Thursday, June 30, 2016

Lapak Buku Oleh Pontianak Membaca


Pontianak Membaca sedang membuka lapak buku di Taman Digulis, buku-buku yang ada merupakan buku koleksi pribadi para anggota yang secara sukarela dipinjamkan untuk umum. Siapa saja boleh meminjam buku secara gratis dan boleh dibawa pulang.
Lapak buku ini ada setiap hari minggu mulai pukul tiga sore, tidak hanya membaca bersama kita juga mengadakan diskusi buku, membahas penulisnya, berbagi tips membaca asik, melakukan baca puisi secara bergantian dan berbagi informasi apa saja yang berhubungan dengan literasi.
Pontianak Membaca adalah sebuah gerakan nyata untuk menumbuhkan minat baca masyarakat Pontianak, terutama kaum muda yang akhir-akhir ini mulai tidak akrab dengan kegiatan membaca buku. Padahal membaca buku itu tidak susah, dan jauh lebih bermanfaat daripada menghabiskan waktu memandang gadget. Membaca buku menambah pengetahuan kita, dengan membaca kita dapat memperoleh banyak informasi, menjadi kritis bahkan mempunyai bekal untuk mengkritik dan memberi saran.
Pontianak Membaca sedang membuka lapak buku di Taman Digulis, buku-buku yang ada merupakan buku koleksi pribadi para anggota yang secara sukarela dipinjamkan untuk umum. Siapa saja boleh meminjam buku secara gratis dan boleh dibawa pulang.
Lapak buku ini ada setiap hari minggu mulai pukul tiga sore, tidak hanya membaca bersama kita juga mengadakan diskusi buku, membahas penulisnya, berbagi tips membaca asik, melakukan baca puisi secara bergantian dan berbagi informasi apa saja yang berhubungan dengan literasi.
Pontianak Membaca adalah sebuah gerakan nyata untuk menumbuhkan minat baca masyarakat Pontianak, terutama kaum muda yang akhir-akhir ini mulai tidak akrab dengan kegiatan membaca buku. Padahal membaca buku itu tidak susah, dan jauh lebih bermanfaat daripada menghabiskan waktu memandang gadget. Membaca buku menambah pengetahuan kita, dengan membaca kita dapat memperoleh banyak informasi, menjadi kritis bahkan mempunyai bekal untuk mengkritik dan memberi saran.
Gerakan ini masih sangat kecil, tapi kami percaya gerakan besar selalu dimulai dari hal kecil. Upaya mencerdaskan bangsa bukan hanya tanggungjawab negara, tapi juga tanggungjawab semua orang, dan kami sudah memulai gerakan kami untuk berbagi pengetahuan melalui buku.
This entry was posted in

Tuesday, June 28, 2016

[Review Buku] the Alpha Girl's Guide Karya Henry Manampiring


Penulis : Henry Manampiring
Editor : Alaine Any
Desainer Sampul : Levina Lesmana
Penerbit : GagasMedia
Cetakan : Cetakan Pertama 2015, Cetakan Ketiga 2015
Jumlah Halaman: vi+ 254 hlm
ISBN: 979-780-848-3


"Seorang perempuan boleh saja untuk memilih tidak bekerja, tetapi minimal dengan bekal pendidikan akademis yang baik dia memiliki opsi untuk bekerja dan mandiri kalau situasi memerlukan." hlm. 29

"Jika kamu tidak terlahir cantik, itu nasib. Jika kamu tidak tampak menarik, itu salahmu." hlm.186

"Alpha Female adalah perempuan-perempuan yang berada di puncak karena prestasi dan attitude-nya. Mereka dihormati dan disegani baik oleh perempuan maupun pria. Mereka percaya diri dan mengoptimalkan potensinya. Menjadi seorang Alpha Female dewasa bisa dimulai sejak dini dengan menjadi Alpha Girl."

Buku ini berisi tentang tip-tip untuk menjadi seorang Alpha Girl. Untuk yang tidak tahu apa itu Alpha Girl, bayangkan saja Menteri Kelautan dan Perikanan, ibu Susi Pudjiastuti atau Duta Baca Indonesia 2016, Najwa Shihab. Bayangkan saja perempuan-perempuan yang berprestasi dan memiliki pengaruh di lingkungannya, perempuan-perempuan seperti inilah yang disebut Alpha Girl tapi dua tokoh yang saya sebutkan tadi sudah menjadi Alpha Female. Alpha dalam bahasa Yunani berarti satu. Jadi Alpha Girl berarti perempuan nomor satu.


Secara umum buku ini mengutarakan cara Alpha Girl berpikir, berbicara, dan bertindak. Tapi pembahasannya tidak seumum itu, ada sembilan bab yang terdapat di dalam buku ini. Setiap bab berisi tip untuk menangani masalah yang dihadapi perempuan pada umumnya dan petunjuk tindakan seperti apa yang tepat untuk kita ambil.


Di dalam buku ini kita akan menemukan berbagai cara untuk memperbaiki diri, mulai dari cara berpikir, cara bergaul di lingkungan sekolah dan kampus, cara berpenampilan, cara bekerja dan tip ketika akan memilih pasangan untuk dinikahi.


Mulai dari the Alpha Student yang berisi cara-cara Alpha Girl belajar dan megatur waktu untuk mengembangkan bakat dan potensi yang dia punya, the Alpha Friend yang membahas bagaimana hubungan pertemanan yang sehat sehingga kita akan tahu apakah kita memang berteman dengan orang yang tulus atau tidak dan pergaulan positif seperti apa yang boleh kita jalani.


Kemudian ada bagian the Alpha Lover yang mengungkapkan cara seorang Alpa Girl menangani patah hati ketika dia gagal menjalin hubungan, the Alpha Professional ketika Alpha Girl sudah bekerja, pada bagian ini saya merasa benar-benar mendapat pencerahan supaya tidak gegabah menentukan jenjang karir saya, seperti apa perusahaan yang harus seorang Alpha Girl kirimi lamaran pekerjaan saat pertama kali terjun ke dunia kerja.

Selain itu ada Alpha Look yang memberi banyak saran mengenai cara berpenampilan sehingga tampak menarik dan menunjukkan kualitas diri kita. Dan bab-bab selanjutnya yang sangat menyenangkan untuk dibaca.


Sebuah buku yang sangat saya rekomendasikan untuk dibaca teman-teman perempuan, terutama remaja putri, karena buku ini membuka pikiran kita dengan cara yang sangat ringan, mengemukakan berbagai permasalahan sehari-hari yang kerap perempuan muda alami.


Penulisnya - Henry Manampiring - adalah salah satu tokoh ask.fm yang aktif menjawab berbagai pertanyaan mengenai pengembangan diri perempuan. Berbagai pengalamannya bekerjasama dengan para Alpha Girl sangat bepengaruh pada isi buku ini, yang berarti berdasarkan pengamatan langsung dan pengalaman nyata.

Penyampaiannya yang ringan dan tidak baku membuat buku ini tidak membosankan, saya merasa sedang berkonsultasi secara pribadi dengannya ketika membaca buku ini. Saya sendiri merasa seperti membaca nasehat-nasehat mama saya, buku ini menasehati dengan cara yang biasa mama saya gunakan. Ringan, lucu, dan menyentil dengan kalimat sarkas.

Buku yang berisi motivasi supaya kita menjadi perempuan yang pintar tidak hanya dari penampilan tapi juga pengetahuan dan bertingkah laku, supaya menjadi perempuan nomor satuSaya juga yakin kita semua pasti bukan perempuan-perempuan yang kurang nasehat dan bimbingan dari orangtua, tapi tidak ada salahnya membeli buku ini.

Buku ini sangat mempengaruhi cara pandang saya yang ternyata masih banyak kelirunya, beberapa tip-tip yang tertulis di buku ini memang adalah ilmu baru bagi saya. Ini adalah buku yang sangat bagus untuk pengembangan diri bagi perempuan. Kalau memiliki adik perempuan dan sedang berulang-tahun, buku ini bisa kamu jadikan kado.

Sunday, June 26, 2016

#BaceYokBudak Bersama Pontianak Membaca




Ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni, yaitu sekumpulan anak muda yang berpanas-panasan menggelar lapak buku di Taman Digulist sore tadi. Sejak pukul tiga sore mereka sudah menggelar lapak buku dan duduk dengan sabar menunggu orang-orang datang untuk membaca buku yang telah mereka sediakan.
Adalah Pontianak Membaca, sebuah komunitas yang dibuat untuk menyebarkan minat membaca di kalangan masyarakat kota Pontianak. Penggagas komunitas ini adalah Burdhadi seorang mahasiswa Universitas Tanjungpura asal Mempawah yang dengan ketulusannya bersedia meminjamkan buku-buku koleksi pribadinya untuk dibaca orang banyak.
Ini adalah pendiri komunitas Pontianak Membaca, Burdhadi atau akrab disapa Bang Dadi
Dia yang memang gemar membaca merasa terpanggil untuk mengajak orang lain menyukai aktivitas ini. Awalnya buku-buku pribadinya dipinjamkan dari tangan ke tangan, sudah terpikirkan ingin berbagi dengan cara yang lebih besar tapi ternyata tidak mudah, perlu waktu lama sampai akhirnya hari ini #BaceYokBudak terselenggarakan. 
Dengan dukungan teman-teman anggota komunitas dia memasukkan buku-bukunya ke dalam box dan membawanya dengan motor, menggelar lapak buku di Taman Digulist. Sesederhana itu, sebuah pergerakan besar pasti dimulai dari pergerakan kecil.
Pembacaan puisi oleh salah satu anggota komunitas



Salah satu pengunjung lapak membacakan puisi
Kegiatan #BaceYokBudak diisi dengan acara membaca puisi bersama, kebanyakan yang hadir adalah mahasiswa sastra yang sudah mempunyai karya sendiri seperti puisi. Mereka bergantian membacakan puisi mereka, dan saya membacakan salah satu puisi Aan Mansyur dalam kumpulan puisi Tidak Ada New York Hari Ini.
Sebuah sore yang sangat berkesan, hari ini saya menyadari bahwa Pontianak bisa juga menjadi rumah bagi dunia literasi, seperti kota Makassar yang meskipun jauh dari pusat Indonesia tapi minat baca masyarakatnya sangat tinggi. Saya optimis, orang Pontianak pasti banyak yang suka membaca hanya saja mereka tidak cukup berani menyebarkan kesukaan ini pada orang lain, atau tidak cukup niat. Dan hari ini saya bertemu orang yang berpikiran luar biasa seperti Bang Burdhadi.

Membaca buku bersama

Saya yang sejak dulu ingin mengadakan gerakan membuka lapak buku untuk diakses orang banyak secara gratis seperti ini, jelas merasa sangat antusias. Saya merasa menemukan teman untuk berbagi ilmu dan semangat agar tidak pesimis menyebarkan virus membaca.
Anak-anak muda sekarang lebih senang nongkrong atau menonton film di bioskop. Membaca hanya sebatas mencari jawaban untuk tugas sekolah atau kuliah, membaca hanya sebatas kepo pada berita yang sedang viral di dunia maya. 
Jarang sekali ada yang membaca buku, sampai saya merasa menjadi orang yang suka membaca dipandang tidak menarik di sini. Padahal sejak kecil kita sudah sangat akrab dengan kalimat membaca adalah jendela dunia. Kalau ingin menjadi kritis, membacalah. 
Teman-teman yang tidak suka membaca, mulailah membaca, itu tidak hanya hanya baik untuk menambah pengetahuan tapi juga untuk kecerdasan emosional kita. Teman-teman yang sudah suka membaca, ayo ceritakan pada mereka betapa membaca itu menyenangkan. Teman-teman yang mencintai buku dan memiliki banyak koleksi, jangan pelit, berbagilah. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.
Apa gunanya memiliki banyak buku tapi hanya untuk disimpan ? dijadikan pajangan di sosial media atau sekadar ajang adu gengsi dengan menunjukkan koleksi siapa yang paling banyak. 
Bulan Juni kali ini aku menemukan teman-teman baru yang luar biasa. Mengutip lirik lagu Imagine dari Jhon Lennon "You say may I'm dreamer, but I'm not the only one". Teman-teman Pontianak Membaca, semangat terus. Salam Literasi.
This entry was posted in

Tuesday, June 21, 2016

[Review] A Man Called Ove


Judul : A Man Called Ove
Penulis : Fredrik Backman
Penerjemah: Ingrid Nimpoeno
Penyunting : Jia Effendi
Penata Letak : CDDC
Perancang Sampul : Muhammad Usman
Penerbit: Noura Books
Cetakan Pertama : Januari 2016
Jumlah halaman : 440 halaman
ISBN: 9786023850235



"Begitu kau mulai benar-benar menggali masa lalu seseorang, biasanya kau akan menemukan sesuatu yang lebih suka mereka simpan sendiri, sesuatu yang lebih suka untuk mereka lupakan." (hal.395)

Novel ini berkisah tentang seorang lelaki berusia lima puluh delapan tahun bernama Ove yang ditinggal mati oleh istrinya - Sonja - dia menjalani hari-harinya dengan rasa kehilangan dan kerinduan yang tak berujung. Penulis yang menggunakan alur campuran mengajak pembaca menelusuri kehidupan Ove sewaktu masih muda.

Sebelum usianya dua puluh tahun dia telah menjadi yatim piatu. Nasib membuatnya tumbuh menjadi seorang pemuda yang mandiri. Dia tumbuh seperti ayahnya yang memegang teguh kebenaran, semua sikap dan prinsip ayahnya secara sempurna melekat padanya. Karena terbiasa hidup sendiri dia pun menjadi seseorang yang anti sosial. Dia tidak memiliki teman sampai akhirnya setelah menikah. Dia bicara seperlunya, dan hanya tertarik pada hitungan dan mesin. 

Sebelum bertemu Sonja, Ove hanya mencintai dua hal yaitu mobil Saab dan arloji penyok. Keduanya merupakan peninggalan almarhum ayahnya. Sampai pada suatu hari ketika dia sedang bekerja di kereta, Sonja muncul. Seperti jatuh cinta pada pandangan pertama, Ove langsung tertarik pada Sonja. Dia mendekati Sonja dan mereka duduk berdampingan.

Sejak Sonja mengucapkan kalimat pertamanya, Ove langsung merasa jatuh cinta pada dunia Sonja. Dunia yang penuh dengan sesuatu yang abstrak seperti musik dan buku. Setelah menghabiskan waktu bersama-sama sampai tua, Sonja meninggal. Kepergian Sonja membuat Ove merasa sangat terpukul. Enam bulan setelah Sonja oergi, Ove diberhentikan dari kantornya setelah bekerja selama tiga puluh tahun di sana. Kejadian ini membuatnya semakin yakin untuk secepatnya menyusul istrinya.

Ove merasa sudah tidak memiliki tanggungjawab apa-apa lagi pada dunia, dia sudah memperjuangkan apa yang menjadi haknya dan menjalankan tugasnya, saat sayapnya seolah patah maka dia memutuskan untuk menyusul istrinya menuju kematian.

Cerita mengalir dengan sangat sederhana, selang-seling dengan usaha Ove untuk mengakhiri hidupnya. Usaha bunuh diri yang mempertemukannya dengan orang-orang baru yang akhirnya membuat novel ini menjadi penuh kejutan. Akhir dari cerita ini sangat tidak tertebak. Membuat terharu dan sangat menyentuh. 

Penulis tidak hanya berhasil menghidupkan tokoh Ove yang tua dan menyebalkan, tapi juga berhasil menggugah perasaan pembaca dengan pahit manis kehidupan Ove di masa lalu, cinta antara dirinya dan Sonja yang mengharu biru dan pertemanan antar lelaki yang ditampilkan melalui hubungan Ove dan Rune, tetangga yang menjadi temannya setelah dia menikahi Sonja, kejutan-kejutan lainnya dihadirkan melalui tetangga Ove yang digambarkan dengan berbagai karakter.

Sosok Ove membuat saya teringat pada kakek. Bagaimana pun menyebalkannya orangtua, dia pasti seseorang yang memiliki cerita luar biasa di masa lalu dan kali ini Fredrik Backman mengajak kita melihat masa lalu seorang kakek bernama Ove.

"Lelaki terbaik lahir dari kesalahan mereka sendiri, dan mereka sering kali menjadi lebih baik setelahnya, melebihi apa yang bisa mereka capai seandainya tidak pernah melakukan kesalahan." (hal. 200).

Thursday, June 16, 2016

Tips Move on dari Claud


Mungkin isi tulisan ini akan sama dengan tulisan-tulisan tentang cara move on yang pernah kalian baca, berisi tips supaya bisa berlalu dari perasaan terpuruk. Namanya juga galau, tidak ada yang enak untuk dilakukan. Makan, tidur, membaca, menonton, bahkan mengobrol pun tidak nyaman. Pokoknya semuanya terasa menyedihkan. Di bawah ini beberapa cara untuk move on dariku. Untuk teman-teman yang saat ini sedang terjebak dalam kesedihan karena putus cinta, silakan baca hehe.

1. Berceritalah pada orang yang tepat

Begini, ketika baru putus kita tidak bisa mengatur perasaan kita agar langsung merasa baik-baik saja. Semua orang, bahkan orang dewasa sekali pun pasti akan mengalami masa-masa gundah ketika baru putus. Hanya saja, cara mengekspresikannya berbeda. Ada yang menikmatinya sendiri, ada yang menumpahkannya di sosial media.

Menumpahkan kesedihan di sosial media hanya akan menciptakan image galau dalam diri kita, belum lagi teman kita akan terganggu karena timelin mereka berisi postingan kita yang mewek. Jadi, sebaiknya patah hati dinikmati sendirian. Karena saat kita sendirian adalah saat yang sangat tepat untuk intropeksi diri, menyadari apa saja yang salah dan perlu kita perbaiki.

Tapi menikmati sendirian bukan berarti tidak cerita pada siapa pun, berceritalah tapi pilihlah orang yang tepat, kita harus bisa mengenali teman mana yang bisa diajak bertukar pikiran, kekeliruan orang-orang galau biasanya terletak pada hal ini. Kita boleh saja punya banyak teman, tapi di antara mereka pasti hanya beberapa saja yang benar-benar memahami diri kita, ketika sedang perlu teman diskusi pilihlah orang tersebut. 

Curhat pada teman sebenarnya tidak mempengaruhi keputusan kita, pengalamanku seperti itu. Tapi kekuatan dari curhat adalah kita merasa tidak sendirian, merasa diperhatikan. Saat patah hati kepedulian dari orang-orang terdekat kita adalah satu-satunya hal yang bisa membuat kita terhibur.

2. Menghibur Diri Sendiri

Mungkin selama berpacaran kita secara tidak sadar meninggalkan hobby kita, hal-hal yang biasanya kita lakukan ditinggalkan karena saat kita berpacaran kebiasaan kita pun berubah.
Misalnya waktu menjomblo kamu adalah seseorang yang menikmati "me time". Terbiasa melakukan hal sendirian, pergi menonton sendirian atau berbelanja sendirian. Ketika putus lakukanlah hal-hal yang kamu lakukan sebelum kamu berpacaran dengannya.

Intinya hidupmu tetap berlanjut, kamu menjalani kehidupan seperti saat kamu belum mengenalnya. Jangan berpikir hidupmu tidak akan bahagia karena berpisah berarti menjalani hidup seperti saat kita belum saling kenal, dan bahagia dengan cara yang kita lakukan saat kita belum berpacaran.

3. Hindari Stalking dan Komunikasi Dengannya

Point ke-tiga ini adalah yang paling sering dilakukan orang yang baru putus dan sulit untuk dihindari, menurutku ini adalah kebiasaan buruk. Ya, stalking!

Saat kita stalking kita secara tidak langsung menumbuhkan harapan sendiri, berharap menemukan postingannya yang galau mengenai perpisahan tapi saat kita membukanya ternyata dia baik-baik saja dan cukup bahagia.

Stalking juga hanya membuat perasaan kehilangan semakin dalam. Karena stalking membuat kita mengingat kenangan yang pernah ada. Padahal sakit hati kita semakin terasa saat kita mengingat hal-hal indah dan kemudian menyadari bahwa hal itu tidak akan pernah terulang lagi. 

Rasa kehilangan dan harapan adalah racun, kita yang baru putus kerap kali membuat harapan-harapan indah agar setidaknya bisa menjalin hubungan sebagai teman. Tidak ada yang salah dengan menjaga hubungan baik, tapi yang perlu disadari sebenarnya menjaga komunikasi sama dengan menjaga harapan. 

Untuk menghindari harapan-harapan seperti itu muncul kembali, kita harus bisa mengendalikan diri sendiri. Tidak ada kekuatan yang paling hebat daripada kekuatan yang berasal dari diri sendiri. Berhenti menghubunginya dan biarkan dia menjalani hidup dengan caranya sendiri.

Kamu harus berdamai dengan dirimu sendiri, menata kembali hati yang sudah hancur dan mempersiapkan diri yang lebih baik untuk seseorang yang juga pasti lebih baik. Karena kata orang, sesuatu yang akan datang pasti lebih baik dari sesuatu yang telah hilang.

4. Let it Be

Kesedihan pasti berlalu. Bukalah dirimu pada  hal-hal baru, jadilah peka pada hal-hal di sekitarmu, bukalah komunikasi dengan teman-teman. Bertemu teman-teman lama akan membuat kita termotivasi untuk segera bangkit dari perasaan terpuruk, apalagi jika bertemu dengan teman yang pernah mengalami hal yang sama.

Itu akan membuat kita merasa tidak sendirian, dan merasa lebih positif karena di hadapan kita duduk seorang teman yang mungkin beberapa tahun lalu mengalami patah hati hebat dan sekarang dia baik-baik saja. Kita pasti bisa melewati masa-masa sulit seperti ini. Ingatlah di luar sana masih ada masalah yang lebih hebat dari sekadar patah hati yang kita alami.

Sibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan postif yang memungkinkanmu bertemu dengan orang-orang baru. Percayalah sesuatu yang baru selalu lebih menarik. Menangislah sepuasnya, tapi jangan lupa bahwa waktu tidak pernah berhenti hanya untuk menunggu tangismu reda.

Nah semoga tips di atas membantu. Jangan biarkan galau membuat kita tertutup pada kebahagiaan-kebahagiaan di dekat kita. Ingat seseorang yang layak kamu perjuangkan adalah orang yang memperjuangkanmu juga, kalau saat ini kamu sedang ditinggalkan maka berarti dia bukan orang yang layak untuk kamu kejar.

Kalau kamu diputuskan karena kesalahanmu berarti itu pertanda bahwa pasanganmu bukan orang yang mau menjalani hidupnya denganmu. Hidup akan dipenuhi permintaan maaf karena kehidupan adalah proses mengulangi kesalahan dan kebahagiaan adalah jeda dari kesalahan-kesalahan yang bisa dihindari, jika seseorang menolak permintaan maafmu berarti dia sudah menutup diri untukmu, biarkan dia pergi. Dia berhak bahagia. 


Patah hati itu bukan akhir dari segalanya, banyak orang-orang hebat di luar sana yang mengalami patah hati tapi mereka mengobati hatinya dengan melakukan hal-hal positif. Lihatlah musisi-musisi yang menelurkan karya dari patah hatinya, atau penulis-penulis yang menuliskan buku-buku laris berdasarkan pengalaman patah hatinya.

Kita tidak perlu menjadi musisi atau penulis hebat untuk move on, cukup menyadari bahwa tidak ada yang bisa memberikan cinta tanpa batas pada diri kita selain kita sendiri. Kita adalah cinta untuk diri kita sendiri. Just love yourself, and move on.
This entry was posted in

Sunday, June 12, 2016

Ketika Iman Diurusi Pemerintah


Banyak yang mengatakan Indonesia adalah negara demokrasi yang miskin toleransi setelah menonton aksi  penutupan paksa warung makan seorang ibu di Serang, Banten. Tindakan tersebut dinilai telah menciderai nilai toleransi yang digaungkan melalui kalimat Bhineka Tunggal Ika.
Aku sendiri tidak ingin latah, lantas menyebut Indonesiaku menjadi negara yang tidak menerima perbedaan. Kejadian seperti ini tidak pernah terjadi di daerahku. Untuk menghormati yang berpuasa, Pemerintah setempat mengeluarkan aturan yang masuk akal dan tidak menekan pihak-pihak tertentu. Aku merasakan nilai toleransi yang sangat tinggi di sini. Karena itu bagiku Indonesia tetaplah negara demokrasi yang sangat bersahabat. Tapi ternyata beda wilayah beda rasa, beda Indonesia-nya.
Kalau Indonesiaku merupakan Indonesia yang penuh toleransi ternyata Indonesia di Banten tidaklah demikian. Atau Indonesia di bagian mana lagi yang ternyata tertutup pada perbedaan, hanya karena ada beberapa wilayah di Indonesia yang minim toleransi lalu kita menganggap Indonesia ini negara yang tidak layak lagi memakai kalimat Bhineka Tunggal Ika ? Aku kecewa pada mereka yang terlalu dangkal menyikapi peristiwa ini.

Pemerintah daerah Banten semoga tidak menutup mata dan telinganya, Banten adalah bagian dari Indonesia karena itu Bhineka Tunggal Ika juga harus berdiri tegak di sana. Semoga kejadian ini bisa menjadi  tamparan keras bagi pemerintah di sana, khususnya yang berwenang mengeluarkan aturan. Negara kita menjunjung nilai toleransi tapi kenapa masih ada larangan bagi orang yang ingin menyediakan makanan untuk yang tidak berpuasa ?
Mengapa ada aturan yang seakan meremehkan iman orang yang berpuasa ? Seakan mereka langsung membatalkan puasa mereka melihat warung makan yang tertutup kain. Seolah niat berpuasa akan langsung hilang ketika mencium aroma makanan yang menyeruak di tepi jalan.
Aku yakin iman mereka yang berpuasa tidak setipis itu.
Pemerintah kenapa sepertinya menganggap masyarakatnya mudah tergoda ? Kenapa merasa perlu melindungi iman masyarakatnya dengan aturan-aturan yang justru bertentangan dengan sisi kemanusiaan yang adil dan beradab ?

This entry was posted in