Saturday, February 21, 2015

Untuk mama Nathan

21 Februari ke 22 yang kau lalui.
Selamat ulang tahun. Aku sangat merindukanmu. 
Semoga kali ini kamu tidak menangis, ulang tahun jauh dari keluarga memang tidak menyenangkan. Apa yang sedang kamu lakukan di sana ? tidur ? atau menunggu pesan dari seseorang ? apa dia memberi ucapan selamat ulang tahun untukmu ?
Sedih sekali karena tidak bisa bersamamu saat ini, memang ini bukan kali pertamanya kamu merayakan ulang tahun jauh dari kami tapi entah kenapa kali ini aku merasa sangat sedih, merasa kita terlalu jauh, merasa seperti ada yang hilang.
Semoga di usia ini kamu baik-baik saja, sehat-sehat saja, dan bahagia tentunya. Aku tahu bahkan sebelum doa ini kupanjatkan pada Bapa-ku, kamu adalah wanita yang tegar, setegar mama. Hidup memang tidak tertebak, tidak terduga.Berbahagialah dengan hidupmu yang baru, aku selalu mendoakan itu. Meminta kebahagiaan untuk kita sekeluarga. 
Yang kuat ya kak, percayalah semua masalah bisa teratasi. Itu kalimat ajaib dari bapak. Kami merindukanmu, sangat. Semoga kamu selalu sehat, selalu diberi hati yang tabah dan pikiran yang bijak, selalu diberi petunjuk untuk menghadapi cobaan, kemudahan dalam rencana dan keharmonisan dalam hubungan dengan keluarga barumu. Kami selalu mendoakanmu, meminta agar hidupmu tetap diberkati oleh Bapa. 
Selamat ulang tahun kak, semoga doa-doa kakak terkabul, jadilah pribadi yang lebih baik dari ini, tetap penuh dengan pengharapan dan tidak mudah menyerah untuk mewujudkannya. Semoga semua yang baik besertamu. Maaf jika akhir-akhir ini sering membuatmu tertekan, maaf karena obrolan kita tidak pernah seringan yang dulu. Sungguh, aku sangat merindukanmu, rindu masakanmu, omelanmu, nasihat-nasihatmu, rindu tidur di sampingmu, rindu segala hal tentangmu, tentang kita yang dulu.

Selamat ulang tahun kakak-ku tercinta Elisabeth Ratu Delvina.
Semoga ulang tahun berikutnya kita bisa merayakannya bersama. Kami selalu menunggumu pulang.
Salam terhangat dari mama dan bapak. Kami sangat menyayangimu.

Selamat ulang tahun sahabat baik- ku Erfy Fitriani


 Hi my birthday girl Erfy Fitriani. 


Happy birthday.
Selamat berusia 20 tahun teh Erfy. Sempatkanlah dirimu membaca tulisan ini.
Hai, senang sekali akhirnya kita bisa melewati ulang tahunmu bersama-sama. Ini tahun kedua aku mengenalmu, terimakasih sudah menjadi teman yang baik.
Selamat ulang tahun kakaknya Kayla, semoga diberi berkat yang penuh oleh Allah swt. Semoga selalu sehat dan penuh dengan keberuntungan. Segala doa-doa yang kamu amini akan menjadi kenyataan.
Pasti rasanya terlalu cepat ya, tidak terasa usiamu sudah 20 tahun sekarang. Semoga dengan bertambahnya usiamu kamu juga menjadi pribadi yang lebih baik. Lebih bijaksana, lebih tegar, tidak akan menangis hanya karena perkara kecil, menangisi pesan yang diabaikan oleh seseorang misalnya. 
Teh Erfy, entah harus seperti apa baiknya kalimat ini ku susun, kita terlalu polos mengeluarkan perkataan ketika bercerita. Rasanya canggung harus mengungkapkan sesuatu dengan baku seperti ini. Hahaha. Aku hanya ingin menuliskan ucapan ulang tahun untukmu. Maaf karena aku tidak bisa memberimu kejutan di hari ulang tahunmu, maaf tidak bisa datang padamu membawa kue dan lilin ulang tahun kemudian berfoto dan menghabiskan sisa malam dengan tertawa. Aku tahu kamu dikelilingi orang-orang yang sayang padamu. Keluargamu, sahabatmu, bersyukurlah karena itu. Banyak orang yang menyayangimu, karena itu jangan bersedih untuk orang-orang yang mengabaikanmu, melupakanmu atau sengaja meninggalkanmu.
Maaf tidak bisa bersamamu hari ini, dan maaf untuk banyak hal. Untuk perkataanku yang membuatmu tersinggung misalnya, atau apapun yang membuatmu merasa tidak nyaman. Kita memang tidak selalu bersama tapi ketahuilah kamu adalah orang yang paling tahu apa yang aku alami setahun belakangan ini. Terimakasih sudah menjadi teman berbagi. Aku berharap kita tetap bisa berbagi banyak hal, berbagi cerita, nasihat, berbagi semangat dan penguatan saat salah satu di antara kita terjatuh.
Sekali lagi selamat ulang tahun, banyak doa yang kamu terima hari ini. Berbahagialah, tidak hanya untuk hari ulang tahunmu tapi setiap hari. Semoga di usiamu yang 20 tahun pikiranmu dapat dengan jelas melihat keajaiban-keajaiban Allah yang diberikannya atas hidupmu. Semoga usia yang baru ini membawa banyak keberuntungan untukmu dan orang-orang di sekelilingmu. Allah akan memberkati pekerjaanmu, mendekatkanmu pada orang yang tepat, yang tidak hanya datang untuk berbagi tawa lalu pergi saat kamu mulai percaya untuk meletakkan hatimu padanya, Allah akan memberikanmu orang yang menjagamu dari hal-hal menyakitkan yang terlalu membingungkan untuk kita pahami selama ini. Percayalah Allah telah menyiapkan sesuatu yang baik untukmu. 
Jadilah seorang Erfy Fitriani yang bijaksana, yang tahu caranya menyelesaikan sebuah masalah. Yang bijaksana saat harus mengambil keputusan, tanggung jawabmu akan semakin bertambah, semoga kamu menyadarinya dan siap untuk itu. Semoga segala rencana-rencanamu dilancarkan oleh Allah. Kuliah dan pekerjaan berjalan beriringan, lancar dan semakin membuatmu puas. Berbanggalah karena kamu adalah orang yang mandiri.
Aku tahu terlalu banyak orang yang mendoakanmu, terimakasih karena kamu sudah membaca pesan ini. Sekali lagi maaf aku tidak bisa bersamamu saat ini, tidak datang membuat kejutan untukmu. Tapi ketahuilah aku mendoakanmu pada Bapa-ku dan aku tahu hari ini berkat berlimpah diturunkan untukmu, kebagaiaan selalu menyertaimu. Terimakasih sudah  menjadi teman yang baik, sahabat sekaligus kakak untukku. Terimakasih sudah berbagi pelukan saat aku sedang lelah menghadapi masalah yang terasa terlalu berat untuk kualami, terimakasih sudah berbagi tangisan ketika hati kita sama-sama tersakiti, terimakasih telah memberi banyak kekuatan untukku, terimakasih karena tidak pernah membiarkanku sendirian. Terimakasih untuk teguran-teguran yang kamu berikan, untuk penguatan yang tidak pernah habis, untuk semua kebaikan dan penghiburan darimu. Kamu adalah salah satu orang terbaik yang ku punya. Selamat ulang tahun teh Erfy. Semoga 20 tahun membawa berkah yang berlimpah, mari menatap ke depan dan melupakan hal-hal yang tidak seharusnya kita ingat lagi. Berbahagialah.



With Kiss and hug.
Rani

Friday, February 20, 2015

Selamat 22 tahun Petrus Andre

Mungkin masih ingat ini kapan. Hahaha. Kamu adalah guru blogger terbaikku bg Andre. hihi

Selamat ulang tahun Petrus Andre.
Selamat berusia 22 tahun teman baikku. Semoga Tuhan memberi lebih banyak kebahagiaan untukmu, memberi lebih banyak berkat dalam hidupmu. Memberimu kesehatan untuk tetap berkarya. Mendekatkanmu pada hal-hal baik, mendekatkanmu pada jodohmu.
Satu tahun bertambah lagi, masih ingat permohonanmu pada ulang tahun sebelumnya ? apa sudah terkabul semua ? semoga sudah. Dan semoga apapun yang kamu mohonkan kali ini menjadi kenyataan.
Pasti banyak hal yang kamu lalui selama setahun ini, banyak pencapaian yang telah kamu raih dan kegagalan yang tidak dapat kamu elak. Apapun itu aku mendoakan segalanya menjadi jauh lebih mudah kali ini, semua rencana yang kamu susun dengan matang akan segera terwujud, Tuhan akan memberi kemudahan dalam hidupmu, aku berdoa agar lebih banyak syukur yang kamu ucapkan dalam doa-doamu nanti.
Saat pertama aku mengenalmu, kamu adalah sosok yang sangat menginspirasi. Aku selalu senang mengobrol dengan orang-orang kreatif sepertimu, orang-orang yang sepertinya tidak pernah kehabisan ide, orang-orang yang tidak hanya pandai meniru tapi juga pandai membuat. Semoga ide-ide itu tidak pernah hilang darimu, semakin bertambah dan kamu tetap menjadi sosok menginspirasi itu, tidak hanya untukku tapi untuk semua orang yang mengenalmu. Aku sangat kagum padamu, terlebih pada kerendahan hatimu. Sungguh, tanpamu mungkin kalimat-kalimat yang kutuliskan saat ini hanya akan jadi huruf mati di laptopku. Tanpamu blog yang ku punya tidak akan jadi apa-apa, terimakasih atas kebaikanmu. Aku akan selalu mengingatmu, orang yang mendukungku untuk terus menulis, merevisi tulisan-tulisanku, memberi banyak pengetahuan baru untukku. Kamu adalah salah satu keberanianku untuk terus belajar menulis. Semoga kamu tetap menjadi seorang Petrus Andre yang rendah hati.  Tuhan pasti memberi kehidupan yang lebih baik di usiamu yang sudah 22 tahun ini.
Tanggung jawabmu juga semakin bertambah, jadilah pribadi yang lebih dewasa, lebih bijaksana, dan tetap menjadi kebanggaan keluarga. Kamu tidak hanya harus bahagia untuk dirimu sendiri, tapi juga untuk orang-orang di sekelilingmu, terlebih keluargamu. Jangan terlalu merenungi hidup karena semakin direnungi hidup ini terasa semakin berat, berjalanlah dengan ringan, melangkahlah tanpa beban. Hari ini, saat usiamu bertambah menjadi 22 tahun segala berkat diturunkan Tuhan bagimu, segala kebahagiaan menunggu untuk kau jamah. Berbahagialah karena ada orang-orang yang mengingatmu di hari jadimu ini, jangan bersedih untuknya, orang yang melupakanmu. Aku mungkin bukan orang pertama yang menuliskan kalimat-kalimat seperti ini, bukan orang spesial yang kamu tunggu, tapi aku tahu kamu tersenyum membaca tulisan ini. Selamat ulang tahun :)
Selamat ulang tahun bang Andre, Tuhan menyertaimu.

Thursday, February 12, 2015

Untuk mama-ku yang tercinta

Untuk Mama-ku yang tercinta :

Lidwiana Maria Neneng Son

Lusia Son

Farida Son

Adellide Issa Son

Hallo mama-mama sibuk sedang apa kalian ?

Pontianak sedang panas terik, syukurlah jadi jemuran kami kering. Hahaha. Apa kalian sangat sibuk siang ini ? tak seorang pun membalas pesanku. 

 

Maaf kemarin tidak mengangkat panggilanmu mama tertua, seseorang mengajakku menonton dan aku menghabiskan puluhan menit duduk di sampingnya untuk menatap layar lebar. Dia juga memberiku sebuah gelang, oh iya gelang itu sangat serupa dengan gelang yang pernah diberikan-Nya padaku sewaktu kami sedang di gereja. Iya dia, tentu saja orang yang sering kuceritakan padamu, iya benar, dia yang sering membuatku menangis itu. Aku mengenakan beberapa gelang sekarang, dan itu pemberian orang padaku. Banyak orang murah hati bukan ?


Apa kau sering menghubungi mamaku yang seorang pekerja keras itu ? Kapan dia akan pulang dari liburannya yang terdengar menyenangkan ? Sampaikan salamku untuknya, aku punya model dress yang cocok untuk ukuran tubuh kami berdua. Hihi. Dan jangan lupa sebuah totebag dari Singapore untuk keponakannya yang sudah gadis ini. BBM dan Whatsapp-Nya belum bisa dihubungi.

 

Hallo juga untuk mamaku yang sedang di sekolah. Aku tahu ini waktu mengajarmu bukan, oh Tuhan semoga kesabaranmu berlipat ganda seiring usiamu yang sudah mulai menua. Banyak hal yang ingin ku ceritakan padamu, maaf kemarin panggilanmu juga tidak ku angkat. Ah pasti kau mengerti posisiku saat itu. hahaha. Jangan terlalu banyak memikirkan kami, aku dan Kosmas. Kami selalu ingat pesanmu, tidak menggunakan sedotan air yang sama dengan teman yang baru dikenal. Hahaha. Mengapa kau separno itu mama ? kami tidak akan terinfeksi penyakit menular hanya karena hal sepele seperti itu, kecuali temanku yang berambut gondrong itu mengidap penyakit tertentu yang bisa ditularkan lewat sedotan air, karena aku berbagi sedotan dengannya. hahaha but trust me, he is okay. Dia sedang sibuk mengurusi Justitia Futsal saat ini, dan seperti biasa aku terabaikan. Bayangkan dia mengirim ucapan selamat tidur pukul 02.00 dini hari, memangnya aku kalong tidur di jam itu ? kau harus mengomelinya nanti, dia sering membuatku gegana- Gelisah Galau Merana -_-

Mama.. saat surat ini ku ketik aku sedang duduk di tengah tumpukan pakaian. Pakaian-pakaian yang baru kering dan harus segera dilipat, kau pasti mengomel jika aku sedang di rumah saat ini dan kau mendapatiku memegang gadget di antara pakaian-pakaian yang bertumpuk. "Selesaikan pekerjaan dulu tong baru main hp-nya" kalimat biasa yang disampaikan dengan intonasi ibu guru galak. Haha. Ah aku sangat rindu, rindu sambal tempemu, rindu aroma parfum-Mu, bau jamu yang kau dinginkan di kulkas, ketak-ketuk sepatumu, cerita-cerita tentang muridmu yang begonya nggak ketulungan itu. Hahaha aku akan pulang, segera.


Dan untuk mamaku yang sedang bergelut dengan sampel-sampel darah di Rumah Sakit, semangat. Aku tahu akhir-akhir ini bebanmu bertambah dua kali lipat dari biasanya. Cuci darah dua kali dalam seminggu untuk jangka waktu yang entah sampai kapan jelas bukan hal yang ringan untuk ditanggung, semoga Om cepat sembuh. Kita sangat jarang mengobrol kan ? pagi-pagi buta kau sudah ke Rumah Sakit pulangnya malam dan kami sudah sibuk dengan dunia kami sendiri. Kau bahkan tidak memotong kue ulangtahun untuk adik-ku kemarin, dan wisuda kakak apa kau hadir ? tidak ? semoga mereka mengerti kesibukanmu.

Oh iya, aku tidak ingin mengganggu konsentrasimu, semangatlah. Semoga pasien-pasienmu tidak cerewet hari ini. 


Nah mama-mamaku yang sangat sibuk. Aku harus membereskan tumpukkan pakaian ini sekarang. Terimakasih untuk omelan-omelan yang selalu membuatku merasa diperhatikan setiap harinya. Dan jangan cemas terhadap nilaiku, aku mendapat bagian yang baik, sesuai dengan janjiku dan doa-doa yang kalian sampaikan. Semoga hari ini tidak payah, Tuhan melindungi kita sekeluarga. 

 

 

(11:00- sedang sendirian di rumah dan rindu kalian)

Tuesday, February 10, 2015

Hemat. Hemat. Hemat.



Manage your money


Hari pertama di semester 4. Minggu kedua di bulan februari, hujan masih sering menyambangi kota khatulistiwa ini. 
Aku yang sudah tidak sabar ingin bertemu teman-teman di kampus merenung menatap ke luar jendela.
Harusnya aku sudah ada di kampus sejak 30 menit yang lalu, tapi hujan menghalangiku untuk berangkat ke sana. Aku duduk dengan malasnya, menunggu hujan yang tidak kunjung berhenti. Mataku nanar menatap tiap bulirnya yang jatuh deras menyerupai garisan-garisan kecil. Haruskah aku menonton dulu, menyaksikan tayangan tentang pertikaian dua instansi besar di negeri tercinta ini, ah terlalu membosankan. Aku juga belum membeli novel baru untuk ku baca. Baiklah baiklah, aku duduk saja di sini, semoga hujan cepat reda. Aku membangun sugesti positif di dalam diriku.
Alih-alih menunggu hujan aku membongkar tempat penyimpanan buku-bukuku, meraih buku tabungan yang sudah lama tidak ku sentuh. 
Ku buka buku tabungan itu, saldonya masih sama seperti saat pertama kali membuat rekening ini. Hah aku bahkan tidak pernah mengisinya lagi. Aku berpikir sejenak, ke mana larinya uang-uangku selama ini. Harusnya dengan uang jajan yang lebih dari cukup aku sudah mempunyai tabungan pribadi, jadi untuk mengganti handphone tidak perlu meminta lagi pada bapak. Aku juga jarang berbelanja pakaian, aku kan bukan shopaholic. Membeli buku juga akhir-akhir ini tidak sering, menonton juga sudah jarang. Sejak hubungan kami renggang aku malah belum menginjakkan kaki di bioskop itu, aku benar-benar menghindari tempat yang mengingatkanku pada kenangan kami. Aku terdiam, mungkin aku yang tidak bisa mengontrol diriku sehingga tidak tau pastinya untuk apa saja uangku ku gunakan.
Aku agak kecewa menyadari diriku seperti ini. Harusnya aku tidak hanya pandai berteori tentang keuangan saat menegur temanku yang sangat sering menuntut uang saku tambahan pada mamanya. Kebiasaan ini tidak baik, aku tidak ingin tumbuh menjadi seseorang yang tidak terkontrol saat mengelurakan uang, kemudian tanpa sadar telah menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak penting. Aku teringat pada Rebecca Blomwood, seorang sophaholic dalam novel Sophie Kinsela. Dia adalah seorang wanita (yang karirnya tidak sukses) yang sangat hobby berbelanja. Ia adalah tipe wanita yang sangat percaya diri tapi sesungguhnya bodoh dalam pekerjaannya, merasa harus selalu tampil sempurna dan jadi pusat perhatian, ia menghabiskan banyak uang hanya untuk menutupi kebodohannya itu, tiap kali ia merasa stress hiburan paling membahagiakan untuknya adalah berbelanja, ia menggunakan semua kartu kredit yang ia punya sampai akhirnya ia berhutang dan tidak mampu melunasi hutang-hutangnya. Dunia terasa kejam karena pola hidupnya yang boros.
Aku tentu saja tidak ingin menjalani hidup seperti itu, memangnya ada hidup seperti itu ? Mana ada manusia yang mampu hidup dengan berhutang. Aku ngeri membayangkannya, jangankan berhutang dalam jumlah banyak, meminjam uang untuk membayar biaya parkir pada teman kadang aku merasa tidak enak.
Kemudian sebuah pemikiran yang baik datang padaku, aku harus mengubah kebiasaanku membelanjakan uang untuk sesuatu yang tidak jelas. Aku harus mulai menabung dari sekarang, pokoknya sebisa mungkin aku harus bisa menyisakan uang jajan bulanan dari mama dan bapak. Bukankah aku senang menabung sewaktu masih kecil ? ke mana hilangnya kebiasaan baik itu sekarang.Mungkin karena jauh dari keluarga jadi tidak ada yang mengontrol. Sejak tinggal terpisah dengan orangtua aku sudah diberi kebebasan sendiri untuk mengatur uang jajanku, harusnya aku sudah ahli dalam hal mengatur keuangan. Tapi satu hal yang perlu aku catat baik-baik dari diriku yang tidak pintar dalam mengatur uang ini, Aku tidak pernah meminta uang tambahan. Mungkin itu bukan hal istimewa bagi sebagian orang, tapi bagiku itu luar biasa karena di antara teman-teman hanya aku yang tidak terlalu menuntut pada orangtua. Yah selamat selamat. Hahaha. Tapi tetap saja kan kesimpulannya tidak pandai mengatur uang, karena aku tidak tahu ke mana saja uangku ku belanjakan. Buka dompet uangnya udah menipis, buka buku tabungan saldonya nggak nambah-nambah. 
Akhirnya dengan tekad yang sangat kuat aku menanamkan pikiran positif itu. Bulan ini uang jajanku harus bersisa, tahun ini semua uang yang aku peroleh aku prioritaskan untuk mengisi tabunganku. Semoga diakhir tahun saat buku tabungan ini ku buka saldonya sudah berkali-kali lipat dari saldo hari ini.
Aku menutup buku tabunganku, ku pindahkan dari tempat penyimpanan buku. Tidak akan ku simpan di sana lagi karena itu tempat yang jarang ku sentuh. Aku lalu menyimpannya dalam map merah, menyatukannya dengan lirs dan jadwal kuliahku, sekarang buku tabungan ini menjadi hal yang sangat penting, sepenting kuliah yang harus ku selesaikan secepat mungkin. Aku menutup map itu dan menyimpannya, hujan sudah reda dan aku segera beranjak, aku harus ke kampus sekarang juga.
***

Saturday, February 07, 2015

Dear future me in 2018

Dear : Claudia Liberani in future

Apa kabar Ran ?
Ketika menulis surat ini aku sedang libur semester tiga. Dua hari lagi aku akan memasuki semester 4. Berat badanku masih 37 kilogram dan wajahku masih jerawatan. Aku masih senang-senangnya dengan warna rambutku yang baru. Sejak beberapa bulan yang lalu aku sudah mulai belajar memasak. Aku juga sedang berusaha menyelesaikan autobiografi kakek dan novel pribadi tentangku dan dia. Oh iya aku masih bersamanya saat aku menulis surat ini. Dia, abang gondrong yang entah kapan akan potong rambut.
Aku juga sedang berusaha menabung, menyisihkan uang jajanku sedikit demi sedikit. Hahaha. Karena itu jadi jarang menonton ke bioskop dan membeli novel baru. hiiiks.
Sebelum memutuskan untuk menulis surat ini aku sudah memutuskan untuk membuat beberapa goals yang harus sudah aku capai saat membuka surat ini di tahun 2018.
  • Semoga saat membaca surat ini kamu sudah menyandang gelar SH dan mempunyai pekerjaan yang layak. Aktivitasmu tidak hanya "Bangun-mengantar ma ua ke sekolah-makan-tidur- dan kuliah". Kamu sudah memiliki kesibukan dengan pekerjaanmu yang menyenangkan.
  • Kamu sudah mempunyai beberapa novel sang sudah diterbitkan, dan tabunganmu semakin banyak.
  • Hubunganmu dengan orang-orang terdekatmu juga semakin baik, nenek dan kakek masih sehat dan mama & bapak sudah tinggal di rumah yang baru.
 Baiklah, hanya ini yang kutuliskan. Semoga kamu tetap sehat dan lebih bahagia.

Regards,
your past..

Friday, February 06, 2015

Lirik Oath (Cher Lloyd)

Oath by Cher Lloyd
 -Lagu tentang persahabatan-



Yo, my best friend, best friend till the very end
Yo, sahabatku, sahabat hingga akhir waktu

'Cause best friends, best friends don't have to pretend
Karena sahabat, sahabat tak perlu berpura-pura

You need a hand, and I'm right there right beside you
(Saat) Kau butuh bantuan, dan aku tepat di sisimu

You in the dark, I'll be the bright light to guide you
(Saat) Kau dalam kegelapan, aku kan jadi cahaya terang yang menuntunmu


'Member the times, times, times sneaking of the house
Ingatlah saat-saat itu, ketika menyelinap dari rumah

All of the times, times, times that you had the doubts
Saat-saat ketika kau ragu

And don't forget all the trouble we got into
Dan jangan lupa masalah-masalah yang menyeret kita

We got something you can't undo, do
Kita punya sesuatu yang tak bisa kau hapus


PRE-CHORUS
Laughing so damn hard
Tertawa terbahak-bahak

Crashed your dad's new car
Tabrakkan mobil baru ayahmu

All the scars we share
Semua luka yang kita bagi

I promise, I swear
Aku berjanji, aku bersumpah


CHORUS
Wherever you go, just always remember
Kemana pun kau pergi, ingatlah selalu

That you got a home for now and forever
Bahwa kau punya rumah untuk saat ini dan selamanya

And if you get low, just call me whenever
Dan jika kau sedang gundah gulana, hubungi aku kapan saja

This is my oath to you
Ini sumpahku padamu

Wherever you go, just always remember
Kemana pun kau pergi, ingatlah selalu

You never alone, we're birds of a feather
Kau tak pernah sendiri, kita adalah burung yang berbagi bulu

And we'll never change, no matter the weather
Dan kita takkan pernah berubah, apapun cuacanya

This is my oath to you
Ini sumpahku padamu


I know I drive you crazy, mm, sometimes
Kutahu aku membuatmu gila, mm, kadang

I know I called you lazy, and that's most times
Kutahu aku menyebutmu malas, dan itu sering kulakukan

But you complete me, and that's no lie
Tapi kau melengkapiku, dan itu bukan dusta

You are my tuxedo, and I'm your bow tie
Kau adalah tuksedoku, dan aku dasi kupu-kupumu


We in the car, sing, sing, singing our song
Kita di mobil, nyanyikan lagu kita

Rocking the building, tear it down, like we King Kong
Mengguncang gedung, luluhlantakkan, seakan kita King Kong

And in my eyes, you can't do, do no wrong
Dan di mataku, kau tak pernah salah

You got the best friends sing, sing along
Kau punya sahabat yang turut menyanyi bersamamu


I'll never let you go
Takkan kulepaskan dirimu

Whoa, this is my oath to you
Whoa, ini sumpahku padamu

Just thought that you should know
Kurasa kau harus tahu

Whoa, this is my oath to you
Whoa, ini sumpahku padamu


Yeah...

You should know, you should know, you should know
Kau harus tahu, kau harus tahu, kau harus tahu

Whoa, this is my oath to you
Whoa, ini sumpahku padamu

You never alone, we're birds of a feather
Kau tak pernah sendiri, kita adalah burung yang berbagi bulu

Whoa, this is my oath to you
Whoa, ini sumpahku padamu


Terimakasih telah menjadi teman dan sahabat..
 
This entry was posted in

Thursday, February 05, 2015

D'plants (Dessert Plants) tempat dessert asik di Pontianak

Dessert Plants
Seperti kota-kota pada umumnya Pontianak menawarkan aneka kuliner yang beragam, salah satunya dessert.  
D'plants sebuah tempat dengan menu utama dessert yang bertempat di Matahari Mall Pontianak, jalan Jendral Urip Sumoharjo hadir untuk memuaskan keinginan pecinta kuliner supaya dapat menikmati dessert lezat yang unik.
Dengan mengangkat konsep western berpadu asian suasana di dalam ruangan ini sangat nyaman. interior ruangan yang ditata sedemikian rupa membuat tempat ini terlihat sangat menarik. Penyinaran yang tepat di beberapa bagian juga membuat pengambilan gambar jelas ketika berfoto terutama untuk teman-teman untuk yang senang selfie.



Dessert yang disediakan di sini sangat unik dengan tampilan yang lucu sehingga banyak peminatnya. Ketika dihidangkan dessertnya benar-benar tampak seperti pot tanaman berisi tanah dengan bunga yang tumbuh di atasnya. Dan uniknya lagi ketika disendok akan muncul cacing yang terbuat dari jelly bening. Topping yang disediakan juga beragam, ada red bean, taro, nanoo milk jelly dan bermacam-macam topping lainnya.


seperti dua pot berisi tanah dan pasir..



Ada beberapa menu yang disediakan di sini, salah satunya yang sangat kusukai adalah sand soil, yaitu milo dengan saoo dessert dan shaved ice dengan topping taro

 Sand Soil













Yang ini adalah Black Soil.
Selain sajiannya yang unik di sini kita juga bisa menentukan kadar gula yang akan digunakan, bisa satu sendok, dua atau tiga. Jadi untuk teman-teman yang sedang diet atau memiliki gula darah yang terlalu tinggi tidak usah takut mencoba dessert ini, kita tetap bisa mengontrol kadar gula untuk dessert yang kita nikmati. Oo iya sugar yang digunakan di sini adalah palm sugar. 

 Clovers menu ada di sini dengan harga yang cukup terjangkau yaitu 18K
Choose your sugar level girls. Jangan takut pada kalori lagi. hihi


Jadi untuk teman-teman yang sedang mencari tempat santai sambil menikmati dessert unik yang nikmat, tempat ini sangat direkomendasikan. Buka setiap hari di lantai satu Matahari Mall, dan jangan lupa berdandan secute mungkin karena aku yakin kalian tidak akan datang ke sini tanpa berfoto. .Hihi.


























Mama dan Mantra Ajaibnya

Terlalu indah dilupakan
Terlalu sedih dikenangkan
Setelah aku jauh berjalan
Dan kau ku tinggalkan
Betapa hatiku bersedih
Mengenang kasih dan sayangmu
Setulus pesanmu kepadaku
Engkau kan menunggu
Andaikan kau datang kembali
Jawaban apa yang kan ku beri
Adakah cara yang kau temui
Untuk kita kembali lagi
Bersinarlah bulan purnama
Seindah serta tulus cintanya
Bersinarlah terus sampai nanti
Lagu ini…ku…akhiri
Aku menutup laptop bersamaan dengan lantunan terakhir dari lagu yang dinyanyikan Ruth Sahanaya. Sebuah lagu penghantar tidur yang selalu didengarkan olehnya, dia yang telah tertidur lelap di sampingku.
Hari ini sangat  melelahkan, target untuk menyandang gelar SH tahun ini mulai pupus. Skripsiku ternyata harus melalui proses revisi, padahal aku merasa sudah melakukan yang terbaik, aku merasa kesalahan-kesalahan yang ditunjukkan dosen pembimbingku bukanlah kesalahan yang fatal. Hanya kekeliruan dalam meletakkan tanda baca dan kesalahan dalam menggunakan kata baku. Tapi apa hendak dikata, aku harus memperbaikinya lagi. Aku malas, benar-benar malas, aku tidak akan memperbaikinya lagi. Aku geram pada diriku sendiri. Hidup mulai terasa berat saat mengalami hal-hal seperti ini. Bahkan komedi seorang Raditya Dika tidak berhasil membuatku tersenyum sepanjang hari ini.
Aku membaringkan diri tepat di sampingnya, menatap dalam wajah yang sedang tertidur pulas itu. Guratan-guratan halus terdapat di beberapa bagian wajahnya. Dia mulai menua, mama sudah mulai mengeriput. Hih dia pasti mengomel jika aku mengungkapkan hal ini di depannya, dia tidak pernah terima saat aku mengatakan bahwa sekarang dia mulai tampak tua. Tangannya juga mulai keriput, ada urat-urat halus yang timbul di sana. 
Ah mama, waktu mungkin terlalu cepat berjalan. Aku sudah sedewasa ini, dan kau setua itu. Berapa lama kita telah bersama, 21 tahun ? oh beberapa bulan lagi 22 tahun kan ? sudah selama ini kita bersama. Terimakasih sudah menjadi teman hidup yang baik, terimakasih sudah menjadi sahabat sekaligus musuhku. Aku sangat berhutang budi padamu. Dan hutang-hutangku itu tidak akan pernah terlunaskan, karena kasih sayangmu tidak dapat digantikan dengan apapun di dunia ini. Tidak dengan tiket ziarah ke Yerusalem, atau cincin berlian untuk jari manismu yang tidak bercincin itu, tidak juga dengan sebuah rumah mewah dengan perpustakaan dan ruang bawah tanah, bahkan tidak juga dengan darahku yang ku donorkan untukmu. "Kau adalah yang paling mahal, paling berharga, sesuatu yang tak ternilai, tak tergantikan." Kalimat itu adalah kalimat ajaib milik kita berdua, kalimat yang selalu kau ucapkan sewaktu aku masih seorang bocah dan kerap kali menangis saat pulang sekolah karena diejek teman-temanku. Mereka mengatakan bahwa aku anak yang tak berayah, atau kadang-kadang mereka menceritakan sebuah kisah bahwa sesungguhnya aku mempunyai ayah tapi ayahku berubah menjadi anjing yang sering berkeliaran di sekitar halaman sekolah. Anjing itu berwarna putih, dengan bulu tebal membalut tubuhnya, entah siapa yang empunya. Anjing lucu itu selalu berada di halaman sekolah dan hilang saat kami keluar kelas, mungkin anjing itu keluar dan masuk pagar sekolah dengan meloncat. Aku hanya bisa menangis saat mendengar berbagai ejekan yang ditujukan untukku, saat itu aku masih terlalu dini untuk menertawai sebuah kesedihan. Kau pasti datang dan memelukku lalu mengucapkan mantra hebat itu, dan aku akan tersihir olehnya kemudian tersenyum dan aku melupakan kesedihanku karena ejekan mereka. Aku juga selalu melakukan hal yang sama saat menemuimu menangis seorang diri di meja makan, aku tidak pernah tahu apa penyebabnya. Yang aku lihat matamu memancarkan kesedihan yang teramat dalam, kesedihan yang terlambat aku mengerti karena usiaku yang masih sangat kecil saat itu. Yang jelas aku melakukannya, memelukmu dan membisikkan mantra ajaib kita, lalu berhasil. Kau akan menyeka air matamu lalu tersenyum dan memelukku. Sampai akhirnya aku beranjak dewasa dan tangis tidak sesering itu menghampirimu. Aku hanya sesekali memergokimu terdiam di ruang tamu kita yang sempit dengan tatapan lelah, dan aku selalu datang padamu, berpura-pura membereskan buku-buku latihan murid-muridmu atau benda apapun yang terdapat di meja tua kita lalu aku mengajakmu mengobrol, mecoba menghiburmu. Mantra kita memang sudah jarang aku bisikkan di telingamu, tapi percayalah itu kalimat yang selalu ku selipkan dalam doa-doaku, dalam doa-doamu juga tentunya.
Mama.. aku tahu beban yang kau pikul sangat berat, bahkan tanpa perlu kau ungkapkan aku telah merasakan lelah yang menjejalimu selama ini. Bersabarlah, sebentar lagi aku pasti lulus. Lalu aku akan bekerja dan gaji pertamaku akan kugunakan untuk membeli sebuah bath tube, dan kita akan berendam bersama sepanjang hari itu, mandi busa sambil menikmati susu hangat di pagi hari. Mungkin sebuah hadiah sederhana dapat menghiburmu, dan bebanmu akan sedikit berkurang jika aku telah bekerja. Setidaknya aku bisa membeli body lotion dan shampoo menggunakan uangku sendiri.
Kemudian aku beranjak bangun, membiarkan mama tetap tertidur pulas. Aku menyalakan laptopku untuk kesekian kalinya sepanjang hari ini. Kukumpulkan semua niatku, lalu ku buka file skripsiku. Aku harus segera membenahinya, aku harus segera wisuda tahun ini. Jam menunjukkan pukul 21.45 WIB dan aku segera tenggelam dalam dunia kecilku. sebelumnya ku putar lagi lagu berjudul Andai kau datang kembali yang dinyanyikan oleh Ruth Sahanaya, lagu kesukaan mama. Mungkin lagu itu untuk seseorang, untuk ayah yang tidak kami ketahui keberadaannya sampai saat ini mungkin.

(6 Februari 2015- untuk dikenang pada bulan-bulan terakhir tahun depan)

















This entry was posted in

Tuesday, February 03, 2015

Novel Koala Kumal karya Raditya Dika


Hallo. Untuk penikmat karya Raditya Dika, ada kabar gembira karena buku Koala Kumal sudah diterbitkan. Horaaaaay!!!!
Kali ini aku mau mengulas tentang novel Raditya Dika yang baru diterbitkan awal tahun ini, judulnya Koala Kumal. Novel ini sangat direkomendasikan untuk teman-teman yang sedang mencari bacaan apa yang cocok untuk menemani waktu kosong, apa lagi untuk yang sedang libur semester dan tidak ada kerjaan di rumah. Dari pada bingung di rumah seharian mending baca novel. Apa lagi novel karya Raditya Dika memang fresh dan lucu. Cocok untuk membangkitkan mood.
Novel ini terdiri dari 12 bab dengan judul berbeda, dengan tebal 247 halaman buku ini tidak membosankan sama sekali, Raditya Dika memang tidak pernah membosankan. Disampaikan dengan kalimat yang ringan, mudah dimengerti dan khas seorang Raditya Dika, penuh komedi. Seperti yang diungkapkannya pada bagian prakata, sesuatu memang lebih mudah dipahami kalau kita tertawai.

Dengan bahasa-bahasa yang tidak kaku dan kalimat yang tidak berbelit-belit Raditya Dika berhasil menyampaikan segala kegundahannya dengan sempurna. Itu yang membuat aku sampai saat ini masih menempatkan Raditya Dika sebagai salah satu penulis favorit Indonesia di urutan atas. Dia tidak pernah menggunakan kalimat-kalimat melow dangdut untuk mengungkapkan kekecewaan, untuk menyampaikan rasa sakit dari patah hati, dia cool dengan kalimat-kalimat ajaibnya yang sangat memotivasi. 
 
Ada beberapa kalimat yang sampai novel ini selesai kubaca masih melekat dengan baik di ingatanku. Karena sama seperti novel-novel berikutnya semua cerita yang ada pada novel ini diangkat dari pengalaman pribadinya secara langsung. Jadi kejadian-kejadian yang diceritakan di novel ini memang kejadian yang sering dialami orang pada umumnya. 
 
Pada Bab 1 yang berjudul “Ada Jangwe di Kepalaku” Raditya Dika seolah mengajak pembaca untuk kembali ke masa kecil. Masa di mana kenakalan menjadi hal yang menyenangkan, masa di mana kita bisa berteman akrab sekali kemudian saling menjauh dan seolah tidak kenal sama sekali. Aku teringat pada beberapa teman yang sewaktu SD sangat dekat sekali, sampai mandi sama-sama, makan dan tidur siang sama-sama, tapi kemudian entah karena apa kami saling menjauh bahkan sekarang saat sudah dewasa seperti tidak pernah kenal dekat satu sama lainnya. Ketika bertemu hanya saling pandang lalu saling melempar senyum dan berlalu.
 
Raditya Dika juga membagi pengalamannya sebagai seorang sutradara, dia menceritakan bagaimana usaha yang dilakukannya untuk merintis serial Malam Minggu Miko pada bab yang berjudul “Menciptakan Miko., bagaimana susahnya menangani masalah-masalah saat shooting, mencari pemeran pengganti saat pemeran utamanya tiba-tiba tidak datang. Dia menceritakan usahanya dari nol untuk menjadikan Miko sebagai tontonan yang disaksikan dan diperhitungkan banyak orang seperti saat ini.

Banyak istilah-istilah yang berhubungan dengan dunia perfilman pada bagian ini, dan itu sangat menarik, menambah pengetahuan dan kosa kata pembaca. Pada bab ini juga Raditya Dika seolah memberi kode keras bahwa akan ada kelanjutan cerita tentang Miko dan malam minggunya yang selalu songong. Kemudian ada cerita tentang kucing peliharaannya, ya dia memang menyukai kucing (dan martabak).

Ada juga pengalaman lucunya saat menggunakan aplikasi tinder, aplikasi yang sengaja didownloadnya untuk mempermudah menghilangkan kutukan kejombloan yang sudah sangat akut. Dan tidak lupa ada satu bagian yang berisi tips gokil darinya yaitu pada cerita yang berjudul “Panduan Cowok dalam Menghadapi Penolakan” bagian ini sangat lucu. Pada novel-novel sebelumnya Raditya Dika memang selalu menyertakan beberapa tips gokil yang hanya akan ditiru oleh orang bego. Hahaha 
Beberapa cerita lainnya menceritakan tentang patah hati. Patah hati karena diselingkuhi, patah hati karena diputuskan padahal sudah merasa menjalani hubungan cukup lama. Meskipun terdengar sedih tapi Raditya Dika menyampaikannya melalui komedi. Bagian yang paling kusukai adalah cerita yang berjudul “Aku Ketemu Orang Lain”. Bukan karena ini menceritakan tentang sebuah hubungan jarak jauh tapi karena dari cerita ini aku seolah diingatkan pada kisah percintaanku semasa SMA. Hihi.

Teman-teman yang sedang galau pasti lebih menyukai bagian “Patah Hati Terhebat” karena pada cerita ini Raditya Dika benar-benar mengungkapkan bagaimana patah hati bisa mengubah seseorang, ini bagian yang paling serius dari novel ini. Pembaca setia karya-karya Raditya Dika pasti sudah tau bagaimana pembawaannya dalam menyampaikan cerita-cerita yang serius.

Dari cerita galau Raditya Dika banyak pencerahan yang kudapat. Aku jadi mengerti mengapa ada sebagian orang yang memilih tetap sendiri sekalipun banyak yang ingin mendekati, aku juga menjadi paham mengapa seseorang bisa dengan mudah berpisah dengan pasangannya. Novel ini sangat direkomendasikan untuk orang yang baru patah hati, ada banyak penguatan keren yang bisa ditemui di novel ini. Secara keseluruhan novel ini tetap lucu, kegalauan disampaikan dengan kalimat cool yang tidak basi dan benar-benar membuat kaget, kadang aku terkejut bagaimana bisa ada penulis yang sangat tahu perasaanku seperti ini.

Raditya Dika memang ajaib, karyanya selalu di tunggu. Semoga novel yang ini akan difilmkan seperti novel-novel sebelumnya juga.

Monday, February 02, 2015

Menjadi siswa yang menonjol

Sekolah merupakan tempat pertama kita mengenal lingkungan baru selain lingkungan keluarga, sekolah juga mengambil andil yang cukup besar dalam perkembangan pribadi seorang anak, bahkan karakter seorang anak bisa dipengaruhi oleh lingkungan sekolahnya. Aku sendiri sangat menyukai lingkungan sekolah, sejak dulu aku suka berada di lingkungan sekolah karena di lingkungan ini aku merasa keberadaanku diperhitungkan.
Aku pernah menjadi seorang siswa sebelum menjadi seorang mahasiswa, pernah merasakan duduk di bangku pelajar, dididik selayaknya anak-anak sampai merasakan kebebasan mengembangkan diri sebebas-bebasnya seperti sekarang ini. Sampai saat ini aku sudah melihat banyak fenomena dalam pendidikan Indonesia, mulai dari kisruh Ujian Nasional, pergantian kurikulum yang membingungkan, berita-berita mengenai kasus kekerasan oleh guru terhadap siswa, tawuran antar pelajar, penganiayaan yang dilakukan kakak kelas terhadap adik kelas, senioritas di kampus, OSPEK yang menjadi momok menakutkan bagi mahasiswa baru dan peristiwa-peristiwa lain yang telah menjadi image untuk pendidikan di negara kita, Indonesia.
Sejak menginjak Sekolah Dasar kita sudah berkenalan dengan dunia pendidikan formal. Sudah memasuki lingkungan baru, lingkungan sekolah. Sejak itu juga kita dibekali pengetahuan mengenai apa itu pendidikan. Kalau tidak salah dalam PPKN kita diberi pengertian mengenai pendidikan, pentingnya sebuah pendidikan dan hal-hal lain mengenai pendidikan yang waktu itu terasa membosankan dan tidak aku  mengerti sama sekali. Yang aku ingat mengenai pendidikan sewaktu SD adalah pendidikan diberikan supaya kita pintar, pelopor pendidikan di negara Indonesia adalah Ki Hajar Dewantara (ini juga dulu aku mati-matian harus ngafalinnya biar bisa mengisi soal ulangan IPS). Jujur saja sewaktu SD rasanya semua pelajaran tidak ada yang benar-benar membekas selain pelajaran membaca dan menghitung. Semua kalimat yang kubaca di buku paket terasa membingungkan, entah karena kalimatnya yang terlalu bertele-tele atau memang saat itu pemahamanku yang memang rendah, tapi aku tahu aku bukan satu-satunya pelajar yang mengalami ini. Pokoknya waktu SD sekolah bagiku adalah sebuah rutinitas, sebuah kegiatan. Aku melakukannya sebagai kegiatan harian. Aku senang ke sekolah karena bisa bertemu teman-teman, bisa bermain bersama. Aku ingat satu-satunya pelajaran yang aku suka adalah Bahasa Indonesia, aku benar-benar tidak suka belajar apa lagi menghitung, aku bahkan takut setiap pelajaran Matematika karena gurunya galak, aku agak terbelakang dalam pelajaran menghitung. Kalau disuruh mengerjakan soal ke depan aku sering gemetaran, takut salah, takut di marah, takut diejek teman sekelas. Aku menganggap Matematika sebagai hal yang menakutkan sejak SD. Dan aku tidak tahu kalau cara pandang yang ku bangun sejak itu ternyata berdampak besar sampai sekarang.
Memasuki bangku SMP aku mulai menyadari pentingnya pendidikan, dan cara pandangku mengenai sekolah sudah berubah. Sekolah bukan lagi hanya tempat bermain bagiku, banyak hal baru kutemui di sini. Bukan hanya sebatas teman baru, tapi juga kebiasaan baru, pengenalan personal yang lebih mendalam, aku tidak hanya puas bermain dengan mengetahui nama mereka tapi aku juga ingin tahu latar belakang mereka, pemahaman mengenai belajar juga sudah berubah. Sewaktu SD aku hanya belajar ketika ada PR tapi memasuki bangku SMP aku sudah mengenal persaingan, aku belajar karena tidak ingin nilaiku rendah dari temanku. Aku tidak ingin kalah karena itu aku harus belajar. 
Pada tingkatan berikutnya, Sekolah Menengah Atas (SMA) pandanganku mengenai sekolah terasa semakin matang. Sekolah bukan hanya keharusan tapi kebutuhan, belajar tidak kulakukan hanya karena takut nilaiku lebih rendah dari temanku tapi kulakukan karena memang aku mau belajar. Belajar kulakukan dengan penuh kesadaran bahwa aku memang ingin belajar, tanpa ada tekanan apa-apa. Hal seperti ini membuatku menjadi "pelajar yang bahagia". Aku belajar dengan senang, menerima materi yang disampaikan guru juga dengan mudah. Apa lagi fasilitas untuk belajar juga sudah banyak tersedia. Belajar tidak hanya harus membaca buku paket tapi bisa mengakses informasi dari internet, informasi yang tersedia seolah tanpa batas. Pokoknya belajar sangat menyenangkan. Tapi tetap saja tidak berlaku untuk pelajaran Matematika. bahkan sampai saat tulisan ini dibuat aku masih gagap menghafal kali (jangan salahkan guruku). Aku menyadari bahwa pola pikirku mengenai pelajaran ini sudah salah sejak dulu (sejak SD). Aku membangun ketakutanku sejak dini dan hasilnya ? sampai saat ini pikiran itu tidak bisa diubah. Aku selalu memandang Matematika sebagai pelajaran yang menakutkan, aku takut melakukan kesalahan karena itu aku menjadi siswa yang pasif di kelas ketika pelajaran ini berlangsung, aku selalu berpikiran guruku akan marah jika aku melakukan kesalahan karena itu pelajaran ini adalah pelajaran paling horor. Aku sering menghindari pelajaran ini, alasan ke WC selalu menjadi penyelamat. Padahal Matematika tidak semenakutkan itu, harusnya matematika menjadi pelajaran yang menyenangkan kalau saja pola pandangku tidak ku bentuk seperti ini sejak dulu.
Semua orang mempunyai pandangan yang berbeda-beda tentang sekolah. Ada yang memandang sekolah hanya sebagai tempat untuk belajar, ada yang ke sekolah hanya sebagai formalitas, ajang gengsi-gengsian, atau ada juga yang ke sekolah karena niat belajar tapi sesampainya di sekolah bukannya belajar malah main sama teman. Aku sendiri memandang sekolah sebagai tempat belajar dan bersosialisasi dengan orang lain, tempatku dikenal selain dilingkungan keluargaku. Di Sekolah seolah menjadi rumah kedua bagi pelajar, sebagian besar waktu dihabiskan di sini. Interaksi yang paling sering ditemui yaitu interaksi sesama pelajar dan pelajar dengan pengajar. Dan seringkali beberapa siswa tidak bisa menempatkan diri, tidak tahu bagaimana dan kapan harus menjadi pelajar dan menjadi dirinya sendiri saat berada di sekolah.
Aku mengelompokkan beberapa siswa sebagai berikut :
  • Ada siswa yang selalu menjadi pelajar tanpa pernah menunjukkan sisi "dirinya sendiri" ketika berada di sekolah, siswa jenis ini adalah mereka yang selalu tampak penurut bagi guru. Mereka yang tidak pernah melanggar aturan sekolah, mereka tidak terlalu menonjol tapi tidak juga terbelakang, mereka mengikuti arus begitu saja- datar. Siswa jenis ini selalu diam di kelas, tidak pernah ribut, dan selalu berpakaian rapi. Mereka hanya mendengarkan tapi sebenarnya tidak paham dengan apa yang guru jelaskan.
  • Jenis lainnya adalah siswa yang selalu ingin terlihat menonjol. Mereka adalah orang-orang yang ingin selalu diperhatikan. biasanya siswa seperti ini mempunyai karakter yang sudah kuat, sulit untuk diubah. Ada siswa yang tahu caranya agar menjadi  pusat perhatian di sekolah dengan menunjukkan prestasi, tapi bagi sebagian orang yang tidak bisa menempatkan diri, ini jelas menjadi masalah. Mereka ingin diperhatikan tapi mereka tidak tahu bagaimana caranya karena ternyata mereka tidak menonjol dalam mata pelajaran apapun. Menurutku inilah bibit-bibit yang menimbulkan siswa-siswa pembuat onar.
Aku sendiri masuk  dalam kelompok kedua. Aku adalah siswa yang ingin menonjol. Aku ingin diperhatikan banyak orang, aku tidak ingin hanya menjadi pengikut, aku ingin orang lain mengikutiku. Karena ini lingkungan sekolah berarti aku harus belajar keras. Karena kenyataannya bahwa siapapun kamu, kamu hanya akan dipandang sebagai seorang siswa ketika memasuki lingkungan sekolah, keberadaan kita sama. Karena itu agar menjadi pusat perhatian kamu harus menjadi siswa yang pintar, tekunlah belajar, kuasai semua materi dan ketika proses belajar mengajar dimulai akan terlihat hasilnya. Siswa yang benar-benar belajar akan berinteraksi baik dengan gurunya, interaksi itu akan menjadi perhatian banyak siswa yang lain. Bayangkan bagaimana kerennya saat semua orang di kelas tertunduk diam memikirkan jawaban dari pertanyaan guru dan kamu memecahkan keheningan itu dengan jawabanmu yang sangat tepat, kamu keren sekali, kamu pintar sekali, dan sebaliknya siswa yang tidak menguasai materi hanya akan menjadi pendengar tanpa menjadi pusat perhatian sama sekali. Aku tidak ingin hanya menjadi pendengar, aku bahkan kadang malu ketika ada guru yang bertanya dan tidak ada satupun yang mampu menjawabnya, karena itu aku belajar keras. Aku selalu mendapat ranking di kelas, dan keberadaanku diperhitungkan.
Tapi sebagian siswa lainnya ingin diperhatikan dengan cara yang berbeda, mereka tidak mampu menjadi sosok siswa yang pintar karena itu mereka melakukan hal-hal menyebalkan yang membuat mereka menjadi pusat perhatian. Misalnya rambut yang sengaja diwarnai atau laki-laki yang berambut panjang, mereka berpenampilan tidak rapi agar menjadi perhatian siswa lain, ada yang sengaja melanggar peraturan sekolah sejak awal masuk sampai kelulusan sehingga nama merekapun dikenang sepanjang masa sebagai penguasa daftar buku kasus sekolah.
Kadang aku bingung dengan siswa yang seperti ini, mereka biasanya mempunyai karakter yang memang kuat. Karakter buruk, sangat susah mengubah karakter mereka. Bahkan kadang guru merasa harus menggunakan kata-kata kasar untuk menggugah hati mereka, bahkan kadang ini yang menyebabkan guru melakukan kekerasan fisik. Karena itu aku tidak setuju jika orangtua menyalahkan guru ketika guru memarahi dan melakukan kekerasan terhadap anak mereka, karena kadang siswa yang menerima perlakuan seperti ini memang siswa yang kenakalannya sudah serius dan selalu mengulanginya. Tapi tentu saja hukuman yang diterima tidak keterlaluan.
Intinya sekolah merupakan tempat yang menyenangkan. Aku belajar banyak hal di sekolah, mulai dari hal positif sampai negatif, mengenali banyak karakter, berinteraksi dengan banyak orang. Ketika kamu menjadi pelajar dan ingin menjadi pusat perhatian maka hal yang harus kamu lakukan adalah belajar tekun, menguasai mata pelajaran sehingga interaksi dengan guru baik, semua orang akan memandangmu dan memperhitungkan keberadaanmu. Sebalikanya kalau kamu ingin menjadi pusat perhatian tetapi menunjukkannya dengan cara yang negatif, maka bersiap-siaplah mendapat perlakuan tidak baik dari sesamamu di sekolah. Kamu jelas diperhatikan, tapi tidak dianggap apa-apa, bahkan kadang kamu akan dianggap perusak suasana. Karena itu pandai-pandailah menempatkan diri. Kapan harus menjadi seorang pelajar dan kapan harus menjadi dirimu sendiri.
This entry was posted in