Thursday, July 30, 2015

Bukit Saran, Tempat yang Harus Dikunjungi Pendaki di Kalimantan Barat



Akhir-akhir ini wisata alam memang sedang diminati, apalagi semenjak sebuah stasiun tv swasta menayangkan program penjelajahan alam. Well, sekarang ada banyak acara tv tentang petualangan yang menurut saya punya pengaruh besar terhadap minat masyarakat untuk mengenal wisata alam.
Wisata alam itu bermacam-macam, ada yang mendaki bukit, ada yang melakulan penjelajahan di hutan, bermain arung jeram, ada yang pergi ke pantai, menyelam atau sekadar bermain pasir.
Kalimantan menjadi salah satu tujuan liburan orang-orang yang senang petualangan berat. Penjelajahan di hutan untuk menaklukan diri sendiri menjadi alasan kedatangan para turis, Kalimatan memang terkenal dengan hutan belantaranya. Arung jeram di hulu sungai juga menjadi kegiatan yang disenangi.
Tulisan kali ini akan membawa pembaca berpetualang di tengah gagahnya hutan kalimantan, tepatnya adalah Bukit Saran, sebuah bukit yang terletak di Desa Riam, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.
Salah seorang teman saya mengunjungi tempat ini dan mengabadikannya, hasil jepretannya benar-benar mengagumkan. 

BUKIT SARAN 1741 MDPL


Welcome to heaven. Untuk anak pecinta alam hutan lebat yang masih alami seperti ini adalah surga. Bukit Saran menyajikan panorama hutan tropis yang sangat alami karena memang belum terjamah oleh manusia-manusia bertangan kapitalis. Pohon-pohonnya tinggi berdiri kokoh dengan cabang yang banyak dan dan daun lebat sehingga membentuk kanopi.
Nuansa hijau di mana-mana. Tidak hanya pada dedaunan tapi juga batang-batang dan akar pepohonan yang berwarna hijau karena ditumbuhi lumut.


Perjalanan menuju bukit Saran dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari Desa Riam, sekitar 7-8 jam. Lumayan untuk olahraga kan. Yah namanya juga mendaki. Hahaha. Sepanjang perjalanan akan sering dijumpai sungai-sungai kecil seperti ini.


Untuk yang hobby makroan sebaiknya membawa lensa makro saat mendaki bukit Saran karena dijamin pasti akan bertemu serangga-serangga kecil atau kadal yang mungkin belum pernah ditemui sebelumnya. Seperti foto kadal di bawah ini. Foto ini diambil dengan lensa sigma 17-70 karena temanku tidak membawa lensa makro.


Setelah seharian menyusuri jalanan di tengah hutan maka sampailah di puncak bukit Saran. Haaaa inilah dia. Seperti berada tiga meter di bawah langit. Pohon-pohon seolah menyentuh awan. Beginilah hutan tropis di atas bukit.



Beberapa daerah di Kalimantan Barat menawarkan wisata alam yang tidak kalah menarik dengan wisata alam di daerah luar. Hanya saja belum terekspose karena memang masih sedikit yang menjajaki tempat-tempat menarik di Kalbar. Bukit Saran adalah hiburan sekaligus tantangan, dengan berjalan kaki 7-8 jam maka sensasi petualangannya benar-benar super. Meniti batang kayu untuk menyebrangi sungai kecil sampai beristirahat di bawah batu besar merupakan pengalaman menyatu bersama alam, temanku bilang bahkan alam menyediakan rumah untuk kita. heee.
Dengan melihat foto-foto ekspedisi Bukit Saran dari temanku kerinduanku akan suasana kampung yang hijau dan sejuk sedikit terobati. Yah walaupun tetap ngiri. Hiks. Ekspedisi bukit Saran ini dapat teman-teman lihat di youtube juga loh. Lihat di sini https://www.youtube.com/watch?v=WRyAa8OQBiU 
Dan terimakasih Theofilus Irwan sudah berbagi cerita tentang perjalanannya. Nah untuk teman-teman pecinta alam yang tertantang untuk berpetualang silahkan menjelajahi bukit Saran, untuk teman-teman di Kalbar yang pengen banget foto di puncak, hmmm udah deh nggak usah jauh-jauh, pergi ke Desa Batu di Sintang aja deh, nikmati pemandangan dari puncak bukit Saran. Semoga wisata alam Kalbar lainnya dapat kita nikmati seperti ini juga ya. Tidak hanya dinikmati oleh pengunjungnya tapi oleh teman-teman yang belum pergi ke sana, jadi siapkan kamera dan berpetualanglah.
This entry was posted in