Monday, March 09, 2015

Hal-hal yang dimengerti setelah jauh dari orangtua

Selama tinggal bersama orangtua kamu pasti pernah merasa orangtuamu tidak pengertian. Kamu pasti pernah merasa risih saat ayahmu selalu menelponmu ketika kamu sedang ngumpul bersama teman-temanmu dan mendapatinya duduk di ruang tamu dengan cemas menunggumu pulang, mungkin kamu pernah ngambek saat ibumu mengomel tentang kebiasaan burukmu bangun kesiangan, atau kamu pernah merasa orangtuamu tidak adil karena selalu memberi uang saku lebih pada kakakmu yang sedang kuliah di kota yang berbeda.
Di bawah ini ada beberapa hal yang mungkin baru kita sadari setelah kita berpisah dengan orangtua kita, berpisah karena alasan melanjutkan pendidikan.

SEGALA SESUATU ADA WAKTUNYA

Seringkali kita merasa dikekang oleh orangtua kita, merasa diatur dan dibatasi. Keluar tidak boleh lama-lama, tidak boleh mengendarai kendaraan sebelum mempunyai SIM, tidak boleh begadang sampai subuh, tidak boleh jalan berduaan sama pacar, tidak boleh menggunakan make up tebal, tidak boleh menggunakan rok pendek, dan tidak boleh tidak boleh lainnya.
Kita sering bertengkar dengan orangtua kita karena larangan-larangan yang mereka buat, membohongi mereka hanya untuk kesenangan kita, mengabaikan aturan-aturan yang mereka buat, aturan yang menurut kita menyebalkan, membuat kita kesal kenapa harus mempunyai orangtua seperti mereka. Sampai akhirnya saat harus berpisah dengan mereka, saat itulah kita akan menyadari bahwa hal yang paling kita rindukan dari mereka adalah aturan-aturan yang membosankan itu.
Saat berpisah dengan mereka kita benar-benar mengurusi diri kita sendiri, tanpa campur tangan mereka lagi. Tidak ada larangan untuk begadang, menggunakan make up atau rok pendek ketika pergi ke mall. Dan saat itulah kita menyadari bahwa semua memang ada waktunya. Orangtua kita selama ini hanya sedang menuntun kita, mereka tidak pernah benar-benar mengikat kita pada satu tempat, mereka hanya menyimpan apa yang harus kita gunakan di kemudian hari, mereka menyimpan "waktu itu", waktu untuk kita gunakan pada saat yang tepat. Dan saat jauh dari mereka silahkan, silahkan lakukan apa yang selama ini mereka larang, lakukanlah karena sekarang memang waktunya dan lihatlah mereka memang tidak melarang kita lagi kan ?
Sebesar apapun kebebasan yang kita dapatkan saat jauh dari orangtua, itu tidak sebanding dengan kenyamanan saat bersama mereka.
Meskipun orangtua kita kadang over protectif bukan berarti mereka tidak ingin melihat kita bahagia bergaul bersama teman. Percayalah semua orangtua selalu ingin membahagiakan anak-anaknya.
Segala sesuatu ada waktunya. Dan saat sudah tidak bersama mereka, saat itulah kamu menyadari itu.


HEMAT ITU HARUS

Saat masih bersama orangtua kita, kita tidak pernah terlalu perhitungan mengeluarkan uang. Pokoknya ketika bersama orangtua tidak ada keresahan untuk hari esok, semuanya terasa mudah, terasa tentram.
Jarang sekali kita berniat menabung. Saat mendapat uang tambahan kita pasti langsung berpikir keras hendak menggunakannya untuk apa. Boros terasa biasa saja saat kita masih bersama orangtua kita.
Tapi saat sudah berpisah, saat jauh dari orangtua, saat itulah kita akan menyadari bahwa hemat itu adalah suatu keharusan. Akan timbul penyesalan kenapa kita mengabaikan nasehat mama untuk berhemat. Kita akan memahami alasan kenapa mama selalu memberi uang saku lebih banyak pada kakak yang kuliah di luar kota. Saat berpisah dengan orangtua kita harus bisa mengatur keuangan kita, harus pandai menggunakannya untuk keperluan yang selalu ada, bahkan kadang mendadak.
Uang receh yang biasanya kita abaikan bisa menjadi penyelamat saat akhir bulan, bahkan uang-uang receh itu sengaja dikumpulkan untuk membayar fotocopy atau membeli roti, saat jauh dari orangtua boros adalah sesuatu yang tabu, kita akan mengerti betapa sulitnya menjadi orang yang hemat. Dan saat jauh dari mereka kita juga akan lebih menghargai nilai dari uang itu, menghargai usaha keras orangtua kita untuk memberikan uang saku bulanan, semua pengeluaran yang kita lakukan terasa seperti sebuah tekanan, bahkan kadang sesudah berbelanja kita akan termenung memandang struk belanjaan dan menghela nafas panjang, akan ada rasa menyesal saat menyadarii kita membelanjakan uang terlalu banyak, apa lagi jika mengeluarkan uang untuk sesuatu yang ternyata tidak terlalu diperlukan.
Karena itu, sebelum penyesalan-penyesalan itu datang belajarlah untuk mengatur keuangan kita mulai dari sekarang. Apalagi jika masih bersama orangtua, kita pasti sering mendapat uang tambahan, tabunglah, karena saat sudah jauh dari mereka hemat itu adalah keharusan.

HARUSNYA AKU BELAJAR "INI" DARI DULU
Pernah diteriak-teriaki mama dari luar karena lama nggak keluar kamar ? diomeli gara-gara kamar berantakan ? dikatain pemalas karena tidak bisa memasak dan mengerjakan perkerjaan rumah ?
Hampir setiap hari omelan mama pasti itu-itu saja, perihal kamar yang berantakan, pekerjaan rumah yang terbengkalai karena lebih memilih menontoh atau membaca novel daripada mengepel dan mencuci piring, diomeli karena tidak bisa memasak, menyetrika tidak rapi, dan omelan-omelan lainnya yang sampai membuat kita jenuh berlama-lama di rumah.
Waktu masih bersama orangtua, kita seringkali bermanja-manja. Saat weekend mama sibuk di dapur kita pasti menyibukkan diri supaya tidak diajak memasak, entah kenapa memasak itu sangat sulit rasanya, mengumpulkan niat untuk melakukannya sangat payah. Mungkin yang ada pembantu bahkan tidak pernah mengerjakan pekerjaan rumah sama sekali.
Ketika sudah berpisah dengan orangtua barulah kita mengerti kenapa dulu mama sangat ngotot mengajari kita melakukan hal-hal itu. Membersihkan kamar dengan teratur, mengelap lantai supaya debu-debunya tidak melekat, melipat dan menyetrika pakaian dengan rapi, memasak nasi dan sayur dengan benar, mencuci piring sampai benar-benar bersih. Saat berpisah dengan orangtualah baru kita menyesal mengapa tidak belajar melakukannya dari dulu.
Tidak ada mama berarti tidak ada yang memasak, maka dengan terpaksa kita harus memasak sendiri. Mengandalkan makanan di luar tidaklah baik, dengan sendirinya kamu akan mengerti nanti. Niat untuk memasak akan muncul dengan sendirinya saat kamu tinggal sendirian, apalagi jika konsep hemat itu sudah melekat dalam dirimu maka membeli makanan di luar itu tidak dianjurkan untuk sering dilakukan.
Begitu juga dengan mencuci, melipat, dan menyetrika pakaian. Kita tidak mungkin mengeluarkan puluhan ribu rupiah hanya untuk membayar biaya laundry, karena itu mau tidak mau kita harus melakukannya sendiri. Memang tidak mudah, apalagi jika selama bersama orangtua kita tidak pernah mencuci dan menyetrika baju sendiri. Tapi saat sudah tidak bersama mereka hal ini harus kita lakukan sendiri.
Kemudian membereskan rumah, menyusun ini itu, menata letak barang-barang dalam ruangan. Semua hal yang terasa sulit dilakukan sewaktu kita masih bersama orangtua akan terasa mudah dengan sendirinya, dan alangkah lebih mudahnya jika kita sudah mempelajari itu sejak dulu, sejak masih bersama mama, orang yang selalu menawarkan diri untuk mengajari kita tapi selalu kita tolak dengan alasan malas. Karena itu, kalau masih serumah dengan mama, mumpung ada mama ayo belajarlah mengurusi pekerjaan rumah supaya tidak kagok saat harus tinggal sendiri nanti.

Banyak hal sederhana yang kita abaikan selama kita masih bersama orangtua kita. seringkali kita memusuhi mereka karena nasehat mereka padahal nasehat itu untuk kebaikan kita sendiri.
This entry was posted in