Saturday, August 08, 2015

ANTARA MEA (MASYARAKAT EKONOMI ASEAN) DAN MAHASISWA SALAH JURUSAN

Selamat pagi para mahasiswa salah jurusan. Bagaimana malammu tadi ? apa ada yang mimpi buruk karena berita di televisi lebih horor dari film hantu ?
Akhir-akhir ini pemberitaan di televisi tidak jauh dari berita tentang perekonomian negara ini. Nilai rupiah yang anjlok,harga barang yang semakin naik, sampai tindak kriminal yang meningkat akibat tuntutan hidup.
Hidup mulai terasa tidak asik kalau kita melihat berita, tapi akan kembali asik kalau gebetan kita ngajak ketemuan. Eak.
Bicara mengenai perekonomian negara, ini jelas merupakan sebuah masalah yang butuh penyelesaian secepatnya. Dan sebagi seorang mahasiswa yang salah jurusan dan pemalas maka aku hanya bisa berdoa semoga pemerintah diberi kekuatan untuk menghadapi badai besar ini. Ahhhhkkkkkk jangan baca jangan baca. Itu bercanda. Lupakan.
Jadi gini, akhir tahun ini MEA akan dibuka. Serius ni nggak tau MEA ? Haahhhh ??? Jadi MEA itu adalah singkatan dari Masyarakat Ekonomi Asean, merupakan istilah untuk pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara. 
Dibukanya MEA menyebabkan persaingan di dunia kerja semakin meningkat, terutama profesi khusus. Kita tidak hanya bersaing dengan teman sekantor kita tapi juga dengan orang-orang dari negara tetangga. 
Semua orang harus bisa menunjukkan kemampuannya, profesi-profesi khusus seperti dokter, pengacara dan akuntan akan banyak bersaing dengan orang-orang dari luar negeri.
Ini terdengar seperti kabar buruk bagiku.
Aku adalah seorang mahasiswa salah jurusan, tidak tahu skillnya apa, setiap hari berleha-leha di rumah, tidak tahu menahu tentang organisasi kampus apa lagi kegiatan yang bersangkutan dengan itu. 
Aku mulai galau. Sangat galau. Keresahanku ini kemudian kusampaikan pada abangku. Aku menceritakan padanya ketakutanku menjadi seorang sarjana tanpa keahlian, aku tidak ingin jadi seorang pengangguran. Dan dia menanggapinya dengan ejekan "Makanya tiap hari jangan baca novel,jangan waktunya habis buat autis sama gadget".
Aku cemberut. Lalu berpikir. Benar juga ya.
Aku tahu tantangan di dunia kerja akan besar, dan aku ini bukan Nobita yang punya teman seajaib Doraemon. Tidak ada yang bisa membantuku kalau bukan diriku sendiri. Aku harus berbenah.
Meskipun aku salah jurusan bukan berarti aku ini telah gagal, tidak aku tidak gagal. Aku hanya harus lebih serius menekuni jurusan yang telah kupilih (dengan terpaksa). Kalau ingin unggul di dunia kerja maka aku harus jadi tenaga kerja yang handal. Aku harus jadi sumber daya yang diperhitungkan nantinya sehingga aku tidak akan kalah bersaing dengan orang-orang dari luar itu.
Aku sadar bahwa aku punya tanggung jawab pada oranguta dan keluargaku. Aku tidak ingin jadi pengangguran. Sungguh MEA, hari ini kau telah menjernihkan pikiran seorang mahasiswa salah jurusan. Terimakasih (memeluk televisi).
This entry was posted in