Friday, November 04, 2016

Ulasan Serial TV Stranger Things season 1

  

Stranger Things merupakan serial tv bergenre scifi dan horor garapan The Differ Brothers yang tayang di Netflix, ada delapan episode dalam Stranger Things season satu ini. Berlatar tahun 1980-an di Hawkins, Indiana. Stranger Things berkisah tentang pencarian seorang bocah bernama Will Byers yang tiba-tiba menghilang di perjalanan pulang setelah bermain di rumah salah seorang temannya - Mike Wheeler pada malam hari.
Will hilang tanpa jejak, hanya sepedanya yang tergeletak di jalan. Pencarian telah dilakukan tapi tak ada hasil. Hal ini membuat ibu dan saudara laki-lakinya - Jonathan - terpukul, ketiga teman akrabnya juga merasa sangat kehilangan. Seisi kota Hawkins gempar, para relawan turun tangan untuk mencari. Beberapa hari setelah semua orang bekerja keras mencari Will, mereka menemukan mayatnya mengapung di sungai. 
Ibu dan sudara laki-lakinya tidak percaya Will telah meninggal, demikian pula ketiga temannya. Will adalah salah satu anggota empat sekawan, mereka adalah anak-anak SMP yang menyukai sains, Will Byers, Mike Wheeler, Lucas Sinclair, dan Dustin Henderson. Mereka bocah-bocah jenius yang dianggap culun di sekolah karena tidak pandai berkelahi. Mereka semua tidak percaya bahwa Will telah meninggal.
Ibu Will - Joyce yakin puteranya masih hidup, dia bertekad mencari puteranya sampai berhasil ditemukan, hal ini membuatnya terlihat aneh dan orang-orang menganggapnya gila karena dia mulai berbicara pada dinding dan menyalakan banyak lampu di seluruh ruangan rumahnya. Joyce merasa mendengar suara Will jika seluruh ruangan dipenuhi cahaya lampu. Keadaan Joyce membuat Jonathan kecewa, dia mulai merasa ibunya gila. Ketika komunikasi di anatar mereka buruk, usaha menemukan Will mulai dilakukan sendiri-sendiri. Kepala polisi kota Hawkins yang pernah kehilangan puterinya merasa sangat memahami perasaan Joyce saat ini, dia lalu berjanji pada dirinya sendiri untuk memecahkan kasus hilangnya Will.
Sementara itu ketiga teman Will mencoba mencari Will ke jalan tempat sepeda Will ditemukan, pada suatu malam mereka pergi tanpa sepengetahuan orangtua mereka. Lalu di tengah hutan mereka mendapati seorang anak perempuan dengan rambut dicukur seperti anak lelaki berlari ketakutan ke arah mereka. Bocah itu sangat kacau, dia tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Mereka lalu sepakat membawa pulang anak perempuan itu ke rumah Mike. Ketika Mike menanyakan namanya, gadis itu menyodorkan tangan kirinya yang ditatto angka 011, jadi namanya adalah Eleven. Mereka lalu memanggilnya El. Science fiction dalam Stranger Things dihadirkan melalui Eleven. El ternyata bukan sembarang bocah, dia memiliki kekuatan. El kemudian membantu mereka bertiga untuk mencari Will, dengan syarat mereka harus merahasiakannya dari siapa pun, pencarian Will ini kemudian perlahan mengungkap siapa Eleven, mengapa dia memiliki tatto di tangan kirinya dan dari mana asalnya.
Kisah Stranger Things sangat menegangkan. Film ini seperti kisah-kisah yang biasanya ditulis Stephen King, tentang kejadian supranatural di sebuah kota kecil. Walaupun menegangkan kehadiran Mike, Dustin, dan Lucas membuat cerita tidak menakutkan, peran mereka sangat menggemaskan. Seperti petualangan para detektif, karena mereka mencari jejak-jejak Will. Mike, Dustin, dan Lucas sangat mewakili anak-anak lelaki yang berbahagia pada masa kecilnya. Mereka tumbuh dengan rasa ingin tahu yang tinggi, berimajinasi melalui komik-komik yang telah mereka baca dan film-film fantasi tahun 80-an yang telah mereka tonton.
Suasana 80-an benar-benar berhasil ditampilkan dengan sempurna, visualisasinya sangat tepat. Cara berpakaian pemerannya, dandanan para wanita di masa itu dan kendaraan yang digunakan. Lagu "Should I Stay or Should I Go" milik The Clash juga mewarnai serial ini, lagu tersebut adalah lagu yang sering Will dan Jonathan dengarkan.
Jonathan adalah teman sekolah Nancy. Di sekolah, Jonathan dianggap lelaki yang aneh, dia penyendiri dan hanya bertemankan kamera, dia sangat gemar fotografi. Sementara Nancy adalah kakak Mike, dia adalah gadis manis yang berpacaran dengan cowok tampan di sekolah mereka - Steve Harrington. Beberapa hari setelah Will menghilang, teman akrab Nancy - Barbara juga tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Hilangnya Barbara membuat Jonathan dan Nancy bekerjasama, mereka harus menemukan Will dan Barbara karena mereka percaya bahwa Will dan Barbara masih hidup.
Romansa di serial ini hadir melalui Nancy, Steve, dan Jonathan. Nancy dan Steve benar-benar menggambarkan gaya berpacaran anak-anak tahun 80-an. Tidak ada handphone saat itu, hanya ada telepon rumah. Steve yang tampan merasa sangat marah ketika melihat Nancy dekat dengan lelaki aneh di sekolah mereka, tanpa disadarinya dia cemburu dan perasaan cemburu itu membuat sikapnya berubah pada Nancy. Nancy tidak peduli apakah hubungannya dan Steve bisa dipertahankan, yang dia inginkan hanya menemukan teman baiknya – Barbara sementara Jonathan selalu menemaninya karena mereka memiliki tujuan yang sama –mencari orang yang mereka sayang.
Stranger Things sangat bagus untuk ditonton, serial ini bukan hanya menegangkan tapi juga mengharukan. Bagaimana makna keluarga, cinta seorang ibu pada anaknya, tentang sains yang tidak terbatas dan juga tentang persahabatan. Petualangan dalam dimensi lain, dalam sains dan imajinasi. Kisah pencarian Will akan mengungkap banyak hal yang membuat penonton tidak bisa berhenti sampai pada episode terakhir. Saya sendiri sangat tidak sabar menonton season kedua. Episode 1-8 saat ini sudah beredar, sangat mudah didapatkan. Saya sangat menyarankan kalian menontonnya bersama adik lelaki kalian, jika ada.Ini adalah tontonan yang sangat bagus mengenai petualangan, romansa, dan keluarga.

0 komentar:

Post a Comment