Sunday, September 27, 2015

EASY COME EASY GO


Easy come easy go. Sebenarnya maksud kalimat itu adalah rajin-rajinlah mencuci baju. Hahaha bukan bukan.
Jadi begini..
Yang mudah datang mudah pula pergi. Biasanya kita harus berkali-kali mengalami kehilangan dan merasakan  patah hati supaya mengerti kalimat ini. Supaya kita menyadari bahwa sebuah hubungan baik tidak akan terjalin tanpa waktu yang lama. 
Kenapa begitu ? karena orang yang datang tiba-tiba kemudian langsung menjadi kekasih kita, akan meninggalkan kita dengan mudah pula. Karena mereka tidak mengenal kita dengan cukup baik. Sebenarnya ini tentang waktu. Waktu tidak akan membuat semuanya menjadi tiba-tiba, karena waktu mengajarkan sebuah proses.
Waktu menunjukkan banyak hal. Waktu menunjukkan kepribadian seseorang, waktu pula yang menunjukkan kesetiaan seseorang, kesungguhan dan keseriusannya. 
Waktu yang menyediakan kesempatan supaya kita mengenal seseorang, menemukan kecocokan dan akhirnya merasa bahwa tidak ada yang bisa memisahkan selain waktu itu sendiri.
Waktu mengajarkan kita untuk menjadi gigih dan keras kepala dalam mempertahankan sesuatu, tapi kadang waktu memang kita butuhkan untuk mengikhlaskan sesuatu dan melupakan seseorang. 
Waktu tidak pernah membuat kita tiba-tiba memacari seseorang kemudian bisa dengan mudah memutuskannya.
Di bawah ini ada sebuah cerita yang membuatku benar-benar mengerti kalimat easy come easy go.

Ada seorang gadis yang telah bertahun-tahun kosong hatinya, dia adalah gadis keras kepala yang sangat idealis. Suatu hari dia berkenalan dengan seorang lelaki asing. Perkenalan mereka berlanjut dengan obrolan-obrolan manis lainnya. Sampai akhirnya gadis itu merasa bahwa lelaki itu mempunyai tujuan yang sama dengannya. Lelaki itu dengan segala keasingannya telah memberikannya sebuah dunia baru yang belum pernah dimasukinya, sebuah dunia yang membuatnya bahagia dan mampu melupakan masalah-masalah hidupnya. Kehadiran lelaki itu seperti sebuah jawaban atas doa-doa yang dipanjatkannya pada Tuhan selama ini. Gadis itu mulai merasa bahwa dia jatuh cinta pada lelaki asing itu. Sampai suatu hari lelaki gtepat dua minggu mereka berkenalan, lelaki itu memintanya untuk menjadi kekasihnya, tentu saja dia menerimanya.
Merekapun menjalani hubungan berpacaran, bukan sebagai teman. Tentu saja ada bebrapa hal yang berubah sejak mereka berpacaran, ada sebuah status yang mengikat mereka, ada sebuah ikatan yang harus mereka jaga, kemudian ada orang-orang di sekitar pasangan masing-masing yang mau tidak mau harus mereka kenali juga.
Lelaki itu mempunyai seorang sahabat perempuan yang sudah dikenalnya bertahun-tahun, dia sudah mengenal sahabtnya seperti dia mengenal adik perempuannya. Mereka selalu berdampingan, tolong menolong, saling menyaksikan kejadian demi kejadian yang mereka alami, saling menguatkan ketika salah satunya jatuh, saling mendukung ketika patah semangat, saling menghibur ketika kecewa, bahkan mereka berbagi pelukan ketika salah satunya patah hati. Mereka adalah sahabat.
Gadis keras kepala itu seringkali cemburu ketika menyadari bahwa kekasihnya lebih mengenali perempuan lain dari pada dirinya. Dia cemburu, tapi tidak pernah mengungkapkannya pada kekasihnya karena dia tahu bahwa mereka hanya bersahabat, tapi dia cemburu, dan dia tahu bahwa dia tidak boleh mengungkapkannya.
Gadis keras kepala yang sangat keras, dia meredam semua kesedihannya, tapi tidak mampu meredam kemarahannya, dia menjadi seperti seorang gadis yang agresif, seperti sering marah tanpa alasan yang jelas, padahal sebenarnya jelas, dia marah karena cemburu. Tapi kekasihnya tidak pernah meyadari kecemburuannya karena kekasihnya tidak mengenalnya dengan baik.
Sampai suatu ketika, karena kejadian yang membuatnya merasa sudah tidak tahan lagi, gadis itu mengungkapkan kecemburuannya selama ini. Dia merasa tidak mampu lagi melanjutkan hubungan itu dan dia ingin mereka mengakhirinya.
Lelaki itu datang padanya, dia memohon agar gadis itu memaafkannya, dia tidak ingin berpisah. 
Kemudian mereka kembali bersama. Kembali bersama karena gadis itu terlalu lemah hatinya.
Mereka menjalani hubungan mereka kembali sebagai kekasih, bulan demi bulan berlalu, waktu berlalu, dan mereka mulai mengenali kepribadian masing-masing.Gadis itu semakin mencintai kekasihnya. Tapi kekasihnya semakin berubah. Dia seringkali mengabaikannya dengan alasan-alasan yang sulit diterimanya.
Lambat laun hubungan mereka seolah menjadi beban, tidak mudah menjalaninya, dia ingin juga mengabaikan keberadaan lelaki itu, tapi ikatan mereka sebagai pasangan kekasih tidak bisa diabaikan begitu saja. Karena sesungguhnya gadis itu memang mencintai kekasihnya.
Gadis itu mencoba bertahan, karena dia memang keras kepala. Dia menciptakan harapan-harapan baik yang lambat laun mematahkan hatinya. Kekasihnya berubah total,dia seperti orang lain. Sikapnya tidak sama, perlahan dia menciptakan jarak di antara mereka. Waktunya dihabiskannya bersama teman-temannya, bersama sahabat perempuannya yang membuat gadis itu sering menangis, mereka jarang bertemu, komunikasi tidak lancar, dan gadis itu merasa ditinggalkan.
Dia sedih, merasa bahwa keberadaanya sudah tidak dianggap. Dan lagi, karena sebuah kejadian yang tidak berbeda dengan kejadian sebelumnya, gadis itu mengungkapkan kecemburuannya.
Ketika mengungkapkan kegamangannya, kekasihnya mengatakan bahwa dia jelas memilih teman-temannya dibanding dirinya, dan gadis keras kepala itu mengerti. Maksud kekasihnya adalah dia jelas memilih sahabatnya itu dibanding dirinya. Kekasihnya mengungkapkan bahwa tujuan mereka tidak sama, mereka berbdea, dan hubungan mereka tidak akan berhasil.
 Gadis itu merasa sangat sakit. Merekapun berpisah. Easy come, easy go.
Tidak lama setelah berpisah, gadis keras kepala itu mengetahui bahwa lelaki yang dulu pernah menjadi kekasihnya akhirnya berpacaran dengan perempuan yang sering dicemburuinya, sahabat lelaki itu.
Terkejut ? Tentu saja. Karena lelaki itu pernah mengatakan bahwa dia telah menganggap sahabatnya itu seperti saudaranya sendiri, dia mengatakan bahwa berpacaran dengan sahabatnya itu tidak mungkin. Itu tidak mungkin.
Tapi akhirnya mereka bersama, bukan sebagai teman tapi kekasih.

Easy come easy go.
Dia yang mudah datang akan begitu mudah meninggalkanmu.
Dari cerita ini aku menyadari bahwa seseorang seringkali datang tiba-tiba dalam kehidupan kita kemudian meninggalkan kita. Gadis itu baru mengenal lelaki itu kemudian memutuskan berpacaran, tidak berapa lama mereka berpisah, gadis itu ditinggalkan karena lelaki itu akhirnya menyadari bahwa tujuan mereka ternyata tidak sama, sementara gadis itu masih belum menyadarinya.
Saat ini, semoga kalian sedang bersama orang yang benar-benar telah kalian kenal, orang yang telah melalui banyak waktu bersama kalian. Bukan orang yang datang tiba-tiba.
Sebaliknya..
Lelaki yang menghancurkan hati gadis keras kepala itu menunjukkan bahwa waktu menunjukkan pada kita sesuatu yang mungkin tidak pernah kita sadari, jatuh cinta pada orang yang telah bertahun-tahun menjadi sahabatnya. 
Semua hanya masalah waktu.
Yang datang dengan mudah akan pergi dengan mudah, tapi yang bersamamu melalui banyak waktu tidak akan meninggalkanmu dengan mudah.
Semua ini tentang waktu.

This entry was posted in