Sunday, August 30, 2015

MINI SHOW STAND UP COMEDY PONTIANAK FUN7ASTIC


FUN7ASTIC adalah mini show persembahan dari Stand up Comedy Pontianak.
Mini show ini menampilkan tujuh komika dengan latar belakang yang berbeda. Berbeda suku, agama, usia, dan jenis kelamin. Ada satu komika bersuku Dayak dan ini seolah menjadi angin segar dalam stand up comedy Pontianak. Kemudian ada seorang komika perempuan yang masih muda dan sangat berbakat.
Ini adalah pertunjukkan yang sangat istimewa menurutku, karena untuk pertama kalinya aku melihat seorang komika mengenakan Rosario dan membacakan Injil di panggung.
Paulus Aan, dia adalah seorang guru yang sedang menjajal kemampuannya di panggung stand up comedy, entah karena kecintaannya pada dunia komedi atau karena dia bosan mengajar. Malam ini dia berhasil membuka mini show ini dengan tawa pecah dari penonton. Tawa yang jelas menjadi nyawa bagi para komika yang akan tampil berikutnya, tawa yang menjadi nyawa bagi acara ini.
Dia berhasil mengemas materinya dengan apik, bit-bitnya tentang suku Dayak sangat menghibur dan jauh dari kesan SARA.
Minoritas berhasil diangkatnya ke permukaan, dan dijadikannya kekuatan. Aku terkesima saat dia membacakan salah satu ayat dari injil, bukan karena aku beragama Katolik, tapi karena ini tidak pernah terpikirkan sama sekali olehku. Kemudian penyampaiannya yang menggunakan bahasa Indonesia sangat mempengaruhi seberapa sering tawaku pecah. Karena jujur saja selama ini aku sedikit terganjal dengan bahasa. Bukan tidak mengerti, tapi jelas rasanya berbeda karena aku tidak tinggal di Kota ini sejak kecil. Dan terimakasih Paulus Aan malam ini kamu menyelamatkanku dari siksaan "bete di awal acara". Ini merupakan kali pertama aku menyaksikan pertunjukanmu, dan sangat tidak mengecewakan, lucu banget.
Pandji Pragiwaksono (komika favoritku) mengatakan bahwa Stand up Comedy itu bukan suatu trend, bukan sesuatu yang sesaat tapi Stand up Comedy adalah sebuah pilihan, sebuah pilihan komedi. Orang Indonesia menjadikan Stand up Comedy sebagai pilihan comedy karena sudah terlalu lama disuguhi dengan komedi yang menonjolkan gerakan dan lelucoan belaka, atau teka-teki jenaka. 
Stand up Comedy hadir sebagai sebuah aliran komedi yang baru di Indonesia. Dan eksistensinya tidak diragukan lagi, ini terbukti dengan banyaknya komunitas-komunitas pencinta Stand up Comedy bermunculan di berbagai daerah di Indonesia.
Untuk membuktikan bahwa Stand up Comedy bukan suatu trend sesaat makan para komika, para penabur tawa ini perlu dukungan dari masyarakat. Caranya sederhana, dukunglah komika lokal di daerah masing-masing. Ini sebagai bentuk loyalitas kita pada Stand up Comedy. Pada tawa yang merdeka.
Di sini kita bebas tertawa, bebas menertawakan diri sendiri, menertawakan kebodohan tanpa malu-malu, tanpa tersinggung, tanpa takut. 
Berbekal pemahaman tentang Stand up Comedy yang sedikit banyak kudapatkan dari buku Merdeka dalam Bercanda karya Pandji maka aku berkomitmen untuk selalu mendukung keberadaan Stand up Comedy, aksi nyatanya adalah mendukung kegiatan para komik lokal.
Ini bukan kali pertamaku menghadiri event-event dari Stand up Comedy Pontianak. Beberapa kali aku pernah menonton pertunjukan mereka sendirian, tanpa teman, karena aku jomblo. Abaikan itu.
Kali ini aku datang sendiri lagi, setelah diledek seorang teman dari komunitas stand up comedy Pekanbaru. "Mending cari teman dulu deh, nonton stand up comedy sendirian nggak enak loh". Tapi penampilan pertama dari Paulus Aan berhasil membuatku merasa nyaman, bahkan semakin antusias untuk menyaksikan pertunjukan berikutnya dari komika favoritku di komunitas ini.
Haris Rayista, dia adalah jagoanku di stand up comedy Pontianak. Hehe. Sejak 2013 sampai hari ini, aku baru menyadari gayanya di foto nggak berubah-ubah. Selalu mengacungkan salam perdamaian, peace. Salam V; Victoria yang artinya kemennangan, di Indonesia dijadikan jargon partai politik;salam dua jari.
Abaikan.
Jadi sejak pindah ke kota ini dan pertama kali menyaksikan performancenya aku langsung tertarik untuk mengikuti pertunjukan berikutnya. Karena itulah aku selalu meminta foto bareng tiap selesai acara. Dan setelah diperhatikan gaya bang Haris nggak berubah sejak dua tahun yang lalu. Hahaha.
Milikilah seorang jagoan dan selalu dukung mereka. Semoga dua komika lucu ini semakin rajin menulis materi dan semakin sering menjajal kemampuan stand up mereka.
Over all acara FUN7ASTIC sangat menghibur, mengocok perut dan membuatku melupakan lapar.
Semoga stand up comedy Pontianak semakin banyak menghasilkan komika lucu. Yang tidak hanya lucu tapi juga bisa membagikan wawasan mereka pada penikmat stand up comedy.


This entry was posted in