Tuesday, July 19, 2016

Kapan Kita Harus Menyerah ?

Some were born to be lucky, some were born to be fighters.
Menurutku kehidupan ini adalah rangkaian usaha untuk mencapai sesuatu yang tak pernah cukup. Akan selalu ada hal yang kita perjuangkan, sepanjang hidup kita. Entah itu mimpi kita, hak, perasaan, bahkan kewajiban. Semua hal itu perlu usaha, perlu perjuangan dan kegagalan adalah bagian darinya.

Kadang ada yang telah berusaha mati-matian untuk mimpinya - (atau mimpi orang lain yang menjadi kewajibannya - menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk mengejar impiannya, tapi gagal. Mencoba memperjuangkannya berkali-kali, tapi tetap saja gagal. Seolah hal itu memang tidak bisa digapainya. Tapi percayalah, hasil tidak pernah mengkhianati proses.

Kalau saat ini kamu telah berusaha tapi gagal mungkin usahamu belum maksimal. Kalau kamu sudah berkali-kali mencoba tapi masih tetap gagal, jangan berhenti, dan jangan menutup mata untuk kesempatan yang lain. Biarkan kegagalan bekerja agar kamu semakin mengasah tekat dan semakin berani. Tapi jangan terpaku pada satu mimpi itu, kegagalan mungkin mengingatkan dirimu bahwa manusia memang harus memiliki banyak mimpi, jangan cuma punya satu, milikilah banyak mimpi.
Berjuanglah sebanyak-banyaknya. Perjuangkan mimpi yang belum terwujud sambil memperjuangkan hal lain. Biarkan kegagalan dan semangat berjalan beriringan. Seperti kata Walt Disney, jika kamu mampu bermimpi maka kamu mampu mewujudkannya. Jadi tidak ada kata berhenti atau menyerah untuk mengejar impian kita, untuk memperjuangkan hak kita, kalau kita gagal berarti saatnya mencoba memasuki mimpi yang lain dengan tetap memperjuangkan mimpi yang belum terwujud.
Sampai akhirnya... ternyata kita memang harus menyerah.

Kapan kita harus menyerah ?
Menyerahlah jika usaha kita ternyata malah merugikan orang lain, karena jika merugikan orang lain itu bukan perjuangan tapi keegoisan. Ini berlaku untuk semua hal yang kita perjuangkan. Mimpi, hak, perasaan, dan kewajiban kita. Menyerahlah jika ternyata perjuangan kita malah mengambil hak orang lain.

Berhentilah memperjuangkan perasaanmu jika ternyata orang yang sedang kamu perjuangkan merasa dirugikan, seperti misalnya cinta bertepuk sebelah tangan, atau tarik-ulur, putus-nyambung dalam hubungan asmara. Memperjuangkan perasaan itu harus, tapi tidak jika sudah mulai saling menyakiti. Memperjuangkan sangat berbeda dengan memaksakan. 

Jadi, untuk siapa pun yang sedang berjuang, sedang berusaha. Jangan berhenti sampai hal yang kamu perjuangkan terwujud, atau sampai kamu mengambil hak orang lain.

Ayo, semangat!
This entry was posted in

0 komentar:

Post a Comment