Friday, May 29, 2015

Terimakasih


Waktu kecil kata ini sering kita ucapkan dengan huruf i yang sangat panjang. Terimakasiiiiih. Kalau ada yang memberi sesuatu dan kita menerimanya pasti ditanya "bilang apa?" dan dengan polosnya kita bilang "makasiiiiih". Tapi seiring bertambahnya usia dan kita semakin dewasa kata ini sudah bukan suatu paksaan lagi untuk kita katakan. Ada yang selalu mengucapkan terimakasih dan ada pula yang entah kenapa sangat jarang mengucapkan kata ini walaupun sudah jelas seharusnya kata ini diucapkannya. Alessandro D Avenia, penulis novel Italia berjudul bianca come il latte, rossa come il sangue, pada halaman terkahir novelnya pada bagian ucapan terimakasih, mengatakan bahwa kata terimakasih adalah kata yang harus sering kita ucapkan jika ingin hidup bahagia di dunia. Dan itu benar, aku setuju sekali. Kadang hanya dengan satu kata terimakasih akan tercipta obrolan-obrolan hangat sepanjang antrian di loket XXI, hanya dengan satu kata terimakasih akan terjalin sebuah hubungan dekat di antara dua orang yang mungkin sebelumnya salah satunya beranggapan bahwa orang itu pasti galak atau sombong atau kami tidak akan bisa mengobrol, bahkan kadang hanya dengan satu kata terimakasih hidup seseorang bisa berubah, dengan ajaibnya ada pertolongan-pertolongan lain yang datang dari satu kata itu
Kata terimakasih menunjukkan sebuah keakraban, ah lebih dari itu, sebuah penghargaan ? hmm mungkin kata penghargaan terlalu arogan jika disandingkan dengan ucapan terimakasih. tidak, tidak begitu, terimakasih itu menunjukkan bahwa seseorang itu baik. Hehe baik itu luas kan ? nah baik seperti yang kalian pikirkanlah yang aku maksud entah itu baik berarti rendah hati atau baik karena ramah, sopan atau baik jenis lainnya, terserahlah, terserah kalian berpikir baik seperti apa, karena memang seseorang yang mengucapkan kata terimakasih adalah orang yang baik. Karena dengan mengucapkan kata itu berarti orang tersebut menghargai orang lain yang ada di  sekitarnya terutama pada orang yang memang seharusnya mendapatkan ucapan itu.
Sedari kecil aku dididik untuk menjadi anak yang sopan, dan bukan salah keluargaku jika ternyata sekarang aku jadi anak yang sedikit tidak sopan. haha. Aku diajarkan utuk mengucapkan terimakasih pada orang lain, sekecil apapun bantuan yang kita dapatkan kita harus mengucapkan terimakasih. walaupun teman kita sekedar membantu mengambilkan selembar kertas di meja sebelah, atau mengoreksi sebuah huruf yang salah dalam tulisan kita, kita harus mengucapkan terimakasih. Meskipun kamu berpikir orang itu jahat dan kamu telah berjanji tidak akan bicara padanya selama kuliah jika dia membantumu kamu harus mengucapkan terimakasih. 
Kata terimakasih menunjukkan kepribadian seseorang. Orang yang tidak pelit mengucapkan kata terimakasih adalah orang yang sangat menghargai keberadaan orang lain, dia tidak harus sopan, atau ramah, atau dikenal sangat supel. Bisa saja orang tersebut orang yang dikenal galak dan jarang tersenyum, tapi ketika ada yang membantunya dia selalu mengucapkan kata terimakasih, itu menunjukkan bahwa dia sangat menghargai sesamanya, orang yang pandai bersyukur. Ada juga orang yang ramah dan mempunyai teman banyak tapi sangat jarang mengucapkan terimakasih, padahal kadang bantuan yang diberikan orang lain padanya sangat besar. Aku tidak mengajarkan bahwa orang yang tidak mengucapkan kata terimakasih adalah orang yang jahat. Tidak. Orang yang membantu juga tidak selalu berharap mendapatkan ucapan terimakasih, hanya saja hidup ini pasti jauh lebih baik jika semua orang pandai berterimakasih. Karena dengan satu kata terimakasih bisa memutuskan sebuah permusuhan, kita akan jauh lebih bahagia jika saling menghragai, dan salah satunya dengan lebih sering mengucapkan terimakasih apa lagi jika sudah mendapat bantuan seseroang.
Sebenarnya aku tidak harus menulis tulisan seperti ini, ah aku jadi merasa seperti kakak-kakak bijak. hahaha. Aku tahu masing-masing dari orangtua kita sudah mengajarkan banyak hal, banyak kebaikan, dan termasuk mengajarkan untuk selalu mengucapkan kata terimakasih. Hanya saja kenyataannya banyak orang yang lupa mengucapkan kata ini. Semua hal terasa indah jika disyukuri, kita harus lebih banyak berterimakasih, tidak hanya pada orang tapi juga pada pegalaman-pengalaman yang kita alami, pada semua hal yang kita miliki. Terimakasih.
Dan terimakasih sudah membuang waktu kalian untuk membaca tulisan ini. Waktu adalah hal yang tidak bisa ditarik kembali, jika seseorang memberikan waktunya untukmu maka orang tersebut memberikan sebagian hidupnya (postingan dagelan). Jadi terimakasih sudah menghabiskan sebagian hidup kalian membaca postingan ini. hihi.

This entry was posted in