Wednesday, November 02, 2016

Gangguan Tidur


Entah bagaimana caranya, ingatan-ingatan buruk yang telah kita kubur dalam akan tetap kembali pada suatu malam. Yang lebih buruk dari jantung berdetak kencang setelah terjaga adalah perasaan takut untuk tidur kembali. Setiap malam aku selalu terbangun tengah malam, rasanya tidak berani tidur walaupun sudah memikirkan yang baik-baik – mulai dari mengingat kejadian lucu sampai camilan enak untuk dimakan– tapi usaha seperti ini sia-sia, tidur nyenyak seorang diri di malam hari adalah sesuatu yg sangat jarang bisa kunikmati. Dulu, tengah malam sampai subuh adalah saat-saat produktif untuk menulis tapi sekarang sangat berbeda. Aku bahkan tidak berhasil menghimpun satu kalimat untuk ditulis di lembar skripsiku.
Kata dokter aku harus memikirkan ginjal dan paru-paruku, tidurlah di malam hari karena ginjal harus bekerja normal. Sejak resmi menjadi seorang pesakitan aku jadi sering khawatir akan pola tidurku. Aku tahu aku tidak boleh begadang, aku harus tidur. Tapi aku takut gelap, takut tidur sendiri, semenjak tinggal di rumah kakak aku harus tidur seorang diri. Dan setiap malam ]aku terbangun tengah malam, lalu tidak berani tidur sampai aku yakin seisi rumah telah terjaga dan pagi telah tiba. Aku lebih memilih tidur siang hari karena jika aku bermimpi buruk dan terbangun, aku tidak sendirian lagi ditelan sepinya malam. 
Sekarang aku tidak hanya iri pada wanita-wanita yang memiliki kaki jenjang, atau puteri-puteri beruntung yang dihadiahi kamar baru lengkap dengan perpustakaan pribadi oleh ayahnya, aku juga iri pada orang-orang yang bisa tidur nyenyak di malam hari. 
This entry was posted in

0 comments:

Post a Comment