Monday, December 14, 2015

NOVEL MENYENTUH TENTANG PERCINTAAN REMAJA, WHITE AS MILK RED AS BLOOD


Judul : White As Milk Red As Blood
Penulis : Alessandro D'Avenia
Penerbit: Bhuana Sastra

Novel ini mengisahkan tentang seorang remaja lelaki berusia 16 tahun bernama Leo.
Leo adalah seorang siswa yang sangat malas sekolah, dia benci sekolah dan guru-gurunya. Dibandingkan pergi ke sekolah, Leo lebih memilih menghabiskan waktunya untuk mendengarkan lagu atau balap motor bersama temannya, Niko. Dia juga memiliki seorang sahabat bernama Sylvia. 
Leo sangat membnci warna putih, tiap kali membayangkan warna putih dia selalu merasa tidak nyaman. Tidak seperti remaja lainnya yang punya banyak impian, satu-satunya impian Leo adalah Beatrice - si gadis berambut merah.
Dia jatuh cinta pada warna merah dari rambut Beatrice, warna merah itu adalah semangatnya. Salah satu alasannya untuk datang ke sekolah adalah untuk melihat Beatrice. Beatrice adalah mimpinya, benr-benar mimpinya karena dia hanya berani mengaguminya dari kejauhan, tidak pernah mendekat. Tapi mimpi itu hancur saat dia mengetahui bahwa Beatrice mengidap leukemia.
Penulis buku ini menuliskan cerita tentang Leo dan Betarice dengan rangkaian kata yang indah, sangat menyentuh hati.
Melalui tokoh Leo, aku yang muak dengan sekolah merasa sangat terwakili. Semua yang dirasakan Leo adalah yang juga kurasakan ketika aku sudah sangat jenuh dengan rutinitas di sekolah. Sementara melalui tokoh Betarice, penulis berhasil membuatku merenung, dan tersadar betapa banyaknya waktu yang kubuang dengan percuma selama ini. Penulis berhasil menjelaskan betapa berartinya waktu dalam kehidupan kita, betapa indahnya menjalani sesuatu dengan berserah dan bersyukur.
Aku sangat suka novel ini, salah satu novel yang berhasil menyentuh hatiku. Bukan hanya berbicara tentang cinta, tapi juga persahabatan antara Leo dan Sylvia, lalu konflik antar remaja lelaki yang dikisahkan melalui tokoh Niko. 
Banyak novel yang mengisahkan percintaan remaja, tapi sangat sedikit yang berhasil menyampaikan nilai-nilai yang terkandung di dalam kisah tersebut. Menurutku novel ini sangat tepat dibaca oleh para remaja yang baru memasuki dunia percintaan, atau mereka yang merasa muak dengan cinta.
Cinta itu luas, cinta itu berubah, cinta itu kadang pasang kadang surut, cinta itu bergejolak.

Novel ini sangat direkomendasikan bagi mereka yang ingin membaca tapi terlanjur malas karena muak dengan kalimat-kalimat payah yang sering ditemukan dalam novel-novel cinta, karena biasanya (berdasarkan pengalaman penulis) pengarang yang menulis novel tentang cinta seringkali menggunakan kalimat-kalimat puitis yang menggelikan. Di novel ini Alessandro menulis ceritanya dengan bahasa yang sederhana, bahkan indah. Mudah dimengerti dan membekas. Tidak terkesan puitis dan melankolis.

Di bawah ini adalah kutipan-kutipan menarik yang terdapat dalam novel Bianca Come Il Latte, Rossa Come Il Sangue.
  • "Aku memilih sendiri teman-temanku. Inilah indahnya pertemanan, sebab kaulah yang memilih mereka dan kau merasa nyaman dengan mereka sebab kau memilih sendiri sesuai keinginanmu."
  • "Guru pengganti memang identik dengan kesialan terbesar di seluruh jagat raya. Pertama : menjadi guru saja sudah merupakan kesialan, apalagi guru pengganti. Kedua : sebab dia hanya cadadangan saja. Hidup macam apa itu, bekerja hanya untuk menggantikan seseorang yang sedang sakit ?"
  • "Kita berbeda dari binatang yang hanya melakukan hal-hal yang disuruhkan alam saja. sebaliknya, kita bebas. Inilah karunia terbesar yang sudah kita terima. Berkat kebebasan ini, kita bisa menjadi seseorang yang berbeda dari diri kita sekarang. 
  • "Kebebasan memampukan kita untuk bermimpi, dan mimpi adalah denyut kehidupan kita, meskipun seringkali membutuhkan perjalanan panjang dan beberapa pukulan."
  • "Kasih yang kuterima. Kasih selalu merupkan utang, dan karena itulah warnanya merah."
  • "Semua hal yang tak kupunyai. Kasih selalu merupakan piutang yang tak akan pernah ibayar lunas."
  • "Malam hari adalah tempat bersarangnya kata-kata."
  • "Mencintai adalah kata kerja, bukan kata benda. Bukan sesuatu yang diciptakan sekali untuk selamanya, tetapi berevolusi, tumbuh, naik, turun, tenggelam.."
  • "Tetaplah mencintai. Kau selalu bisa melakukannya. Mencintai adalah suatu tindakan."
  • "Ada dua kategori orang yang melukai kita, mereka yang membenci kita dan mereka yang mencintai kita."
  • "Kau baru boleh khawatir saat seseorang yang mencintaimu tidak lagi melukaimu, sebab itu artinya dia sudah berhenti mencoba dan kau sudah berhenti peduli."
***