Sunday, November 29, 2015

TERIMAKASIH DEMABUKU

Selama toko buku ada selama itu pustaka bisa dibentuk kembali. Kalau perlu dan memang perlu, pakaian dan makanan dikurangi.”-Tan Malaka, Madilog

Sayangnya toko buku di Pontianak sangat terbatas begitu juga dengan buku-buku yang tersedia, mungkin karena minat baca masyarakat dan kepedulian terhadap dunia literasi yang masih rendah. Toko buku online memang solusi bagi para pencinta buku yang berada di tempat-tempat yang kekurangan toko buku. Aku sangat merasakan manfaatnya.
Sejauh ini Gramedia masih menjadi toko buku yang paling sering kukunjungi ketika ingin membeli buku yang baru terbit atau sekedar melihat-lihat dan menumpang membaca. Tapi Gramedia juga terbatas, beberapa buku dari penerbit tertentu jarang ditemukan nangkring di Gramedia, harus ulet mencarinya. Salah satunya adalah buku Pandji Pragiwaksono.
Aku tergila-gila pada karyanya sejak masih mengenakan seragam abu-abu, tepatnya saat aku jatuh cinta pada Stand up Comedy. Orang awam mungkin hanya mengenalnya sebagai seorang komedian atau presenter, tapi dibalik sosoknya yang kocak dan selalu lucu Pandji adalah seorang pemikir yang sangat menginspirasi, dia mampu mentransfer ilmunya melalui tulisan ringan. Ringan karena tidak menggunakan kalimat-kalimat berisi istilah tertentu yang hanya dimengerti kalangan akademis. Buku-buku Pandji adalah buku yang diperlukan oleh anak muda Indonesia, buku yang mampu membakar semangat kita untuk menjadi pemuda pemudi yang maju dalam berpikir dan bertindak. Tidak hanya hits sebagai anak gaul tapi juga hits sebagai anak Indonesia.
Karena tidak tersedia di Gramedia aku baru bisa memilki buku-buku Pandji pada tahun 2015. Adalah sebuah toko buku online yang bertempat di Jakarta – namanya Dema Buku, yang menjual buku-buku itu, aku memesan beberapa buku di sana dan berkatnya aku bisa memiliki buku karya Pandji Pragiwaksono. Dan tulisan ini sebenarnya aku tulis untuk seseorang di balik toko buku Dema Buku. Aku ingin berterimakasih karena dia menjual buku. Haha. Yaudah sih pokoknya makasih ya min, kalau aku main ke Jakarta nanti aku ke toko Dema Buku ya.
Aku merasa perlu mengucapkan terimakasih kaena ulasan buku Nasional is Me karya Pandji Pragiwaksono, aku menjadi anggota sebuah komunitas membaca buku. Komunitas yang kemudian mempertemukanku dengan orang-orang inspiratif, akan kutuliskan suatu saat nanti tentang komunitas para kutu buku ini. Aku merasa sangat beruntung bisa menjadi bagian dari mereka. Mendapat banyak ilmu dan diberi bonus satu grup bersama musisi idolaku.
Mungkin kemarin, jika aku tidak menghubungi kontak yang tertera pada akun instgaram Dema Buku – dan melakukan pemesanan, aku tidak akan bergabung dengan komunitas itu. Sekarang aku menjadi bagian dari mereka. Terimakasih Dema Buku, terimakasih telah menyediakan buku-buku yang original bagi para pencinta buku yang kadang tertipu oleh buku bajakan. Aku pasti bukan satu-satunya pembeli dari daerah yang jauh, pasti banyak yang mengalami hal sepertiku – kesusahan memperoleh buku - dan terimakasih sudah menyediakan buku-buku untuk kami. Terimakasih Dema Buku. Aku hanya ingin admin dibalik toko buku itu tersenyum ketika membaca tulisan ini. Semoga tetap semangat membagi kebahagiaan melalui buku-buku yang disebarkan ke berbagai wilayah Indonesia.
Sebuah buku bukan hanya setumpuk kertas berisi barisan kalimat, ada ilmu ditiap lembarnya, ada emosi yang tumpah ketika menyusuri kalimat demi kalimat yang tertuang di sana. Bagiku buku adalah teman.
Dan terberkatilah para penjual buku. Mereka yang berbaik hati menjadi penyambung tangan bagi orang-orang yang haus akan ilmu dan bahagia dengan membaca. Semoga semakin banyak orang yang suka membaca, semoga semakin banyak yang menyebarkan virus membaca. Terimakasih Dema Buku.