Sunday, March 29, 2015

Rindu

Dan kami berjumpa lagi. Saling bertatapan dalam diam, berbicara melalui pikiran masing-masing. Kami diam dan tanganku menggengam jarinya, erat. Aku tahu waktu akan berlalu dengan cepat, selalu cepat bagi orang yang membutuhkan. Dan tak akan kubiarkan waktu itu berlalu percuma, aku ingin menghabiskannya di sini, bersamanya. Meski dalam diam sekalipun. Aku sangat merindukannya.
Kami masih berhadapan, tangan kami masih erat menggenggam satu sama lain. Sampai akhirnya pelayan itu datang membawa segelas mocacino hangat. Menyentakkan lamunanku. Melepaskan genggaman kami, membuyarkan pikiranku, dan mengacaukan khayalanku. Aku duduk sendirian sedari tadi, memandang senja yang tak indah oleh mendung, menggengam jemarinya dalam ingatanku. Aku sedang berkhayal tentangnya, aku memikirkannya, ah aku sedang merindukannya.

0 comments:

Post a Comment