Friday, October 16, 2015

CINTA MEMANG RANDOM

"Cinta itu kayak marmut lucu warna merah jambu yang berlari di sebuah roda, seolah berjalan jauh tapi nggak ke mana-mana, nggak tahu kapan berhenti. Ku jatuh cinta..."

Lagu marmut merah jambu yang didendangkan the Nelwans menemani perjalananku dari kampus menuju rumah malam ini.
Lagu itu sangat sering kuputar akhir-akhir ini.
Sepanjang jalan aku senyum-senyum sendiri mengingat betapa lucunya kita. Bertemu di sebuah kotak 140 karakter, saling sapa dan kenalan, menjadi akrab lalu sering berbagi kisah, berbagi mimpi dan semangat, kemudian dengan proses yang panjang saling mengaku bahwa kita jatuh cinta, tapi sampai hari ini kita tidak juga menjadi pasangan.
Mengapa aku baru menyadari kehadiaranmu ?
Mungkin waktu itu aku terlalu sibuk mengobati luka hatiku. Beberapa saat kemudian aku terlalu pongah dengan tawa bahagiaku karena akhirnya aku bisa merayakan kebebasanku dari bayang-bayang masa lalu. Aku terlalu kaku untuk menyadari bahwa selama ini aku punya kamu. Sekarang aku mulai sering memikirkan sedang apa kamu di sana. Aku mulai khawatir ketika pesanku lama tidak dibalas, dan aku mulai kesal ketika melihat seseorang mengunggah foto bersamamu padahal kalian berfoto ramai-ramai. Ah aku mulai menyadari sesuatu. Jatuh cinta.
Aku sadar ternyata kamu adalah orang yang selalu berdiri di sampingku sampai saat ini.
Kamu yang sampai saat ini masih setia untuk jatuh cinta padaku.
Kamu yang telah jatuh cinta sejak aku masih belajar menggunakan lipstik ketika akan pergi ke kampus di tahun pertama kita kuliah. Kamu yang dengan lapang dada kuabaikan karena aku memilih untuk bersama seseorang yang ternyata berengsek. Kamu yang tetap hangat memelukku ketika aku patah hati, yang selalu membuatku tertawa karena kebodohan dan kekonyolanmu.
Aku mungkin terlalu egois karena baru menyadarinya sekarang.
Setelah sekian lama aku baru benar-benar menyadari bahwa selama ini aku punya seorang "kamu" yang selalu ada, kamu yang menjadi tempat menitipkan keresahan dan kekecewaanku, kamu tak pernah lalai mengemasi kemarahanku yang berhamburan entah di mana-mana, membungkus mereka kembali lalu menyerahkannya dengan bentuk yang lain, yaitu sebuah kebahagiaan.
Entah bagaimana caramu, kamu selalu berhasil membuat kecewaku menjadi hal lucu untuk kutangisi.
Aku jatuh cinta padamu. 

Ah jatuh cinta memang random, datang tiba-tiba, kadang pada sosok yang maya.
Seseorang bertanya padaku, "Bagaimana mungkin kamu bisa jatuh cinta pada orang yang belum pernah kamu temui ?"
Jawabku "Mungkin saja, karena cinta itu bukan dilihat tapi dirasakan."
Semoga perasaan kita selalu sama.


Kamu yang malam ini sedang berusaha banget menjadi lucu di depan juri SUFL, jatuh cinta jenis bego atau kerenkah kita ini ? 

This entry was posted in