Monday, April 27, 2015

Buku Jedar Power karya Jessica Iskandar

Menurut saya buku Jedar Power karya Jessica Iskandar ini merupakan salah satu buku yang memotivasi untuk kalangan perempuan Indonesia.Tidak hanya menceritakan pengalamannya tapi Jessica juga berbagi kekuatan. Banyak kisah lain dalam kehidupan Jessica Iskandar yang tidak terekspose oleh media, banyak juga pertanyaan-pertanyaan masyarakat tentang kejelasan keluarga kecilnya yang sengaja tidak dijawabnya di depan kalangan media, dalam buku ini Jessica menceritakan semuanya. Alasan-alasan mengapa dia seolah sembunyi, alasan mengapa dia mengambil beberapa keputusan yang menurut penilaian orang lain tidak seharusnya diambil. Banyak kisah lain yang juga diungkapkannya secara santai. Banyak kekuatan yang dibagikannya melalui buku ini, melalui pengalamannya menjadi seorang bintang kemudian menjadi seorang ibu bahkan pengalamannya saat menjadi orang biasa.
Buku ini merupakan bacaan untuk kalangan remaja maupun dewasa. Saya sendiri sebagai remaja sangat menyukai buku ini. Tampilan buku ini sangat menarik, dilengkapi dengan foto-foto pribadi Jessica Iskandar sehingga buku ini terlihat seperti sebuah album. Konsep yang sangat menarik, membuat pembaca tidak bosan untuk membacanya.
Buku yang sangat cocok dibaca oleh ibu hamil karena Jessica juga berbagi kekuatan untuk ibu hamil melalui kisahnya ketika sedang mengandung. Buku ini sangat inspiratif, baik untuk generasi muda agar tetap berkarya maupun untuk kalangan dewasa yang sedang mengalami banyak permasalahan. 
This entry was posted in

Profil Singkat KOPIAH UNTAN (Kelompok Pecinta Seni Mahasiswa Hukum Universitas Tanjungpura)

KOPIAH- Kelompok Pecinta Seni Mahasiswa Hukum

KOPIAH merupakan singkatan dari Kelompok Pecinta Seni Mahasiswa Hukum, salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa yang berada di Universitas Tanjungpura Pontianak dan didirikan pada tanggal 11 September 1996. Kelompok seni ini dibentuk sebagai wadah untuk menampung dan mengembangkan bakat-bakat seni yang dimiliki oleh mahasiswa fakultas hukum Untan. Saat ini anggota Kopiah kurang lebih 200 orang, semuanya adalah mahasiswa fakultas hukum yang masih aktif di kampus. Keanggotaan kelompok seni ini bersifat terbuka, artinya tidak ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi untuk bergabung dalam kelompok, asalkan berstatus sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Untan.
Ketua Kopiah saat ini adalah Hendro Murdianto Wibowo. Pergantian ketua dilaksanakan setahun sekali yaitu beberapa bulan setelah Penerimaan Mahasiswa Baru.

Filosofi Nama Kopiah

Selain singkatan dari Kelompok Pecinta Seni Mahasiswa Hukum nama Kopiah juga dipilih dengan harapan agar kelompok seni ini tetap berada di atas seperti kopiah yang dikenakan di kepala. Harapannya adalah agar Kopiah selalu berkembang dan maju, tetap di atas.

Seni apa saja yang ada di Kopiah ? 

Seperti tujuan awal dibentuknya kelompok ini, untuk menjadi wadah bagi bakat seni yang dimiliki mahasiswa Fakultas Hukum Untan, maka Kopiah menampung semua jenis bidang seni. Karena itulah Kopiah adalah kelompok seni yang kaya. Banyak bidang seni yang bisa ditemui di sini. Ada seni musik, seni rupa, seni teater,dan tari.

 Kegiatan Kopiah

 

Untuk mewujudkan tujuan dari dibentuknya kelompok ini maka Kopiah sering melaksanakan kegiatan baik di lingkungan kampus maupun mengikuti event-event dari luar seperti perlombaan membaca puisi tingkat nasional yang beberapa bulan lalu diadakan di Semarang. Mereka sering juga melaksanakan pertunjukkan teater dan melakukan kerjasama dengan kelompok seni dari fakultas lain di Universitas Tanjungpura. Mereka juga pernah aktif menyanyi di beberapa cafe yang ada di Pontianak. Sebagai salah satu organisasi kampus, Kopiah juga aktif mengadakan kegiatan untuk memperingati hari besar nasional, salah satunya memperingati hari Sumpah Pemuda di Tugu Digulis.


Kopiah mempunyai kegiatan rutin yang dilaksanakan setahun sekali yaitu Kopinter, Kopiah Entertaiment. Kopinter ini diadakan sebagai bentuk kepedulian nyata kelompok ini pada dunia seni. Tujuan diadakannya kegiatan Kopinter adalah untuk memberi kesempatan dan apresiasi kepada masyarakat umum untuk menunjukkan bakat seni yang mereka miliki. Adapun perlombaan yang diadakan yaitu Modern dance kreasi, Freestyle Music, lomba karaoke serta pemilihan Miss Kopinter. Untuk pendaftarannya bisa dilakukan di Sekretariat Kopiah, di fakultas Hukum Untan.





Tidak hanya melakukan kegiatan di bidang seni, untuk menunjukkan kepedulian pada lingkungan sosial Kopiah juga melakukan bakti sosial ke beberapa panti asuhan di kota Pontianak. Kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan jiwa sosial.Beberapa kegiatan lain yang baru-baru ini dilakukan adalah Tarung Puisi dan sebuah pertunjukkan teater yang dipersembahkan dari kolaborasi dengan UKM Seni beberapa Fakultas lain di Universitas Tanjungpura.
 
Dalam acara "Tarung Puisi"




Mental Anak Kopiah


Walaupun masuk menjadi anggota Kopiah tidak memerlukan persyaratan khusus tapi saat memutuskan untuk masuk sebagai anggota maka sebagai pertanggungjawabannya kamu harus menjalani rangkaian kegiatan yang tujuannya melatih mental anggota. Karena Kopiah adalah UKM Seni dan bertujuan mengembangkan bakat seni dari mahasiswa Hukum maka mental anggotanya harus benar-benar mental seorang seniman. Seniman itu kreatif, mental seniman juga harus kreatif, tidak malu untuk menunjukkan kemampuan dalam dirinya. Karena itu untuk melatih mental anggota baru biasanya anak-anak yang baru bergabung di Kopiah akan diajak untuk menunjukkan bakat yang mereka miliki kepada orang umum. Caranya, mereka berdiri di tepi jalan tepatnya di bundaran Bambu runcing atau Bundaran Untan dengan menggunakan atribut yang sudah ditentukan. Mereka bisa menyapa orang di sana, menyanyi atau menari, pokoknya menunjukkan bahwa mental mereka adalah mental pemberani, tidak pemalu, dan mereka kreatif. Sebuah konsep yang dikemas secara menarik sehingga mebuat para peserta merasa tertantang untuk mencoba hal baru, yang bertujuan menunjukkan bakat mereka dalam seni.

Pengukuhan Anggota Baru

Untuk pengukuhan anggota baru setiap tahun diadakan di Singkawang, di sini juga diadakan beberapa rangkaian kegiatan yang tujuannya tidak lain untuk meningkatkan semangat kebersamaan, menanamkan nilai-nilai organisasi dan kreatifitas dalam kelompok.

 

Kopiah "90% bercanda 10% serius"

Seni adalah semua hal yang bergerak. Seni adalah sebuah kreatifitas. Seni itu berantakan, tidak beraturan tapi tertata dengan caranya sendiri,  seni itu Kopiah. Kopiah bukan hanya sebuah kelompok seni bagi anggotanya, tetapi juga keluarga.



Sesungguhnya tidak semua orang bisa berkembang ketika berbaur dalam kelompok, adanya aturan-aturan tertentu justru membuat seseorang merasa dibatasi. Tapi di Kopiah semua aturan yang ada terasa tidak mengekang sama sekali, dengan motto "90% bercanda, 10% serius" anggota dalam kelompok bisa dengan leluasa mengembangkan kemampuannya, saling mengajari, berbagi pengalaman, sama-sama belajar dan saling mendukung.
Anak kuliah itu perlu hiburan. Salah satu cara untuk mendapatkan hiburan di kampus ya bergabung dengan UKM Seni yang sudah tersedia, berkaryalah di sana, kembangkan kreatifitasmu. Mengutip kalimat bijak dari penulis favoritku Raditya Dika "Jika kamu bosan dengan tontonan yang ada buatlah Film sendiri, jika kamu bosan dengan bacaan yang ada buatlah tulisanmu sendiri". Intinya berkaryalah sebanyak-banyaknya. Wujudkan ide-ide di kepala kita. Lihatlah ada berapa banyak seniman besar di negeri ini yang mengawali perjalanannya dari sebuah kelompok. Semoga dengan adanya kelompok seni seperti Kopiah semangat berkarya teman-teman semakin terpacu. Kita muda dan perlu hiburan

Salah seorang alumni Kopiah yang sekarang sudah memiliki galeri lukisan pribadi

Berkreasilah tanpa batas, semoga Kopiah tetap di atas, tetap menjadi tempat yang asik untuk mengembangkan seni yang ada di Fakultas Hukum Untan. Salam kreatif.
This entry was posted in

Saturday, April 25, 2015

When i'm was a little girl

Suka makan sugus ? permen itu loh, permen buah campur susu yang banyak rasanya. Hmmm ini permen kesukaan aku dari kecil. Hee. Permen yang paling susah di dapat di Martinus hahaha. Yah if you know lah Martinus itu di mana. Jadi gini Martinus itu salah satu Kecamatan di Kapuas Hulu, dari kecil aku tinggal di sini. Sampai SMP barulah pindah ke Putussibau. Tadi seorang teman membawakan beberapa permen sugus. Aku lebih suka rasa jeruk sementara dia suka rasa anggur. Jadi sepanjang sore ini kami menghabiskan waktu untuk mengenang masa kecil kami. Mengenang masa-masa di mana kami masih berada dalam pelukan hangat keluarga, soalnya sore ini rasanya kangen banget sama orang rumah. 

Waktu masih kecil permen sugus selalu jadi pesanan pertama kalau kakek ke Putussibau dan aku tidak bisa ikut karena harus sekolah, dulu waktu aku masih SD transportasi dari Martinus ke Putussibau hanya bisa ditempuh menggunakan transportasi air. Jadi kalau ke Putussibau harus naik motor tambang, lamaaaa banget, perginya pagi sampainya besok pagi. Satu hari, satu malam. Makanya kalau tidak ada libur panjang aku tidak dibolehkan ikut pergi. Kalau kakek pulang oleh-olehnya pasti permen sugus sama agar-agar, majalah bobo, buku gambar baru dan pensil warna Luna. Itu bawaan wajib yang harus ada tiap ada orang rumah yang pergi ke Putussibau dan yang paling sering pergi kakek, bapak dari dulu jarang pulang :')

Sekarang sih enak, transportasi darat udah tersedia. Pembangunan udah ada. Mau pakai mobil sampai depan rumah juga tidak masalah. Permen sugus juga udah ada yang jual kok di sana. Hahaha. Tinggal pergi ke warung dapat deh barangnya, dulu perjuangan banget buat dapat permen ini. hee. Temanku bilang kalau dia ngambek biasanya bapaknya beliin permen ini trus udah deh dia hilang ngambeknya. Yah dasar anak kecil, marahnya bisa reda hanya dengan sebuah permen sugus rasa anggur. Coba kalau sekarang, harus mengeluarkan kalimat-kalimat bijak untuk meredakan kemarahan. Aku rindu berpikir sederhana seperti itu, seperti anak kecil. Bahagia dengan hal sederhana. Dulu cuma main boneka-bonekaan pakai jagung muda dari ladang nenek senangnya luar biasa. Tiap hari sesudah aku pulang sekolah nenek pergi ke ladang, aku ditinggal di rumah sama kakek. Tamu kakek selalu ada, rumah nggak pernah sepi. Kadang-kadang kalau malas tinggal aku ikut nenek ke ladang, hmmmm luar biasa menyenangkan. Di ladang kalau musim membakar ladang aku biasanya mengumpulkan kepiting-kepiting yang mati terbakar. Hahaha ya ampun itu menyenangkan pokoknya, aku suka. Kalau pulang ke rumah kotor-kotoran langsung mandi ke sungai, mandinya bawa bungkus agar-agar yang udah kosong. Nah nanti dijadikan cetakan tanah liat trus dibawa pulang ke rumah, besoknya tanah liat itu udah kering dan aku jadikan mainan. Kalau mandi di sungai biasanya aku naik di pundak kakek trus terjun di air. Main selam batu, mandi sampai badan menggigil, bibir membiru. Udah sore baru pulang, nungguin lampu nyala. Lampu nyalanya jam 5 sore trus langsung nonton Carita de Angel yang sekarang tayang lagi di MNC TV. Kalau malam nontonnya Tuyul dan Mbak Yul, Jhinniy oh Jhinny, Putri Duyung, pagi-pagi sebelum lampu padam nonton Telletubbiess, aku suka banget jadi Lala. Nggak tau kenapa waktu kecil aku suka sama warna kuning, ranger aja sukanya ranger kuning. Hahaha. kalau hari minggu nonton Power Rangers sama Pokemon soalnya listrik di sana nyalanya cuma malam, kalau hari minggu baru nyalanya siang jadi baru bisa nonton film-film kartoon yang tayang di siang hari deh. Kasihan banget. Hehe. 
Ah rindu suasana di kampung pokoknya. Mainan di kampung yang benar-benar kampungan. Hahaha main pipit (petak umpet) di depan rumah, memanjat pohon manggis ramai-ramai, mengumpulkan seri cerita rakyat dari susu dancow. Kalau ke sekolah berangkatnya aja rapi, pakai sepatu, topi, dasi segala macam, sampai di sekolah atributnya dilepas. Ya iyalah dari satu sekolahan yang pakai pakaian lengkap bisa dihitung pakai jari, jadi merasa aneh kalau pakai pakaian rapi sementara yang lain acak-acakan. Biasa, anak kampung. Hahaha. Tapi menjadi anak kampung membahagiakan, pokoknya aku bahagia deh dulu. Kapan lagi bisa sebahagia itu. Hal-hal seperti itu yang tidak akan terulang lagi. Sekarang udah beda zaman, aku pulang kampung kemarin mainan anak-anak udah beda. Nggak akan ketemu lagi yang kampungan kayak aku, anak TK di sana aja sekarang kalau main, mainannya udah bukan main cetak tanah mereka main candy crush pakai tab Mito. Yah gitulah, pokoknya sekarang udah beda. Mereka nonton sinetron cinta-cintaan, zaman aku dulu anak-anak nontonnya Pandji Millenium, Saras pahlawan kebajikan sekarang nonton serigala dan harimau-harimau, lagu-lagunya juga udah lagu cinta dulu aku lagunya lagu anak sekolah minggu. Hee

Kalau dilihat masa kecil aku kampungan banget ya. Hahaha ya iyalah kan tinggalnya di kampung, kalau tinggal di kota nenek kakek juga nggak mungkin biarin aku main cetak tanah di tepi selokan -_-
Intinya kebahagiaan yang bebas sebebas-bebasnya aku dapatkan waktu masih kecil. Sekarang lingkungannya udah beda. Aku semakin jarang bersentuhan dengan hal-hal yang bernuansa kampung, pergaulan aja udah beda. Kalau lihat aku yang sekarang mungkin ada yang nggak percaya kalau masa kecilku kuhabiskan dengan bermain bersama alam. Ladang, sungai, tanah becek, gigitan nyamuk yang jadi koreng Hahaha itu akrab banget sama aku. Sekarang pulang ke kampung juga nggak nemuin suasana itu lagi. Semua hal telah berubah.

Begitulah masa kecilku, masa kecil yang sangat menyenangkan. Keluarga juga masih ngumpul semua, nggak mencar-mencar kayak sekarang, pokoknya masa kecil adalah masa yang paling membahagiakan, masa di mana semua hal terasa mudah dan menyenangkan. Tidak banyak pikiran, tidak banyak kekhawatiran. Aku kangen sekali masa-masa itu.

Kenyataannya semakin dewasa seseorang, semakin ribet pikirannya, semakin banyak juga alasan yang dicarinya untuk menjadi bahagia hingga melupakan hal-hal sederhana yang sebenarnya cukup untuk membahagiakan.

Thursday, April 23, 2015

23 April, World Book Day, Selamat Hari Buku Sedunia

Selamat Hari Buku Sedunia teman-teman..

APA ITU HARI BUKU SEDUNIA ?
Hari buku sedunia atau World Book Day adalah sebuah perayaan buku dan literasi yang diadakan setiap tahun di seluruh dunia. Perayaan ini merupakan bentuk penghargaan dan kemitraan antara pengarang, penerbit,distributor,organisasi perbukuan serta komunitas-komunitas yang semuanya bekerja sama mempromosikan bujku dan literasi sebagai bentuk pengayaan diri dan meningkatkan nilai-nilai sosial budaya kemanusiaan.


SEJARAH SINGKAT WORLD BOOK DAY
Di Catalonia, Spanyol pada 23 April diadakan festival mawar untuk merayakan hari St.George. Pada perayaan tersebut pria akan memberikan mawar kepada kekasihnya. Buku menjadi tambahan baru sejak tahun 1923 karena pada 23 April 1923 dirayakan juga hari literatur sebagai penghormatan kepada Miguel de Cervantes Saavedra, seorang pengarang Don Quixote, karya sastra yang dianggap sebagai novel modern pertama di dunia, yang meninggal pada 23 April 1616. Sampai pada tahun 1925 para perempuan Catalonia memberikan sebuah buku sebagai pengganti mawar yang diterimanya pada festival mawar perayaan St.George.
Tradisi ini menaikkan minat terhadap buku, pada masa itu lebih dari setengah penjualan buku terjadi di Catalonia. Sekitar 400.000 eksemplar buku terjual sebagai balasan lebih dari empat juta tangkai mawar.
Pada tahun 1995, Konferensi Umum UNESCO di Paris mengambil festival mawar dan buku itu dan menjadikannya Hari Buku dan Hari Hak Cipta Sedunia. Sejak itulah tanggal 23 April ditetapkan sebagai Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia. Pada tanggal 23 April juga banyak sastrawan besar lahir dan meninggal dunia. William Shakespear, Miguel de Cervantes, Inca Garcilado de la Vega dan Josep Pla meninggal dunia pada tanggal 23 April sedangkan Manuel mejia Vallejo, Maurice Druon, Vladimir Nabokov, dan Halldor Laxness dilahirkan pada tanggal ini.
Di Indonesia sendiri Hari Buku pertama kali dilaksanakan pada tahun 2006, yang memprakarsainya adalah Forum Indonesia Membaca.


SEBERAPA PENTINGNYA BUKU ?
Penting sekali. Sangat penting. 
Buku adalah sumber pengetahuan. Tanpa buku mungkin tidak akan ada ilmu pengetahuan. Semua ilmu pengetahuan yang pernah ada diwariskan secara turun temurun melalui buku. Karena itu ada peribahsa yang berbunyi "Buku adalah jendela dunia". Hanya dengan sebuah buku kita bisa mengetahui seluruh isi dunia bahkan sampai bagian yang tidak pernah kita pikirkan sama sekali. Dengan buku kita bisa mengetahui rahasia besar yang pernah ada di abad sebelumnya, dengan buku kita bisa menjelajahi waktu. Kita bisa berada di masa lalu, masa sekarang, dan masa depan dengan sebuah buku. Buku tidak akan hilang tertelan waktu bahkan ketika peradabaan berganti sebuah buku tetaplah menjadi sumber pengetahuan yang diperlukan untuk masa yang akan datang.

Tuesday, April 21, 2015

Hari Kartini ; Mengapa tanggal 21 April ditetapkan sebagai Hari Kartini ?

Selamat Hari Kartini wanita Indonesia.

Mengapa tanggal 21 April dipilih sebagai hari Kartini ? 21 April itu sendiri merupakan tanggal kelahiran Raden Adjeng Kartini.
Pada tanggal 2 Mei 1964, Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan tanggal 21 April, yang merupakan tanggal kelahirannya untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.

Raden Adjeng Kartini merupakan pelopor emansipasi wanita di Indonesia. 
Lahir dari keluarga bangsawan membuat R.A. Kartini mendapatkan pendidikan yang baik. Dia bersekolah sampai usianya 12 tahun, setelah 12 tahun dia harus dipingit di rumah. Karena sudah mengecap pendidikan maka pola pikir R.A. Kartini sangat berkembang, besar dalam keluarga bangsawan membuatnya berpikiran modern, tidak terbelakang. Dia yang gemar membaca dan mengerti bahasa Belanda sangat tekun belajar di rumah, dia berkirim surat dengan teman-temannya di luar dan mengirim tulisan yang berisi pikirannya tentang perlakuan yang diberikan pada perempuan-perempuan di sekelilingnya.

Perempuan-perempuan di sekeliling Kartini diperlakukan dengan perlakuan yang sangat berbeda, banyak yang dinikahkan secara paksa, dijodohkan dengan lelaki yang tidak dikenal. Pada masa itu sangat sedikit peluang bagi kaum perempuan untuk mengecap pendidikan sehingga kaum perempuan hanya menghabiskan hidupnya untuk menggarap sawah, berkebun, berjualan di pasar, dan melayani keluarga. Hal ini membuat hati Kartini tergerak untuk memperjuangkan hak-hak kaum perempuan, pada tahun 1912 dia mendirikan sebuah sekolah wanita di Semarang. Sekolah ini kemudian menyebar di berbagai daerah lainnya seperti di Surabaya, Malang, Madiun, Yogyakarta, dan beberapa kota lainnya. Dengan pendidikan yang baik pola pikir perempuan pun lebih baik, lebih keras dan lebih terpacu. Tidak ada lagi perbedaan gender, perlakuan khusus atau pengecualian bagi kaum perempuan.

Karena itulah R.A. Kartini dianggap sebagai pelopor emansipasi wanita, inspirasi bagi kaum wanita untuk maju, tidak terkungkung dalam kurungan, inspirasi untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik . Berkat perjuangan-perjuaqngan itulah Presiden Soekarno menetapkannya sebagai pahlawan nasional.
Tanpa Kartini mungkin sampai saat ini tidak akan ada kuota tiga puluh persen bagi kaum perempuan untuk menduduki bangku parlemen, mungkin tanpa kartini tidak akan ada perempuan yang menjadi polisi, tidak akan ada wanita-wanita yang pandai memainkan saham dalam perusahaan, menjadi investor, menjadi arsitek, hakim, pengacara, mungkin tanpanya tidak akan ada wanita yang bisa menjadi seperti apa yang mereka inginkan. Karena sebelum gerakan perubahan yang dilakukan R.A. Kartini, pendidikan bagi kaum perempuan merupakan hal yang tabu dan sulit dicapai sehingga nasib perempuan tidak lebih dari menjadi seorang ibu bagi anaknya dan istri bagi suaminya, status sosial kaum perempuan sangat rendah. Dapur, Sumur, dan Kasur merupakan diksi untuk figur wanita di zaman itu. Untunglah ada sosok Kartini yang dengan tangguh memperjuangkan pendidikan bagi kaum wanita, menjadi inspirasi untuk kehidupan banyak wanita di sekelilingnya hingga mengubah pola pikir semua kaum wanita di Indonesia. 

Maka untuk mengenang jasa Raden Adjeng Kartini, ditetapkanlah tanggal 21 April sebagai tanggal untuk memperingati perjuangan-perjuangan yang telah dilakukannya. Dengan adanya waktu khusus untuk memperingati perubahan besar bagi kaum perempuan ini, diharapkan kaum perempuan Indonesia semakin terpacu untuk maju dan melakukan perubahan, tidak mudah menyerah dan selalu berusaha mengangkat derajatnya sendiri agar tidak dianggap sebagai kaum lemah dan mendapat perlakuan diskriminatif lagi.


Monday, April 20, 2015

KOPIAH UNTAN


Hai. Ujian tengah semester telah selesai. Yuhuuuu. Akhirnya setelah dua minggu akrab dengan slide-slide menyakitkan mata, aku bisa santai juga. Hahaha.
Jadi hari ini aku menjalankan RanProject yang pertama. Untuk menyajikan sebuah tulisan yang informatif bagi pengunjung blog kesayanganku ini aku berencana menulis tentang lingkungan kampusku. Yah walaupun tetap nggak yakin sih pengunjungnya bakal nambah. Hahaha. 
Jadi rencananya begini. Aku akan menulis tentang organisasi-organisasi yang ada di kampus, kelompok pecinta seni misalnya dan beberapa organisasi lainnya. Pokoknya semua hal menarik yang ada di fakultas hukum akan aku ulas dan tuliskan di blog ini. Dan hari ini, aku mendatangi sekretariat KOPIAH (Kelompok Pecinta Seni Mahasiswa Hukum) untuk mencari informasi tentang kelompok seni ini.
Aku mendatangi sekretariat Kopiah sekitar pukul 10.00 pagi, aku sempat ragu mendatangi tempat itu sendirian. Maklumlah ini kali pertamanya aku menginjakkan kaki di sana. Tempatnya tidak terlalu besar, seperti bangunan sekretariat kemahasiswaan pada umumnya. Halamannya sudah ditata sedemikian rupa, ada beberapa pohon yang sepertinya dibiarkan tumbuh dan bangku-bangku kayu yang dibuat tepat di bawah pohon di sebelah kanan, mungkin tempat mereka bersantai sore atau malam hari, ada parkiran khusus yang tidak terlalu luas dan beberapa tumbuhan yang sengaja ditanam sehingga terkesan teduh dan hijau.
Mungkin aku datang terlalu awal karena aku hanya menemui beberapa orang di sana. Dengan senyuman khasku aku menyapa mereka, dan syukurlah mereka bersikap sangat welcome. Aku memperkenalkan diri dan kami saling berjabat tangan. Tidak perlu waktu lama untuk mencairkan suasana, pertanyaan-pertanyaan yang sudah aku simpan sejak beberapa minggu yang lalu (karena aku memang sudah sangat ingin bertemu dengan mereka sejak lama) aku ajukan dengan santai dan mereka menjawabnya dengan ringan, dengan candaan yang membuat suasana semakin akrab. Kami mengobrol banyak, ada feed and back, cukup membuatku terkesan dan aku merasa berhasil menepis mitos yang berkembang bahwa ada pembatas antar kelompok di lingkungan kampus. Kami saling bertukar pendapat, aku sempat mengutaran beberapa saran dan mereka menyambutnya dengan baik.

Kopiah adalah kelompok seni yang sangat kaya. Kenapa ? karena mereka menampung semua jenis seni. Banyak seni yang bisa kita temui di sini, ada seni gerakan, suara, sastra, seni untuk mengolah nada dan memainkan instrumen dan seni lain yang walaupun peminatnya sedikit tetap bisa berkembang dalam kelompok ini. Dengan motto "99 % dibawa santai, 1 % dibawa serius", kita bisa belajar bersama-sama di sini, bersama-sama mengembangkan ide dan kreatifitas, membuat dan mengolah seni yang ada.
Banyak hal menarik yang aku dapatkan dari kelompok ini, dan aku akan menceritakannya pada tulisan berikutnya. Rasanya sangat menyenangkan bisa bertemu dengan orang-orang kreatif seperti mereka, bisa mengobrol banyak, dan mendapatkan informasi yang sangat berarti. Hari ini aku menambah pengetahuanku dan menambah teman tentunya.
Untuk selanjutnya semoga semua orang yang aku temui selalu bersikap terbuka seperti orang-orang yang kutemui di sekretariat Kopiah hari ini. Terimakasih teman-teman yang sudah meluangkan waktunya untuk mengobrol terutama untuk bang Yogi yang sudah menjawab banyak pertanyaanku. Karena hari ini aku belum bisa bertemu dengan ketuanya maka aku pastikan akan datang pada kesempatan berikutnya. Sampai ketemu di RanProject selanjutnya. Hehe.


Wednesday, April 15, 2015

Surat pertama

Kepada Durga.Entah dewi kecantikan atau luka.
Aku ingin menitipkan pesan pada Dewamu.
Katakan padanya aku hampir menyerah.

Pontianak,
15-4-15.
This entry was posted in

Menyemangat Diri Sendiri

By here, by now...

Jangan terperangkap pada masa lalu.
Aku telah melalui sebuah masa, mungkin masa di mana Tuhan sedang mengujiku, hendak menunjukkan sedewasa apa aku dalam menghadapi sebuah masalah. Tahun 2013 dan 2014 rasanya masalah tidak pernah berhenti menghampiri. Rasanya itu adalah masa-masa tersuram yang berhasil aku lalui. Banyak kegagalan yang aku alami, menjalani hidup jauh dari keluarga, mencoba terbiasa dengan lingkungan baru yang tidak menyenangkan, sampai musibah dalam keluarga kami terjadi. Aku berhasil melaluinya, berhasil menepis perasaan pesimis dalam diriku akibat kegagalan berulang yang aku tak percaya bahwa aku melakukannya, aku tak pernah gagal dalam bidang itu sebelumnya. Kemudian harus berpisah dengan keluarga yang selama ini melindungku karena aku melanjutkan pendidikan, berpisah dari mereka adalah ketakutan terbesarku selama ini. Sejak kecil aku tak pernah jauh dari keluarga, mereka yang melindungiku, sungguh tanpa keluargaku aku merasa sangat kecil, tidak terlihat, aku bukan apa-apa tanpa mereka. Aku adalah sleeping child, aku takut jauh dari mereka. Tapi karena itu suatu keharusan, aku menguatkan tekad, dan kami berhasil, aku tak pernah kekurangan kasih sayang sekalipun jarak memisahkan. 
Dan lingkungan baruku sangat tidak menyenangkan, aku dikelas para pekerja dan mereka kebanyakan orang-orang dewasa, tidak seumuran denganku. Aku masih 17 tahun waktu aku masuk di semester pertama. Dan berada di lingkungan 20 tahun ke atas sangat amat tidak menyenangkan, hampir setiap malam aku menangis di perjalanan pulang menuju rumah, motorku ku pacu kencang-kencang dan tangisku ku biarkan tumpah begitu saja. Aku tidak ingin kuliah di sana. Sebenarnya.
Masa-masa sulit itu berhasil aku lewati, jauh dari keluarga dan berada di lingkungan yang membosankan. Sampai akhirnya musibah itu datang. Tahun 2014 kami kehilangan dua anggota keluarga sekaligus. Aku tidak akan menceritakan hal ini. Awal 2015 aku patah hati.
Rasanya jika  mengingat kesedihan-kesedihanku dari awal masuk kuliah sampai sekarang, mungkin akan sangat sulit untuk membangun pribadi yang seperti ini. Aku, menurut teman-temanku, adalah pribadi yang periang. Aku berhasil menyimpan semua masalahku rapat-rapat, berbagi dengan orang yang tepat.
Dan yang terpenting adalah jalanilah hari ini tanpa tenggelam pada masa lalu, baik masa susah maupun masa senang. Move, go on, kita tidak hidup untuk seribu tahun. Itulah yang sedang kujalani, aku tidak boleh malas hanya karena lingkungan yang tidak menyenangkan, dan tidak boleh berlarut dalam kesedihan karena aku ditinggalkan. Move and go on.

Kamu tidak pernah benar-benar sendiri...
Saat aku menulis ini, aku baru saja patah hati.
Aku adalah orang yang agak tertutup, pergaulanku sempit, aku tidak pernah keluar dari zona nyamanku. Sampai pada suatu hari di tahun lalu aku menemukan yang aku cari. Dia adalah orang yang mematahkan hatiku saat ini. Aku jatuh cinta padanya, pada seorang lelaki berambut gondrong, berpenampilan aneh, tapi sangat baik, dia santun walaupun penampilannya sangar. Dia seperti dunia baru bagiku, bersamanya aku seperti menemukan sebuah buku asik yang tidak membuat bosan, yang tidak pernah habis kubaca, kami memutuskan berpacaran, dan semua hal terasa indah, indah karena ada orang yang melindungimu selain keluargamu, aku merasa menjadi berarti bagi orang lain. Aku juga semangat kuliah sejak mengenalnya. Tapi ternyata kami tidak selamanya sejalan, kami berpisah. Dan setelah berpisah dengannya aku merasa sangat sendiri. Kehilangannya sama seperti kehilangan sosok teman juga. Aku merasakan sepi yang lebih panjang dari biasanya, sampai akhirnya aku menyadari bahwa sesungguhnya aku tidak benar-benar sendiri. Aku punya keluarga, aku punya teman, aku punya kehidupan yang bahagia bahkan sebelum aku mengenalnya.
Saat ditinggalkan kamu mungkin merasa sebagian dari duniamu seolah berakhir, bahkan hal-hal lucu terasa biasa saja dan tak mampu membuatmu tertawa. Mungkin juga kamu menangis seharian, meratapi kepergian seseorang yang sangat kamu inginkan berada di sampingmu, mengutuk keadaan bahwa ternyata kalian tidak bisa bersama. Itu wajar, semua orang yang pernah kehilangan pasti pernah melakukan hal ini. Hanya saja, sadarilah kamu tidak pernah benar-benar sendiri, kamu boleh saja kehilangan satu orang dalam hidupmu tapi percayalah ada orang lain yang tetap bersamamu dalam situasi apapun. Mereka adalah keluargamu, teman-temanmu. Berbagilah dengan mereka, rasakan bagaimana indahnya sebuah kepedulian. Berhenti meratapi sesuatu yang tidak pernah berhasil.

Friday, April 03, 2015

Semacam Masturbasi

Aku menghubunginya lagi. Entahlah ini yang keberapa kalinya aku melanggar janji yang kubuat sendiri. 
Dia adalah orang yang sampai hari ini menjadi tokoh utama dalam kisahku, masih menjadi yang pertama kuingat saat hendak tidur, suaranya masih menjadi suara yang paling sering kudengarkan setiap hari dan lagu-lagunya masih menjadi lagu penyemangat pagiku. Dia adalah sepenggal kisah yang hilang dari cerita bahagiaku, dia sesungguhnya adalah sebuah lagu cinta yang berakhir tanpa refren, sebuah tea hangat yang terlanjur menjadi dingin bahkan sebelum gula dicampurkan, dia adalah yang seharusnya sudah berlalu tapi dengan sengaja kutahan entah untuk alasan apa.
Janji yang paling sering aku ingkari adalah "Aku janji nggak akan hubungi kamu lagi". 
Seharusnya tidak perlu membuat janji seperti ini kalau saja aku sama dengan yang lainnya, sama bisa menerima keadaan. Nyatanya aku berbeda, akulah si keras kepala yang pantang menyerah. Tanpa alasan yang penting selain rindu aku selalu mengusiknya, aku tahu itu mengganggunya tapi aku masih saja melakukannya. Kadang pesanku tak berbalas, kadang juga tak terbaca, yang jelas aku tahu itu sengaja dilakukannya. Karena dia paling tahu cara membuat perempuan sakit hati, yaitu diabaikan. Hanya saja aku bukan perempuan yang sama, aku berbeda, hal-hal menyakitkan seperti itu tidak akan membuatku menyerah.
Yang jelas, menjadi keras kepala dan pantang menyerah itu tidak enak. Sebenarnya tidak ada yang enak saat semuanya sudah mulai dipaksakan. Tapi aku tidak terlalu menyesali diriku menjadi begini, karena benar kata penulis favoriteku Raditya Dika, bahwa seseorang belum pernah jatuh cinta jika dia belum merasakan susah tidur karena kangen. Dan itulah yang kualami, susah tidur karena kangen. Setiap malam aku mencoba tertidur dengan suara-suaranya dalam nyanyian, memutar ulang lagu terakhir yang dinyanyikannya untukku sebelum kami berpisah. Setiap malam aku memandangi fotonya, dan menangisi pesan-pesanku yang sengaja tak dibaca. 
Tidak mudah melewati hari-hari seperti ini, hari-hari penuh rasa kehilangan, kerinduan, dan saat semuanya bercampurakan  menjadi sakit yang teramat dalam di hati. Karena itulah aku masih sering mengingkari janjiku, karena sakit yang teramat itulah aku jadi kebal, kadang tidak tahu untuk apa aku menghubunginya. Yang jelas aku sangat senang setelah mengungkapkan perasaanku lewat pesan-pesan dengan emoticon menangis atau merengut, meskipun pesan itu tak terbalas. Untuk apa aku melakukannya ? hubungan kami bahkan tidak akan membaik karena aku sering menghubunginya. Semuanya berakhir dengan kesia-siaan belaka. Tapi kenapa aku masih melakukannya ? kenapa aku masih menghubunginya padahal itu tidak akan berdampak apa-apa untuk hubungan kami ?
Semacam masturbasi. Aku melakukannya hanya untuk membuat hatiku senang, seperti memuaskan nafsu semata. Tidak ada yang berubah setelah aku megiriminya pesan. Dia tidak akan merespon apa-apa karena saat ini hubungan kami tidak lebih dari sebuah pertemanan. Lalu kenapa aku masih keras kepala dan pantang menyerah untuk meghubunginya meskipun aku tahu itu tidak akan dipedulikan ? yah itu dia, karena aku melakukannya hanya untuk kepuasan semata. Hanya untuk menuangkan rindu terpanjang yang pernah kurasakan, hanya untuk memuaskan sakit. Seperti masturbasi, tidak berdampak apa-apa, hanya untuk memuaskan diri sendiri.
This entry was posted in