Tuesday, October 06, 2015

BAHAGIA ITU SEDERHANA 1


Siang ini aku ada janji untuk menonton film hotel Transylvania 2 bersama temanku. Sayangnya ketika aku baru saja selesai mengoleskan NYX nude ke bibirku hujan turun. Aku berencana menerobosnya saja menggunakan mantel, tapi kuurungkan karena semakin deras. Di dalam hati aku juga senang, akhirnya hujan turun. Walaupun gagal menonton, aku tidak sedih karena terganti dengan hujan yang kuharapkan bisa menghapus kabut asap yang telah menutupi seluruh wilayah kota sejak satu bulan yang lalu.
Aku bergegas mengganti pakaianku kembali dan tidur siang. Aku tidur sekitar hmm 120 menit, biasanya lebih parah sampai tiga jam.
Ketika aku bangun, aku bergegas keluar rumah dan mendapati langit berwarna biru degan arak-arakkan putih.
Aku dengan spontan terkejut senang dan berteriak di teras, "haaaa langit udah biru lagiiii". Aku memanggil mama yang sepertinya masih baring-baring di kamar, aku ingin semua orang di rumah melihat langit itu. Mungkin karena terkejut melihatku yang berteriak kegirangan dengan wajah kusut karena bangun tidur, anak-anak yang bermain di sekitar rumah pun ikut tertawa sambil menengadah ke langit. Tak lama mama dan bapak keluar juga, mereka terlihat keheranan melihatku berdiri girang di teras rumah.
Kami sama-sama berdiri di sana, menatap langit yang sudah sebulan lebih tertutup kabut asap itu. Memandang langit yang sudah kami rindukan. Rasanya sangat bahagia melihat ada warna biru dan putih lagi di sana.
Aku terharu, setelah sekian lama aku merindukan biru itu, sore ini Tuhan berbaik hati menurunkan hujan dan menghapus kabut yang menutupinya.
Langit Pontianak telah kembali. 
Mungkin di luar sana, di daerah yang tidak mengalami bencana kabut asap, langit tidak ada istimewanya sama sekali. Tidak akan ada yang menangis karena warnanya biru, di sini aku hampir menangis di teras rumah melihat langit itu  kembali berwarna lagi, tidak sendu seperti biasanya.
Pontianak yang tanpa matahari karena kabut asap sore itu kembali cerah setelah diguyur hujan deras. 
Sungguh, bahagia itu sederhana Tuhan, seperti melihat langit berwarna biru kembali. Terimakasih :)

This entry was posted in