Thursday, February 12, 2015

Untuk mama-ku yang tercinta

Untuk Mama-ku yang tercinta :

Lidwiana Maria Neneng Son

Lusia Son

Farida Son

Adellide Issa Son

Hallo mama-mama sibuk sedang apa kalian ?

Pontianak sedang panas terik, syukurlah jadi jemuran kami kering. Hahaha. Apa kalian sangat sibuk siang ini ? tak seorang pun membalas pesanku. 

 

Maaf kemarin tidak mengangkat panggilanmu mama tertua, seseorang mengajakku menonton dan aku menghabiskan puluhan menit duduk di sampingnya untuk menatap layar lebar. Dia juga memberiku sebuah gelang, oh iya gelang itu sangat serupa dengan gelang yang pernah diberikan-Nya padaku sewaktu kami sedang di gereja. Iya dia, tentu saja orang yang sering kuceritakan padamu, iya benar, dia yang sering membuatku menangis itu. Aku mengenakan beberapa gelang sekarang, dan itu pemberian orang padaku. Banyak orang murah hati bukan ?


Apa kau sering menghubungi mamaku yang seorang pekerja keras itu ? Kapan dia akan pulang dari liburannya yang terdengar menyenangkan ? Sampaikan salamku untuknya, aku punya model dress yang cocok untuk ukuran tubuh kami berdua. Hihi. Dan jangan lupa sebuah totebag dari Singapore untuk keponakannya yang sudah gadis ini. BBM dan Whatsapp-Nya belum bisa dihubungi.

 

Hallo juga untuk mamaku yang sedang di sekolah. Aku tahu ini waktu mengajarmu bukan, oh Tuhan semoga kesabaranmu berlipat ganda seiring usiamu yang sudah mulai menua. Banyak hal yang ingin ku ceritakan padamu, maaf kemarin panggilanmu juga tidak ku angkat. Ah pasti kau mengerti posisiku saat itu. hahaha. Jangan terlalu banyak memikirkan kami, aku dan Kosmas. Kami selalu ingat pesanmu, tidak menggunakan sedotan air yang sama dengan teman yang baru dikenal. Hahaha. Mengapa kau separno itu mama ? kami tidak akan terinfeksi penyakit menular hanya karena hal sepele seperti itu, kecuali temanku yang berambut gondrong itu mengidap penyakit tertentu yang bisa ditularkan lewat sedotan air, karena aku berbagi sedotan dengannya. hahaha but trust me, he is okay. Dia sedang sibuk mengurusi Justitia Futsal saat ini, dan seperti biasa aku terabaikan. Bayangkan dia mengirim ucapan selamat tidur pukul 02.00 dini hari, memangnya aku kalong tidur di jam itu ? kau harus mengomelinya nanti, dia sering membuatku gegana- Gelisah Galau Merana -_-

Mama.. saat surat ini ku ketik aku sedang duduk di tengah tumpukan pakaian. Pakaian-pakaian yang baru kering dan harus segera dilipat, kau pasti mengomel jika aku sedang di rumah saat ini dan kau mendapatiku memegang gadget di antara pakaian-pakaian yang bertumpuk. "Selesaikan pekerjaan dulu tong baru main hp-nya" kalimat biasa yang disampaikan dengan intonasi ibu guru galak. Haha. Ah aku sangat rindu, rindu sambal tempemu, rindu aroma parfum-Mu, bau jamu yang kau dinginkan di kulkas, ketak-ketuk sepatumu, cerita-cerita tentang muridmu yang begonya nggak ketulungan itu. Hahaha aku akan pulang, segera.


Dan untuk mamaku yang sedang bergelut dengan sampel-sampel darah di Rumah Sakit, semangat. Aku tahu akhir-akhir ini bebanmu bertambah dua kali lipat dari biasanya. Cuci darah dua kali dalam seminggu untuk jangka waktu yang entah sampai kapan jelas bukan hal yang ringan untuk ditanggung, semoga Om cepat sembuh. Kita sangat jarang mengobrol kan ? pagi-pagi buta kau sudah ke Rumah Sakit pulangnya malam dan kami sudah sibuk dengan dunia kami sendiri. Kau bahkan tidak memotong kue ulangtahun untuk adik-ku kemarin, dan wisuda kakak apa kau hadir ? tidak ? semoga mereka mengerti kesibukanmu.

Oh iya, aku tidak ingin mengganggu konsentrasimu, semangatlah. Semoga pasien-pasienmu tidak cerewet hari ini. 


Nah mama-mamaku yang sangat sibuk. Aku harus membereskan tumpukkan pakaian ini sekarang. Terimakasih untuk omelan-omelan yang selalu membuatku merasa diperhatikan setiap harinya. Dan jangan cemas terhadap nilaiku, aku mendapat bagian yang baik, sesuai dengan janjiku dan doa-doa yang kalian sampaikan. Semoga hari ini tidak payah, Tuhan melindungi kita sekeluarga. 

 

 

(11:00- sedang sendirian di rumah dan rindu kalian)

0 comments:

Post a Comment