Monday, January 18, 2016

KARENA SENDIRI ITU PILIHAN

Hari ini temanku merayakan hari jadi hubungannya yang kedua tahun, dia mengundangku untuk datang pada perayaan kecil yang dibuatnya bersama sang pacar.
Aku datang sendirian. Beberapa teman juga datang membawa pasangannya masing-masing. Ketika berkumpul bersama biasanya selalu ada satu orang yang akan dikorbankan untuk menjadi bahan tertawaan. Hari ini giliranku. Berkali-kali menghadiri acara yang sama aku selalu datang seorang diri. Mereka menggodaku karena sampai saat ini aku masih saja sendirian, tanpa gebetan apalagi pacar. 
Aku hanya tertawa karena aku tahu mereka bercanda, kadang-kadang bercanda belum lengkap   sebelum berhasil membuat orang marah. Teman-teman tidak pernah puas bercanda denganku karena aku sekali pun tidak pernah cemberut ketika mereka mengejekku yang telah lama menjomblo. Kuanggap candaan mereka sebagai warna merah jambu dalam kertas gambarku yang putih dan belum tercoret banyak tinta.
Terlalu banyak candaan yang sering aku dapatkan dari mereka. Belum bisa move on, disangka menyukai sesama jenis karena aku sangat dekat dengan seorang teman perempuanku, dianggap trauma berpacaran, senang dekat dengan banyak lelaki tanpa harus mempunyai ikatan, sampai dianggap mati rasa. Aku sudah kebal, tidak satu pun dari candaan mereka yang membuatku tersinggung, karena tidak ada satu pun yang benar.
Aku jomblo karena aku ingin. Aku sendiri karena aku memilih untuk sendiri.
Seringkali orang mengalah dengan pilihannya sendiri karena tidak tahan dengan anggapan orang-orang di sekeliling mereka. Berpacaran hanya untuk mendapatkan sebuah status, agar keberadaannya diterima atau hanya karena tidak ingin menjadi bahan olokan ketika berkumpul (pengalamanku banget ini, jadi bahan olokan haha).
Bukan karena belum move on atau karena trauma berpacaran. Hanya saja mengapa kita harus buru-buru mengikat diri dengan suatu hubungan kalau ternyata masih nyaman sendiri ? 
Sendiri itu bebas, dalam artian kita bisa bebas tanpa harus menjaga perasaan orang lain. 
Bukan karena egois, tapi kerapkali seseorang yang berpacaran harus menjaga perasaan pasangannya, ada hal-hal tertentu yang tidak bisa bebas dilakukan karena pasangannya tidak mengijinkannya. Entah itu berkenaan dengan hobby, pekerjaan, rencana masa depan, atau hal paling pribadi dari seseorang - hubungan pertemanan - karena itulah bagiku berpacaran sama saja dengan membatasi diri untuk berkembang.
Tapi orang-orang sering pula berkata bahwa "hubungan yang baik itu adalah hubungan yang tidak membatasi" Menurutku inilah anggapan yang keliru. 
Renungkanlah, tidak ada hubungan yang membebaskan kita, bahkan hubungan antara orangtua dan anak masih harus dibatasi oleh aturan-aturan yang dibuat dengan alasan ingin melindungi. Bukan karena pacar kita baik atau buruk, posesif atau tidak, seperti apapun dirinya sebuah hubungan jelas menimbulkan ikatan yang akhirnya membatasi. Namanya juga ikatan, ikat, terikat, mengikat, diikat.
Sama halnya dengan berpacaran, orang-orang yang berpacaran seringkali menahan kemauan dirinya karena menjaga perasaan pasangannya. Harus mengalah. Sekali lagi, bukan karena aku egois, tapi karena saat ini aku sedang tidak ingin dibatasi. Aku ingin berkembang sebesar-besarnya, leluasa. 
Aku sangat sering bertemu orang-orang yang memilih untuk sendiri bahkan sampai usia mereka matang. Mereka mengagumkan, mereka besar dan sangat tinggi seolah tidak terjangkau, seringkali aku berpikir aku mungkin tidak akan bisa seperti itu, aku sering bertemu teman seumuran yang memilih sendiri, mereka juga tidak kalah mengagumkan. Mereka menyibukkan diri dengan kegiatan yang sangat beragam, penuh warna dan menyenangkan, penuh semangat, tidak ada keputusasaan di masa muda. 
Karena berdasarkan pengamatanku, anak muda yang berpacaran lebih rentan mengalami keputusasaan di masa mudanya ketimbang anak muda yang memilih sendirian. 
Tulisan ini tidak dibuat untuk menghibur diri sendiri, aku hanya ingin menjelaskan bahwa sendiri itu pilihan, menjadi jomblo itu tidak memalukan. Berbanggalah karena kita tidak perlu orang lain untuk berbahagia, kita bisa bahagia meskipun sendiri. Bahagia atau tidaknya kita, kita sendiri yang menentukan.
Selamat malam, jomblo. 
This entry was posted in