Tuesday, August 25, 2015

TAHU TAPI TAK TAHU


Apa cuma aku yang begini; menghabiskan banyak waktu untuk tertunduk menatap gadget, punya banyak ide di kepala tapi akhirnya tak satupun yang berhasil tertuang.
Beberapa jam yang lalu aku menonton film Hitman. Sebuah film tentang agen yang sangat menarik. Keren. Bisa deh direkomendasikan untuk ditonton bareng pacar dari pada nonton film mejik hor. 
Tapi ini bukan tentang film itu.
Jadi begini, ada seorang gadis bernama Katia di film ini. Dia adalah anak dari ilmuwan yang membuat program untuk agen, agen yang diciptakannya adalah agen yang mempunyai kekuatan besar, tidak mempunyai hati dan perasaan. Mereka tidak takut apapun. Karena keberadaan agen yang dinilai cukup kuat ini maka ayah Katia pun takut, takut jika kekuatan besar seperti itu digunakan oleh orang jahat untuk tujuan yang jahat pula. Maka dimusnahkanlah program itu.
Tapi sebelumnya, dia telah memprogram anaknya sendiri. Gadis kecilnya, Katia. 
Katia tumbuh menjadi dewasa, keberadaannya diburu oleh orang-orang yang mencari keberadaan ayahnya juga. Katia ini punya kekuatan besar, tapi tak pernah berani menggunakannya. 
Sampai akhirnya dia bertemu Hitman. Dan Katia mulai tahu harus bagaimana.
Satu hal yang sebenarnya ingin kusampaikan (tapi sepertinya gagal karena ini terlalu bertele-tele) Hitman pada satu kesempatan pernah berkata seperti ini pada Katia "Kamu hanyalah gadis kecil yang berbakat, yang tahu punya kekuatan besar tapi tak pernah tahu bagaimana menggunakannya, kamu hanya pecundang". Kurang lebih begitu kalimatnya.
Dan entah kenapa aku merasa seperti Katia saat ini.
Tahu kalau punya bakat, tapi tak tahu cara menggunakannya.
Kita seringkali membiarkan ide-ide di kepala kita hilang begitu saja. Membiarkan ide liar tanpa menuangkannya hanya akan membuat ide itu menjadi hilang.
Ada yang sudah tahu dirinya mempunyai suara yang bagus, sering diminta menyanyi oleh teman-temannya tapi dia tidak pernah berniat mengembangkannya. Dia hanya menyanyi ketika diminta, ketika sedang ingin, tapi tidak pernah lebih dari itu. Tidak pernah berlatih atau bergabung dalam kelompok tertentu.
Ada yang jago mengedit video, membuat gambar vector, sangat handal menulis komposer tapi tidak pernah mengembangkannya. Hanya tahu, cukup tahu, lalu kemudian membiarkan pengetahuan itu mengendap begitu saja.
Kita ini adalah makhluk paling sempurna yang diciptakan Tuhan. Punya akal budi. Itu yang membedakan kita dengan makhluk yang lain, dengan binatang.
Harusnya bakat yang kita miliki tidak membeku begitu saja. Harusnya kita tidak membiarkan anugerah terbaik itu menjadi hal biasa saja.
Berkembanglah, jangan hanya menjaga ide tapi tumbuhkan.
Kalau jago melucu kembangkan, jajallah kemampuan dirimu dengan open mic, menulis materi serajin-rajinnya.
Kalau suka menulis, menulislah sebanyak-banyaknya. Mungkin kamu tidak menjadi penulis yang dikenal senegara tapi setidaknya kamu bisa membaca ceritamu sendiri ketika sudah tua kelak.
Berkembanglah. Apapun bakatmu, apapun idemu saat ini, tuangkanlah. Jangan biarkan mengendap begitu saja.