Tuesday, May 05, 2015

Mengapa hubungan beda agama ditentang ?


Mengutip sebuah kalimat dari seorang teman malam ini.
Agama diciptakan tidak untuk membedakan justru manusia yang menggunakan Agama untuk membeda-bedakan.

Apa yang salah dengan mencintai seseorang yang agamanya berbeda dengan kita ?

Sebenarnya tidak ada yang salah. 
Perasaan itu dirasakan oleh dua orang, mereka bahagia, saling mencintai, berbagi kasih, mereka memiliki harapan, memiliki sesuatu yang kuat untuk tetap dipertahankan, mereka memiliki cinta. Tapi kenyataannya kita tidak hidup berdua, kita memiliki keluarga, kita hidup dalam masyarakat. Terlalu banyak yang menentang hubungan beda agama sehingga mencintai seseorang dengan agama yang berbeda menjadi seperti sebuah kesalahan.

Kenapa hubungan beda agama itu ditentang ?

Sejak lahir kita sudah dibedakan oleh agama, sebuah perbedaan yang tidak bisa dihindari lagi. Walaupun semua agama mengajarkan kebaikan, tetap saja ada perbedaan. Penerimaan dari anggota keluarga yang lain juga membuat hubungan beda agama ditentang. Kita mungkin bisa saling menerima perbedaan kita dengan pasangan kita, kita bisa memiliki sikap toleransi yang tinggi sehingga sepakat untuk menjalani kepercayaan masing-masing, kita mungkin bisa melakukan itu. Tapi keluarga kita ? belum tentu keluarga dari pasangan kita bisa menerima kenyataan bahwa kita berbeda. Ingatlah hubungan yang kita jalani bukan semata-mata hubungan antara aku dan kamu, tapi juga aku dan keluargamu, kamu dan keluargaku, dan keluargaku dengan keluargamu. 
Alasan lain yang tidak kalah pentingnya adalah tentang Hukum Perkawinan di Indonesia yang tidak melegalkan perkawinan beda agama. Agama mungkin memberi toleransi pada pasangan beda agama yang nekat melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan tapi selagi pasangan tersebut masih tinggal di Indonesia, maka pernikahan beda agama yang dilakukan adalah sebuah pelanggaran hukum. Karena itu banyak yang memberi pilihan untuk ganti agama, ganti pasangan, atau ganti negara.
Dua alasan ini saja sebenarnya sudah cukup menjelaskan bahwa hubungan beda agama memang tidak diingini, baik oleh keluarga, masyarakat maupun negara.

Indonesia adalah negara yang plural, banyak Suku, Ras, dan Agama. Di zaman ini, di mana demokrasi sangat dijunjung tinggi, tidak ada lagi sekat antar satu suku, ras, atau agama. Kita hidup membaur, tidak ada kotak-kotak yang memisahkan. Pandangan generasi masa ini sudah sangat terbuka, toleransi yang tinggi membuat hubungan beda agama banyak terjadi. Bagaimana mungkin sebuah aturan yang diciptakan negara bisa mengendalikan sebuah perasaan ?
Jika melihat dari sudut pandang agama, kita percaya bahwa takdir ditentukan oleh Tuhan. Lalu mengapa kita harus berpisah karena Tuhan jika awalnya Tuhan yang mempertemukan kita ?
Sejak seorang manusia mulai mengerti maka sesungguhnya ia mulai menghidupkan pertentangan di dalam dirinya. Dalam hal ini cinta adalah sebuah perasaan manusiwai, kita tidak bisa menentukan akan jatuh cinta pada siapa, kita tidak bisa menentukan jodoh kita siapa. Mencintai orang yang agamanya berbeda dengan kita adalah hal yang manusiawi, mungkin ada pasangan yang nekat melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan tapi itu bukan hal yang mudah. Sanksi sosial yang diterima sangat berat karena itu orangtua sangat menentang anak-anaknya untuk menjalin hubungan dengan orang yang kepercayaannya berbeda. Dengan hukum perkawinan  yang berlaku di Indonesia yang tidak melegalkan perkawinan beda agama, maka tidak ada pilihan lain untuk pasangan beda agama yang nekat menikah dengan kesepakatan menjalankan agama masing-masing selain melangsungkan pernikahan di luar negeri.


Sesungguhnya perbedaan itu indah, tapi kenyataannya kita tidak bisa melawan arus.
Kita mungkin bahagia tapi bagaimana dengan keluarga kita ? 
***
This entry was posted in