Tuesday, November 08, 2016

Setelah Kita Meninggalkan Rumah


Sudah berapa lama kamu pergi ? Jauh dari rumah dan meninggalkan seisinya ?
Pernahkan kembali setelah itu ?

Setelah kita meninggalkan rumah, semua hal nyaris berubah. Bentuk rumah telah berbeda, warnanya sudah tak sama, perabotan sudah diganti, ayam-ayam kakek yang dulu sudah mati, kucing nenek juga sudah beranak pinak, ukuran kamar mandi sudah diperbesar, tanaman-tanaman di depan rumah sudah rimbun dan banyak jenis baru,bocah-bocah yang dulu masih kulihat mengenakan seragam putih merah sekarang telah dewasa.
Banyak hal berubah, banyak orang pergi dan datang - meninggal dan lahir. Setelah kita meninggalkan rumah, kita akan menyadari betapa kita telah melewatkan banyak hal dan sedih karena itu.
Kenangan masa kecil, foto-foto ketika perpisahan kelas, seragam-seragam sekolah yang telah sempit - yang diletakkan di gudang, semuanya hanya bagian kecil dari rumah yang dulu kita tinggalkan. Entah apa cuma aku yang merasakannya, aku cemburu pada tetanggaku yang lebih tahu kebiasaan baru kakek. Dengan tertawa dia akan menceritakan bahwa kakek memang begitu, setiap pagi sering begini blablabla. Atau bagaimana anak lain, yang seusia kita, lebih mengenal kebiasaan orangtua kita. Lebih tahu jenis sayur apa yang biasa mama beli, pukul berapa bapak membersihkan kendaraan di depan rumah atau kursi bagian mana yang mereka pilih untuk berdoa di gereja.
Hal-hal sederhana seperti itulah yang kerap kali membuat kesedihan muncul, banyak hal berharga yang tidak kita lewatkan bersama keluarga. Mereka tidak tahu apa yang kita lewati di luar sana, dan kita tidak tahu apa saja yang telah mereka lalui di rumah. 
Setelah kita meninggalkan rumah, kita akan sedih.


This entry was posted in

0 komentar:

Post a Comment