Monday, July 18, 2016

Bergerilya Lewat Buku



Hari ini untuk pertama kalinya aku dan beberapa temanku (yang tergabung dalam  komunitas Pecandu Buku) menggelar lapak buku bersama komunitas Pontianak Membaca.
Untuk pertama kalinya aku membawa keluar buku-buku kesayanganku yang biasanya hanya dikeluarkan untuk difoto setelah selesai dibaca.
Menjadi legowo untuk melihat buku-buku kesayangan kita dipinjam orang lain ternayata tidak mudah. Sebagai orang yang menyukai buku lebih dari makanan, aku sangat khawatir buku-buku koleksianku akan rusak oleh peminjam. Tapi hari ini, aku meminjamkan beberapa buku kepada pengunjung lapak. Rasanya aku melakukan sesuatu yang sangat besar, padahal cuma meminjamkan buku. ehehe.

Lapak buku kali ini berbeda dengan lapak buku dua minggu yang lalu, yang pernah saya tuliskan juga di sini. Ya jelas berbeda karena kali ini aku terlibat secara langsung dalam penyelenggaraannya,bukan cuma datang sebagai pengunjung tapi juga penyedia buku dan banner (yang dibawakan pacar dari rumah, makasih Bandi). 

Meskipun tidak berjalan seperti yang seharusnya, tapi aku merasa sangat bahagia. Bahkan terharu, aku tidak pernah membayangkan akan melakukan hal yang kulakukan hari ini. Turun ke lapangan, merelakan beberapa buku basah karena hujan turun agak deras sesaat setelah lapak selesai kami gelar.

Aku benar-benar merasakan semangat yang luar biasa, sebelum lapak digelar aku sudah membayangkan perjumpaan-perjumpaan dengan teman-teman baru, kehadiran orang-orang yang haus akan ilmu, atau adik-adik kecil yang datang dengan mata berbinar-binar melihat beberapa buku anak yang temanku sediakan. Mulai dari buku filsafat, teologi, sastra, novel pop, sampai majalah anak dan komik kami jejerkan dalam satu lapak. Kata Sebastianus Lukito "Menari-narilah kameradku dalam lautan ilmu"itulah yang kurasakan.
Sampai akhirnya hujan turun, dan lapak kami ditutup.

Meskipun hujan turun, beberapa orang tetap semangat mencari tahu lokasi lapak. Tetap ada yang datang, bahkan datang sambil menyumbang buku untuk Pontianak Membaca. Sungguh sebuah kebahagiaan bagi kami. 

Beberapa tahun yang lalu aku merasa tersesat di antara manusia-manusia hedonisme yang hanya mementingkan penampilan dan lokasi check in di path, merasa kikuk saat harus menjawab pertanyaan "Loh, kok suka baca ? kan bukan anak sastra ?" seolah membaca hanyalah sesuatu yang boleh dilakukan oleh orang-orang yang bergelut di dunia sastra. Seolah membaca hanyalah kegiatan yang bisa dilakukan sekelompok orang. Beberapa tahun yang lalu aku masih menulis opini-opiniku di laptop dan membiarkannya mengendap tanpa pernah kusentuh lagi. Tidak pernah kumunculkan ke permukaan karena tidak ada teman berdiskusi. Sampai akhirnya aku bertemu Pecandu Buku.

Pecandu Buku memberikan banyak pelajaran berarti bagiku, aku berproses dan berkembang di sini. Menemukan teman-teman dengan kecintaan yang sama, bertemu orang-orang luar biasa dengan berbagai sudut pandang, mempunyai teman diskusi dan bermimpi. Termasuk melakukan gerakan seperti hari ini - melapak buku. 

Pecandu Buku membuat harapan-harapanku terasa dekat, tiap kali membuka grup dan memulai diskusi selalu ada semangat baru yang bisa kudapatkan. Belum lagi gerakan-gerakan inspiratif yang dilakukan teman grup yang membuat keinginanku untuk melakukan perbuatan nyata membuncah. Pecandu Buku seperti sebuah tempat di mana sekumpulan ide bisa aku temukan, segudang ilmu yang bisa aku dapatkan secara cuma-cuma. dan semangat yang seakan tidak pernah habis.

Keinginanku sendiri sederhana, aku ingin adik-adikku dan keponakanku nanti tidak  menerima pertanyaan yang sama seperti pertanyaan yang kerap kali dilontarkan padaku "Loh, kok suka baca buku ? kan bukan anak sastra ?"
Semoga lapak buku bisa menjadi pilihan bergerilya yang baik untuk memerdekakan masyarakat dari pikiran yang sempit. Semoga teman-teman yang berjuang dengan niat mulia juga tidak bosan dan menyerah untuk membantu mencerdaskan bangsa. Karena mencerdaskan bangsa bukan hanya tanggungjawab negara, tapi tanggungjawab tiap manusia.

This entry was posted in

4 comments: