah bunga Aloe chinesis sedangkan yang kuning adalah Aloe barbadensis. 
Apalagi lidah buaya dimanfaatkan untuk banyak hal, mulai dari obat-obatan, bahan kosmetik hingga makanan. Jika dikembangkan dengan baik, Kalimantan Barat bisa jadi wilayah penghasil lidah buaya terunggul. Namun tentu saja perlu proses yang tidak mudah.

Saat ini lidah buaya Pontianak hanya dikembangkan sebagai bahan makanan. Ada banyak makanan olahan lidah buaya yang bisa ditemui di kota ini, mulai dari warung hingga mini market, pusat oleh-oleh khas Kalbar jangan ditanya lagi, ada banyak makanan dari lidah buaya yang tersedia, mulai dari minuman, dodol, keripik, cokelat hingga ice cream.

Namun sepertinya ada potensi lain yang tidak disadari petani lidah buaya di Kalbar, mereka hanya menanam lidah buaya jenis Aloe chinesis, padahal dengan kondisi geografis seperti ini harusnya jenis lain bisa dilirik juga. Misalnya jenis Aloe barbadensis, tanaman lidah buaya yang satu ini termasuk ke dalam tiga jenis lidah buaya yang dibuddayakan secara komersil di dunia. Dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik.

Aloe barbadensis banyak dibudidayakan di Aloe Vera Centre Pontianak, AVC telah mengembangkan perbanyakan bibit lidah buaya dengan teknik kultur jaringan, ini sebenarnya memudahkan petani lokal untuk mendapatkan bibit unggul. Menurut saya jika petani lidah buaya di Pontianak menanam lidah buaya jenis ini, keuntungan tetap ada dipihak mereka karena hingga sat ini kosmetik dari bahan lidah buaya sangat digemari. Sayangnya produk-produk tersebut berasal dari luar negeri, yang paling hits adalah kosmetik berbahan lidah buaya dari Korea.

Entah apa alasan petani lidah buaya di Pontianak tidak mengembangkan lidah buaya barbadensis, menurut saya sangat sayang jika potensi ini dibiarkan begitu saja. Permintaan untuk bahan kosmetik pasti selalu ada, karena selagi manusia ada maka kosmetik selalu dibutuhkan.


Lidah buaya telah dikenal sebagai obat dan kosmetik sejak berabad-abad silam. Bahkan sejak zaman Cleopatra, hal ini tertulis dalam buku Egyptian Book of Remedies, oleh Cleopatra lidah buaya dimanfaatkan sebagai pelembab kulit. Orang Yunani juga pada awal tahun 333 SM telah mengidentifikasi lidah buaya sebagai tanaman penyembuh segala penyakit.

Pelepah lidah buaya kaya vitamin, mineral, enzim dan asam amino. Dengan kandungan yang beragam, lidah buaya dikenal memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan. Lidah buaya dimanfaatkan sebagai anti mikroba untuk melawan bakteri patogen, digunakan juga sebagai pemersih tubuh, menstabilkan kadar kolsterol darah, kandungan antibiotiknya menjadikan lidah buaya tepat untuk dijadikan pelindung tubuh dan sebagai bahan anti luka bakar, kandungan lainnya membuat lidah buaya dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik yang dapat memperlambat penuaan dini.

Saya harap potensi ini tidak dilewatakan begitu saja.

0 comments:

Post a Comment