Saturday, January 24, 2015

Semester 3 sudah selesai


Selamat berlibur. Semoga liburan tidak menyebabkan jerawat bertambah. hahaha
Horeeee!!!!
Happy Holiday teman-teman!!!
Akhirnya ujian akhir semester tiga berakhir dengan mata kuliah Hukum Pidana dalam Kodifikasi sebagai penutup.
Waktu seperti berlalu dengan cepat, rasanya baru kemarin masuk kuliah, seru-seruan di Singkawang waktu kegiatan IKM, kenalan sama teman-teman sekelas. Ketemu teman yang sama gilanya terus akrab deh sampai sekarang.
Jadi malam ini kami merayakan penutupan semester tiga dengan menyambangi Mega Mall. Niat awalnya nyari wedges untuk ku pakai ke gereja hari minggu nanti tapi nyampe mall baru nyadar kalau dompetnya ketinggalan. Jadi rencananya diubah, kita cuma foto-foto di photobox dan nggak lupa mengunjungi tempat favorit kami (setelah XXI) Gramedia untuk membaca, ya menumpang membaca. Malam ini untuk pertama kalinya sejak pembukaan semester tiga kami ngemall bareng, entah kenapa semester tiga sepertinya beda sama semester sebelumnya. Kami jarang ketemu di kampus, padahal milih dosennya sama, sebenarnya sih kami jarang masuk. hihi kalo yang satu masuk pasti yang lainnya nggak, gitu terus sampe jadinya jarang ketemu. Tapi benar sih semester ini terasa lebih berat, rasanya godaan buat malas kuliah paling payah dikalahkan, semoga semester berikutnya nggak keulang lagi. Tambah melow juga soalnya si teteh makin sibuk kerja semester ini, trus nunna kegiatannya di gereja makin padat. Kita jarang keluar sama-sama, selesai kuliah langsung pulang, kalau ada yang keluar ya aku nggak ikut, soalnya semenjak nggak tinggal sendirian aku jadi jarang keluar malam kecuali kuliah. Jadi semester ini rasanya kayak ada jarak antara kami, padahal sebenarnya nggak, cuma waktunya aja yang nggak tersedia kayak semester-semester kemarin. 
Semester tiga juga kayaknya petaka banget, tiap hari Senin sama Jumat terasa horor. Soalnya dosennya killer, jadi tiap minggu terasa beban buat ketemu hari Senin sama Jumat, bawaannya jadi takut ketemu dosennya, ujung-ujungnya ya lari juga ke malas kuliah, bolos lagi. Jadi semester berikutnya kapok ah pilih dosen yang itu. Niat belajar juga turun banget, awal kuliah rajin ngulang catatan di rumah eh sekarang boro-boro mau ngulang, nyatat aja nggak pernah. Untunglah punya teman yang rajin nyatat, jadi tinggal pinjam dan difotocopy. Keahlian buat contekan juga semakin bertambah, trik-triknya makin komplek, hah udah balak pokoknya urusan yang satu ini. Iya sih malu-maluin kalo ketahuan, tapi.. ah ayolah kalian pasti mengerti, lingkungan bahkan bisa mengubah karakter seseorang. Nanti ajalah bahas tentang kebiasaan satu ini, aku lagi pengen nulis kesan kuliah di semester tiga. hehe.
Semester tiga juga semester galau ahau. Paling akut galaunya, benar-benar udah ngerasain deh yang namanya patah hati. Dari yang nangisnya cuma diperem eh sekarang diteriak-teriakin, awalnya cuma berani nangis di kamar (itu juga tunggu orang rumah udah tidur) sekarang nangisnya di mana-mana, di rumah, di rumah teman, di kampus, di kantin, di cafe, di biosokop. Ah pokoknya di mana kenangan di situ ada tangisan, galaunya paling lebay semester ini. Semester ini juga rasanya kantin ujung terasa jadi tempat angker, paling takut lewat kantin itu sendirian. Biasanya say hello aja sama anak-anak kantin sana, tapi semester tiga ini jangankan senyum, mandang ke sana aja nggak berani. Serem, nggak punya nyali pokoknya. Kuantitas berkunjung ke perpustakaan fakultas juga berkurang semester ini, mungkin cuma tiga kali masuk ke ruangan itu. Itu juga bukan untuk minjam buku, ikut si nunna bolak-balik nyariin dosen PA-nya, semester ini jarang buat tugas sendiri makanya jarang ke perpustakaan hehe.
Mata kuliah favorit di semester tiga sih masih tetap sama, ya selalu berhubungan dengan Hukum Perdata, tepatnya hukum acara perdata, ini mata kuliah favoritku di semester tiga. Bukan karena paham materinya tapi karena dosennya jarang masuk, hahaha bercanda, aku emang suka mata kuliah ini. Kayaknya sekarang udah mulai bisa nentuin mau pilih jurusan apa nantinya.
Jadi kesan di semester tiga ini "nano-nano", dapat semua kesan. Ada kesan sedih, senang, dan flat. Tapi intinya, semuanya mulai terasa berat sekarang. Udah mulai keliatan kalau untuk jadi seorang sarjana hukum usahanya harus lebih keras dari ini. Nggak boleh santai terus-terusan, nggak boleh ikutin mood melulu. Harapannya semoga semester berikutnya semua hal buruk tidak akan terulang, dan segala yang baik terus bertambah. Tuhan memberkati study kita semua. Amin.