Saturday, March 19, 2016

[Review] Novel The Catcher in The Rye karya J.D. Salinger

 
Salah satu buku bagus yang kubaca diakhir tahun 2015 lalu. Buku ini menceritakan tentang seorang remaja putera  bernama Holden yang frustasi karena keadaan di lingkungannya.
Holden adalah remaja yang cerdas, pola pikirnya jauh berbeda dengan pola pikir anak-anak seusianya, meskipun dianggap pemberontak oleh kebanyakan orang bagiku tokoh Holden adalah orang yang normal dan masuk ke daftar calon pacar jika dia hidup di dunia nyata.
Holden ini memiliki selera yang bagus dalam beberapa hal, seperti pakaian, buku, dan perempuan. Dia adalah manajer tim anggar di sekolahnya - Pencey Prep -  sebuah sekolah di Agerstown, Pennyslvania. Sebelumnya dia sudah beberapa kali pindah sekolah karena melakukan melanggar aturan. Dia memiliki seorang kakak laki-laki bernama D.B yang seorang penulis dan adik perempuan kecil yang manis bernama Phoebe.
Adiknya ini sangat menggemaskan, dia penuh rasa ingin tahu dan Holden sangat menyayanginya. Holden yang merasa muak dan frustasi dengan orang-orang serta keadaan di sekitarnya hanya merasa lega ketika mengobrol dengan adiknya. Pada suatu bagian aku sempat meneteskan air mata karena terharu betapa Phoebe yang masih kecil menyanyangi saudaranya. (aku kaget sendiri kenapa bisa nangis membaca novel ini).
Buku ini harus dibaca oleh orang-orang yang dianggap tidak normal karena meiliki cara pandang yang berbeda dengan kebanyakan orang. Ketika aku membaca buku ini aku benar-benar merasa menyatu dengan tokoh Holden. Aku sangat menyukai buku ini.
J.D. Salinger berhasil mewakili uneg-uneg semua orang yang merasa muak pada keadaan di lingkungannya. Hidup yang penuh kepura-puraan, basa-basi segala macam. Kalimat-kalimatnya tajam dan tanpa saringan.
Pertama kali diterbitkan tahun 1945 dan sudah diterbitkan berkali-kali, sampai sekarang buku ini masih ramai dibaca oleh berbagai kalangan, tidak hanya remaja tapi juga orang dewasa.
Di sampul belakang ada tertulis kalimat "Mengapa buku ini disukai para pembunuh ?"
Aku sempat penasaran ketika membacanya, dan ternyata banyak juga teman-temanku yang membeli buku ini karena penasaran setelah membaca kalimat itu.
Jika kalian penasaran, baca bukunya. Buku ini menjadi salah satu buku favoritku.