Tuesday, October 11, 2016

[Review] Kumpulan Cerpen Move on Come on





Judul buku: Kumcer Move on Come on
Penulis: Aya Nurhayani, Ramayoga, Vje Jays, Mia, Mina Hapsari, Annisa Nuraida, Indra Purwana, Fradinaclo, Dian Mustofa, Aqessa Aninda, Aufa Vicka, Aula Hani M, Sethari Rumatika, Nalla Dewi, Lovely Christine, Vionita, Ulfa Khairunisa, Devi Murti, Siti Nurharoh, Neneng Lestari.
Penerbit: nulisbuku.com
Tahun terbit: 2015
Halaman: 262


"Pagi ini, aku memesan semburat cahaya mentari dan sepotong hati, ditemani secarik surat darimu yang usang dan sebongkah rasa yang tak lagi mengalir deras dari hulu ke hilir." - Pagi Ini Milikmu, Annisa Nuraida.

Buku ini berisi dua puluh cerpen tentang "move on". Seperti judulnya, kisah-kisah di dalam buku ini adalah kisah-kisah tentang patah hati dan upaya berdamai dengan masa lalu.
Tiap-tiap cerita akan menghantarkan kita pada patah hati dan kelegaan. Merasakan bagaimana pahitnya ditinggal orang yang selama ini dikasihi menikah dengan orang lain, merasakan bagaimana sakitnya saat hanya kita yang berjuang sendirian untuk sebuah hubungan, atau sakitnya saat harus menyerah karena berada pada kotak yang berbeda— menyerah karena perbedaan yang kita miliki sejak lahir, dan berbagai kisah lainnya yang mungkin menghantarkan pembaca pada suatu masa di mana cerita yang sedang dibaca pernah dialaminya.
Di mana kita memelihara harapan sementara apa yang diharapkan tak kunjung terwujud, lalu seketika orang yang kita harapkan mematahkan mentah-mentah semua rasa yang telah kita jaga bertahun-tahun. Atau saat mendapati semua orang menyalahkan kita atas kandasnya hubungan kita, sementara mereka tidak tahu kebenarannya dan orang yang dulu pernah sangat menghargai kita berubah menjadi orang yang ingin melihat kita terpuruk dalam penyesalan.
Kisah-kisah sedih ini kemudian ditutup dengan hadiah manis, berupa kisah mengenai kebahagiaan setelah berdamai dengan masa lalu dan memaafkan diri sendiri, bahagia ketika mendapati diri mereka telah kuat dan berani untuk memulai langkah baru.
Rasanya menyenangkan menemui beberapa cara pandangku terhadap patah hati dan kegagalan menjalin suatu hubungan tertuang di sini, meskipun tidak semua cerita mampu menyentuh hatiku.
Karena ditulis oleh orang yang berbeda, masing-masing cerita memiliki gaya penulisan yang berbeda pula. Walaupun ada beberapa cerita pendek yang menurutku beretel-tele dan tidak membuatku terkesan, buku ini tetap aku rekomendasikan untuk siapa pun yang pernah patah hati dan sedang berusaha melaluinya, atau untuk orang-orang yang telah sepenuhnya move on dan ingin menjenguk kenangan, buku ini bisa dijadikan mesin penjelajah waktu karena kisah-kisahnya yang cukup beragam dan mungkin salah satu kisahmu tertulis di sini.
Bagi orang yang pernah mengalami kegagalan hubungan, atau nyaris gagal berpindah hati, mungkin kisah-kisah dalam buku ini bisa menjadi pilihan bacaan, jika tidak termotivasi untuk move on setidaknya tidak merasa sendirian karena ternyata kisah di dalam buku ini bisa mewakili kisahmu.

0 komentar:

Post a Comment