Wednesday, March 29, 2017

Sungai Tamambaloh dan Perjuangan Panjang Masyarakat Tamambaloh Menolak Ekspansi Perkebunan Kelapa Sawit

Parau Tambe yang sedang berlayar di Sungai Tamambaloh pada acara ulang tahun emas Paroki Santo Martinus di Banua Martinus, Kecamatan Embaloh Hulu tahun 2013. Sungai Tamambaloh yang jernih, mengalirkan kehidupan Dayak Tamambaloh dari generasi ke generasi / Victor Yang Kilat

 Tanah adalah daging, udara adalah napas, air adalah darah.
Setiap tanggal 22 Maret, dunia selalu memperingati hari air. Tujuannya untuk mengingatkan manusia akan pentingnya keberadaan air, terutama air bersih. Kali ini saya ingin berbagi cerita mengenai sebuah sungai di pedalaman Kapuas Hulu yang selalu menyediakan air bersih untuk suku Dayak Tamambaloh, tempat di mana kehidupan masyarakat adat berlangsung dengan sederhana dan bersahaja.

Sungai ini adalah Sungai Tamambaloh, sebuah sungai yang terletak di Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupten Kapuas Hulu, di Kalimantan Barat. Orang luar selalu menyebutnya Sungai Embaloh, meski pengucapan yang benar adalah Tamambaloh. 

Kapuas Hulu merupakan kabupaten terbesar kedua di Kalimantan Barat dengan luas 29.842 km2. Dengan wilayah seluas ini tidak heran jika menemukan banyak sungai di Kapuas Hulu. Sungai Tamambaloh hanyalah satu dari sekian banyak sungai yang ada di sana. Sungai ini menjadi sumber kehidupan bagi Suku Dayak Tamambaloh. Di sungai ini mereka mandi, menggunakan airnya untuk makan dan minum, dan mendapat ikan darinya.

Lahir dan tumbuh di tengah mereka membuat saya sadar, bahwa masyarakat Tamambaloh sangat menghargai hubungannya dengan alam, mereka menganggap manusia dan alam adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Mereka sadar apa yang mereka ambil dari bumi tidak bisa mereka kembalikan. Karena itu, mereka sangat tahu, yang bisa mereka lakukan hanyalah menjaga agar bumi tetap lestari.

Tahun 2011 sampai tahun 2012 merupakan tahun-tahun penuh perjuangan bagi masyarakat Tamambaloh di Kecamatan Embaloh Hulu, isu ekspansi perkebunan kelapa sawit mulai menjamah beberapa desa di wilayah itu. Tahun 2011 tepatnya pada tanggal 10 Januari, Bupati Kapuas Hulu menerbitkan izin No: 525/032/DKH/BPT-A tentang "Persetujuan IUP perubahan jenis tanaman dari karet kepada kelapa sawit atas nama PT. Rimba Utara." yang berarti 9.000 hektar tanah adat di wilayah Kecamatan Embaloh Hulu akan menjadi lahan perkebunan kelapa sawit. 

9.000 hektar tanah adat yang menghidupi mereka selama ini. Menjadi penyedia kebutuhan pangan, bahkan menjadi identitas bagi mereka. Apa yang mereka butuhkan telah disediakan oleh alam. Masyarakat segera menyikapi keputusan Bupati Kapuas Hulu, saat itu tidak semua masyarakat menolak, ada juga yang menerima.

Tapi kewarasan memang harus diperjuangkan, Tamanggung Tamambaloh, Pius Onyang  ST mengeluarkan pernyataan keras bahwa sampai titik darah penghabisannya dia tidak akan menyerahkan tanah adat yang sudah diwariskan turun temurun oleh nenek moyang mereka kepada korporasi.

Tidak mudah menyadarkan masyarakat yang terlanjur termakan iming-iming lapangan pekerjaan dan kesejahteraan di masa depan. Berbagai pendekatan di lakukan pihak perusahaan agar masyarakat menyetujui kehadiran perkebunan kelapa sawit di daerah mereka. Ada yang mulai bergerak dari kampung ke kampung untuk mengajak masyarakat menerima kehadiran industri ini.

Masyarakat masih terbagi ke dalam dua kubu, kubu yang menerima perkebunan kelapa sawit dan kubu yang menolaknya. Untuk menyadarkan masyarakat mengenai akibat apa yang akan mereka dapat jika tanah mereka dialihkan menjadi perkebunan kelapa sawit, dilakukanlah sosialisasi oleh berbagai pihak, baik itu LSM sampai pihak gereja.

Hingga akhir 2011 masyarakat mulai kompak menyatakan sikap bahwa mereka menolak ekspansi perkebunan kelapa sawit memasuki tanah adat mereka. Namun Bupati Kapuas Hulu tidak kunjung mencabut surat izin PT. Rimba Utara. Bupati memberikan surat izin operasional pada perusahaan tersebut, meskipun pihak perusahaan tidak pernah memberikan sosialisasi sama sekali pada masyarakat.

Mereka bahkan telah membuat AMDAL padahal tidak pernah melakukan penelitian lapangan terkait kondisi ekologi di Kecamatan Embaloh Hulu. Mereka tidak memikirkan bahwa 9000 hektar hutan yang akan mereka jadikan lahan perkebunan penghasil uang, adalah sumber kehidupan masyarakat Tamambaloh. 

Pada bulan Maret 2012, dilaksanakan musyawarah adat yang dihadiri oleh semua Tamanggung Tamambaloh dan Tamanggung Iban beserta masyarakat adat yang menghasilkan keputusan bahwa mereka menolak sepenuhnya kehadiran perkebunan kelapa sawit di wilayah Kecamatan Embaloh Hulu.

Hasil mufakat itu dituangkan dalam sebuah surat pernyataan dan dilayangkan kepada Bupati Kapuas Hulu, A.M. Nasir. Namun Bupati tetap tidak mencabut izin tersebut. Perjuangan tidak selesai. Masyarakat dengan pengetahuan yang awam di bidang hukum dan politik bersatu melawan pemerintah dan pemodal. Mereka melakukan aksi demonstrasi di depan kantor bupati berkali-kali sepanjang bulan Maret.

Tahun 2012 adalah tahun yang penuh gejolak bagi orang-orang Tamambaloh dan sebagian masyarakat Iban yang wilayahnya berada di Kecamatan Embaloh Hulu. Mereka berkali-kali mengutus perwakilan tiap-tiap desa di Kecamatan Embaloh Hulu untuk bertemu wakil mereka di legislatif. Hasilnya ? memang perlu waktu yang panjang, tapi perjuangan rakyat akhirnya berhasil. Tahun 2013 izin operasional itu dicabut. 

Pemerintah tidak bisa memaksa jika masyarakat kompak menolak. Perusahaan perkebunan kelapa sawit tidak sejengkal pun menyentuh tanah adat di Kecamatan Embaloh Hulu. Tanah adat Tamambaloh tetap menjadi milik orang Tamambaloh, dan akan mereka jaga keberadaannya untuk generasi yang akan datang.

Hutan itu tetap ada di sana, rimba yang hijau, rumah bagi banyak binatang dan penyedia kebutuhan masyarakat. Sekarang, banyak akademisi dari berbagai daerah di Indonesia datang ke daerah Kecamatan Embaloh Hulu untuk melakukan pengamatan langsung mengenai kondisi sosial dan budaya masyarakat di sana, karena sampai saat ini Kecamatan Embaloh Hulu adalah satu-satunya kecamatan yang menolak perkebunan kelapa sawit di Kapuas Hulu.

Apa yang diputuskan para pendahulu berdampak sangat besar terhadap kelangsungan hidup generasi yang akan datang. Tidak hanya untuk masyarakat tetapi untuk alam yang ada di sana. Perjuangan panjang mereka tidak hanya menjadi sejarah bagi para generasi muda, tapi juga panutan. Orang Tamambaloh hidup bersatu dengan alam, bahkan setelah kematian mereka percaya bahwa mereka akan kembali pada alam.

Jiwa mereka akan tinggal di sebuah bukit, Bukti Tailung. Karena itu, orang Tamambaloh menghormati alam, apa yang mereka lakukan terhadap alam akan menghasilkan konsekuensi yang seimbang. Ketika mereka melakukan perbuatan buruk terhadap alam, maka alam akan berbuat buruk juga pada mereka, dan sebaliknya. 

Ada banyak pesan dari kakek yang saya ingat, satu di antaranya adalah ini. "Bagi orang Dayak Tamambaloh tanah adalah daging, udara adalah napas, dan air adalah darah. Merampas hutan adat sama dengan membunuh orang-orang Tamambaloh."

Tiap kali saya pulang, hal yang paling saya syukuri adalah dapat menikmati kebaikan alam yang tidak terbatas, udara segar, air yang jernih, semua yang saya peroleh dengan cuma-cuma. Ketika kawan-kawan saya harus menabung banyak untuk berlibur dan membayar mahal kemwahan ini, saya hanya perlu pulang ke rumah. 

Dan tiap kali saya menyelam di sungai Tamambaloh yang bening dan segar itu, saya dapat melihat perjuangan orang-orang Tamambaloh. Terimakasih orang-orang baik yang tetap teguh menjaga hutan adat demi kelestarian alam, demi generasi yang akan datang.

Melihat dampak dari aktivitas ekonomi yang merusak ekologi, saya rasa hal yang harus kita lakukan adalah mencegah hal tersebut terulang kembali. Manusia tidak bisa memberikan apa-apa kepada alam, karena itu berterimakasilah dengan cara menjaga kelestariannya. 

ini, ketika kamu melihat sebuah sungai yang jernih atau hutan yang subur, kamu tidak hanya mendapatkan air yang jernih dan udara yang segar, tapi akan mendapatkan kisah segelintir orang yang mempertahankan kelestarian hutannya dari tangan-tangan pemodal yang berkerjasama dengan pemerintah.

Kisah seperti ini tidak hanya ada di media massa, mereka benar-benar nyata, mungkin saja terjadi tidak jauh dari tempat kita merayakan kehidupan. Bahkan sampai hari ini, berita perjuangan seperti inilah yang paling sering kita dengar daripada berita mengenai meningkatnya kesejahteraan masyarakat. 

Selamat hari air! 

Friday, March 24, 2017

Sony Xperia Z2 Update Android Nougat 7.1.1

Setelah tiga tahun lalu dirilis oleh Sony, tepatnya pada April 2016. Seperti flagship Sony sebelumnya Xperia Z2 mendapatkan jatah dua kali update. Kit Kat saat out of the box, lalu kemudian mendapat update Lolipop dan terakhir Marshmallow. Banyak penggunan Xperia Z2 yang berharap bisa mencicipi OS Android terbaru dari Google, yakni Nougat.

Namun kenyataannya, Sony tidak memberikan Nougat kepada Xperia Z2 bahkan sang suksesor Xperia Z3 pun tidak mendapatkannya. Padahal sebelumnya, pengguna Xperia Z3 sempat menyicipi Android Nougat versi Developer. Hal ini dikarenakan Z2 dan Z3 keduanya menggunakan chipset MSM8974 alias Snapdragon 801.

Untungnya ada seorang developer dari XDA Community yang berhasil membuat Lineage OS (sebelumnya dikenal dengan CyanogenMod) versi 14.1 based Nougat 7.1.1

Bagaimana caranya ? Silahkan ikuti tutorial di bawah ini:
  • Unlock Bootloader Xperia Z2, jika sudah silahkan lanjut ke tahap selanjutnya. Xperia Z2 wajib sudah terinstall TWRP Recovery, silahkan googling caranya
  • Download ROM di sini dan GAaps 7.1 ARM Full atau Aroma
  • Download Camera Fix agar kamera bekerja secara normal di sini
  • Download TWRP recovery jangan lupa di rename menjadi "recovery.img"
  • Extract file "boot.img" yang berada di dalam file ROM LinageOS yang sudah di download
  • Masuk ke dalam TWRP recovery, pilih "install image" lalu flash file "boot.img" yang telah diekstrak

  • Tetap di TWRP kemudian flash juga file "recovery.img" HP akan booting dan kembali dengan TWRP yang baru
  • Ini yang penting, lakukan clean flash. Wipe sytsem, cache, dalvik cache dan data
  • Setelah itu, flash ROM, Camera Fix dan GAaps. Flash SuperSU jika ingin menikmati indahnya rooting. Lalu pencet reboot system
  • Sabar, iya. Karena booting up pertama kali akan memakan waktu yang lumayan lama, 10 menitan
ROM Lineage 14.1 ini sangat layak untuk menjadi daily driver. Kualitas kamera tidak memburuk sedikit pun, persis sama seperti dalam Stock ROM Marshmallow Sony. Setelah dua hari saya coba, Nougat Lineage OS jauh lebih smooth, ringan dibanding Stock Sony. Sangat saya rekomendasikan bagi teman-teman yang sudah bosan dengan 6.0.1


Selamat mencoba ! Jika terjadi bootloop, silahkan komen pasti akan saya bantu :)

Sumber : XDA Develeopers

Saturday, March 18, 2017

6 Toko Buku Online Penyedia Buku-buku Menarik



Membaca adalah salah satu kegiatan menyenangkan yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Selain bagus untuk meningkatkan kemampuan berpikir, kegiatan membaca juga bagus untuk ketenangan psikologis.

Zaman sekarang, mendapatkan bahan bacaan sudah sangat mudah, ada banyak perpustakaan online yang menyediakan bahan bacaan untuk kita. Mulai dari novel sampai hasil penelitian para ilmuwan bisa kita dapatkan dengan format digital.


Tapi sayangnya tidak semua buku yang kita butuhkan tersedia dalam bentuk digital. Ini kemudian menjadi salah satu alasan mengapa orang-orang tetap membeli buku dalam bentuk fisik. 

Nah, kali ini saya akan memberi rekomendasi 6 toko buku online yang menyediakan buku-buku menarik (standar menarik sesuai dengan keinginan saya).


1. Dema Buku


Toko buku yang ini dapat dilihat di akun instagram @demabuku dan di website www.demabuku.com. Toko buku online ini berpusat di Jakarta, dengan konten utama buku sastra.


Dema Buku menyediakan beragam buku sastra. Mulai dari sastra klasik sampai sastra modern, dari dalam negeri maupun luar negeri. Kebanyakan pengalaman membaca sastra politik dan sastra filsafat saya peroleh dari buku-buku yang saya beli di sini.


Harganya juga relatif lebih murah, dengan admin yang cepat menanggapi pemesanan maupun keluhan, Dema Buku menjadi toko buku yang paling saya rekomendasikan. 

Sebenarnya mereka juga menjual buku jenis lain, tidak hanya sastra dan tidak hanya yang mereka cantumkan di media sosial. Ada beberapa buku yang sulit ditemukan di toko buku konvensional saya temukan di Dema Buku.


2. Buku Sosial


Dengan tagline "lawan kebodohan dengan membaca" Buku Sosial menjadi salah satu penyedia buku-buku berkualitas yang sangat saya rekomendasikan.

Kalau anda pembaca buku sains, saya sangat merekomendasikan toko buku ini karena koleksi buku sainsnya sangat memadai. Ada banyak buku tentang sejarah terbentuknya alam semesta maupun agama, selain itu ada banyak buku filsafat dan buku-buku sosial lainnya. Kalian bisa melihat koleksi Buku Sosial di www.bukusosial.com.

Ini adalah toko buku yang menjual buku-buku alternatif yang paling saya sukai. Buku Sosial menjadi toko buku tujuan karena tidak mudah mendapatkan buku-buku bagus di toko buku biasa


Selain itu, melakukan pemesanan buku di Buku Sosial sangat menyenangkan. Adminnya cepat tanggap dan bisa kita ajak diskusi, dia sangat terbuka dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai buku yang dijual ataupun saran untuk bacaan yang sedang kita minati. 

3. Stan Buku

 
Toko buku online berikutnya adalah Stan Buku. Toko buku ini menarik karena  di sini kita bisa menjumpai buku-buku karya para penulis independen.

Selain buku-buku indie, tersedia juga buku-buku reguler, baik itu fiksi maupun non fiksi. Tapi, buku-buku ini juga bukanlah buku-buku biasa. Stan Buku menyediakan buku-buku fiksi maupun non fiksi pilihan yang susah didapatkan di toko buku biasa. Untuk melihat koleksi lengkapnya silahkan cek akun instagramnya di @stanbukucom atau klik www.stanbuku.com

"Ada terlalu banyak buku berkualitas rata-rata yang hanya hadir untuk menghibur pikiranmu. Oleh karenanya, bacalah hanya buku-buku yang tanpa ragu dianggap bagus." - Lucius Annaeus Senecca.

4. Boka Buo
444. B4oka Buo

Selanjutnya adalah toko buku online Boka Buo, toko buku ini menyediakan berbagai jenis buku. Mulai dari buku fiksi maupun non fiksi, yang membuatnya menarik adalah buku-buku yang ada di sini dijual lebih murah dari harga yang seharusnya.

Selain bisa melakukan pemesanan buku, kita juga bisa bertanya-tanya mengenai buku apa yang sesuai dengan minat kita. Tidak semua toko buku mau melayani pertanyaan-pertanyaan cerewet (dengan cepat). Mengapa Boka Buo saya rekomandasikan? Karena adminnya sangat sabar hahaha. Buku-buku di Boka Buo bisa dilihat di akun instagramnya  @bokabuo. 

Untuk teman-teman yang sedang mencari buku dengan harga bersahabat, silakan hubungi Boka Buo.

5. Buku Akik
k


5.

Toko buku online yang menyediakan buku menarik berikutnya adalah Buku Akik. Toko buku yang satu ini merupakan toko buku pilihan bagi pemburu buku-buku kiri.

Selain buku-bukunya kiri, juga tersedia buku sastra yang berhubungan dengan politik dan agama. Ada banyak buku alternatif yang bisa kita dapatkan di sini, termasuk buku mengenai teologi pembebasan. 

Untuk melihat buku-buku yang tersedia, silakan lihat di instagram @bukuakik, khusus untuk buku-buku diskon, Buku Akik menyediakan akun khusus yaitu @bukuakikdiskon.

6. Hestek Buku


Toko Buku yang terakhir adalah Hestek Buku. Toko Buku ini menarik karena menjual buku-buku sastra dan filsafat berbahasa Inggris. Bagi penyuka sastra dan menguasai bahasa Inggris, mungkin Hestek Buku seperti surga, karena banyak sekali buku-buku sastra dari luar yang sampai sekarang belum diterjemahkan ke bahasa dan bisa ditemukan di sini.

Beberapa buku juga merupakan buku cetakan lama yang sudah susah ditemukan di pasaran. Untuk lebih jelasnya, silakan lihat di instagram @hestekbuku.


Nah, itu dia 6 toko buku online yang menjual buku-buku menarik dan sangat saya rekomendasikan. Selain jenis buku yang mereka sediakan, cara mereka melayani konsumen merupakan nilai tambah menurut saya. Kalian mungkin punya rekomendasi lain, jangan sungkan untuk membagikannya di kolom komentar.


Jadi, silakan teman-teman berburu buku. Seperti kalimat yang sering muncul di google, "You can't buy happiness, but you can buy books and that's kind of the same thing." begitulah buku bekerja untuk para penyuka buka. Kita memang menghabiskan uang, tapi tidak masalah karena kita memperkaya pikiran kita.
This entry was posted in

Monday, March 13, 2017

Buku Bunglon Pencarian Emak Baru



Penulis: Amai
Cover: Khotamul Abna
Penerbit: Pustaka One
Cetakan: I, Maret 2016
Jumlah Halaman: 169 halaman
ISBN: 978-602-73877-2-0

Novel berjudul Bunglon ini menceritakan seorang gadis muda bernama Permata Mega yang pergi dari rumah karena kecewa pada emaknya dan berharap menemukan sosok ibu pada perempuan lain yang bisa menggantikan emaknya. Dia baru berusia 18 tahun, baru saja lulus dari pesantren, masih sangat muda untuk menghadapi dunia luar seorang diri. Tapi keadaan membuatnya tangguh, emaknya yang menikah lagi setelah bapaknya meninggal bukanlah seorang emak yang bisa memahami gejolak dalam diri Mata. Gejolak gadis usia 18 tahun yang sedang kecewa dan ingin memberontak.
Mereka kerap kali berselisih paham. Sifat mereka sangat berbeda, emak adalah orang yang kasar dalam berututur kata, jauh berbeda dengan Mata yang lulusan pesantren, dia tidak terbiasa dimaki-maki. Mata tidak seberuntung teman-temannya yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, dia harus membetahkan diri di rumah mendengar ocehan emaknya, bahkan nyaris setiap hari emaknya mengeluarkan sumpah serapah karena Mata tak kunjung dapat pekerjaan. Hal ini yang kemudian membuat Mata tidak sanggup berada di rumah, dengan nekat dia pun meninggalkan kampung halamannya - Tembokrejo.
Menurut saya sebenarnya novel ini sangat sedih, tapi cara penulis menyampaikan cerita membuat sosok Mata tidak layak pembaca kasihani. Cara penulisan yang Amai gunakan cukup unik, banyak menggunakan metafora yang tidak biasa. Saya kerap kali terheran-heran ketika membacanya, bingung, tapi buku ini cukup menghibur dan saya bisa menangkap pesan yang ingin disampaikan penulis.
Dalam buku ini penulis bercerita mengenai pengalamannya setelah memutuskan keluar dari rumah emaknya. Meski penulis memberi judul Pencarian Emak Baru saya merasa kisah tentang pencarian emak barunya tidak terlalu banyak saya tangkap. Karena penulis tidak menulis secara detail tentang tokoh-tokoh perempuan yang Mata temui yang kemudian diharapkannya dapat menjadi ibu angkat. Penggambaran tokoh dalam buku ini masih terlalu dangkal, sehingga saya tidak terlalu dapat bagaimana gambaran seorang Permata Mega, atau ibunya, atau beberapa tokoh yang penulis hadirkan dalam buku ini. Yang saya dapatkan ketika membaca kisah Permata Mega adalah bagaimana tangguhnya seorang gadis usia 18 tahun (lulusan pesantren pula) menghadapi kerasnya hidup, sanggup melakukan pekerjaan apa saja untuk bertahan hidup dan jauh dari rumah karena dia sangat jenuh pada sikap emaknya yang tidak pernah memahaminya.
Judul Bunglon saya rasa cukup relevan dengan cerita ini. Karena Mata memang merupakan gadis muda yang berani dan labil, yang bisa menyesuakian diri di lingkungan mana pun. Dia merantau dari Jakarta sampai ke Batam. Di Batam dia bekerja sebagai seorang baby sitter, lalu menjadi karyawan di toko bangunan di sini dia mengalami diskriminasi karena keyakinannya, lalu dia berubah haluan menjadi pembantu rumah tangga dan berujung sama - mengalami pelecehan karena kepercayaannya.
Tidak patah semangat, dia tetap ingin jauh dari emaknya, dia tetap ingin membuktikan bahwa dia bisa berdiri dengan kaki sendiri tanpa harus ditopang oleh seorang ibu yang seolah tidak pernah ikhlas menghidupinya. Setelah merasa kurang beruntung di Battam, Mata ke Banjarmasin di sana dia menjadi seorang penyadap karet, dari Banjarmasin dia ke Ketapang (Kalimantan Barat) di sini dia menjadi buruh di perkebunan kelapa sawit, dari sekian banyak tempat yang dijejakinya dia akhirnya menetap di Pontianak.
Apakah di Pontianak dia menemukan ibu angkat ? saya tidak akan membocorkannya di sini. Yang pasti buku ini sangat menghibur, jika saja yang menulis bukan Amai mungkin buku ini bisa membuat pembaca menangis, tapi Amai adalah seorang penulis yang ceria. Dia bisa menyampaikan kisah Mata yang penuh cobaan dengan bahasa yang ringan. Sebelum menulis kisah ini saya yakin penulis telah melakukan penelitian pada beberapa tempat yang dijadikan latar belakang kisah ini, data mengenai daerah-daerah tersebut sangat informatif.
Membaca buku Bunglon seperti ikut traveling ala backpaker bersama Permata Mega yang tidak pernah menetap lama pada satu kota demi bekerja dan mencari emak baru pengganti emaknya yang seperti monster. Oh ya sebenarnya kisah di dalam buku ini bisa dijadikan bahan renungan juga bagi calon orangtua supaya memikirkan secara matang resiko memiliki anak, apakah sudah siap atau belum, siap bukan hanya secara materi tapi juga mental. Karena menurut saya masalah yang dialami Mata dan ibunya disebabkan ketidakmampuan mereka untuk saling memahami. Ibu selaku orangtua yang lebih berumur harusnya lebih dewasa mengambil sikap, apalagi menghadapi anak yang telah susah payah kita lahirkan sendiri. Saya harap tidak banyak anak yang mengalami kehidupan yang sama seperti Permata Mega.