Sunday, November 02, 2014

Hari peringatan arwah orang beriman (Melalui doa rindu pada mereka terobati)

Pontianak, 2 November 2014. Pemakaman Katolik santo Yusup. Pukul 15.00 WIB.
Hari ini ratusan umat Katolik berkumpul di pemakaman Santo Yusup untuk melaksanakan misa arwah untuk memperingati arwah semua orang beriman. Hari peringatan untuk arwah semua orang beriman ini jatuh pada tanggal 2 November tiap tahunnya. Dan acara misa di pemakaman ini merupakan agenda tiap tahun. Ini merupakan waktu yang tepat untuk mengenang orang-orang terdekat yang telah kembali ke sisi bapa. Keluarga, kaum kerabat, sahabat dan orang-orang yang pernah kita kenal.
Suasana sore ini sangat ramai. Orang-orang yang menghadiri misa yang dipimpin lima pastor ini dominan mengenakan pakaian berwarna gelap seperti hitam dan ungu tua. Dan makam-makam yang berderet rapi di sana penuh dengan bunga aneka warna yang dibawa oleh keluarga masing-masing. Ada mawar putih, merah muda dan tua, bunga tulip, lili dan aster. Bunga-Bunga ini diletakkan di tepi makam, berpadu indah dengan aneka warna dari bunga tabur. Benar-Benar memberi kesan tersendiri, sarat makna. Karena ada banyak rasa pada tangkai-tangkai mawar itu. Ada rindu yang tak berujung dalam rangkaian bunga aster di sana. Rindu menggebu yang kadang hanya bisa tersalurkan lewat luapan air mata dan ungkapan kata dalam doa. Ada rasa sakit saat mengenang kebersamaan yang harus berakhir dan pedih yang sangat dalam saat melepas salah satu anggota keluarga untuk dimakamkan, tertimbun di dalam sebuah liang, ditutup dan tak dibuka lagi, tak tahu kapan bisa bertemu kembali. Ratusan pasang mata saling bertemu, dan saling mengerti isi hati masing-masing. Mereka di sana dengan isi hati yang sama, hati yang penuh cinta untuk orang yang telah pergi tapi tak pernah hilang diingatan. Hati yang penuh kerinduan dan hanya dapat terobati lewat doa.
Hiruk pikuk dan riuh rendah suara umat yang sangat padat seketika menjadi senyap. Dan saat salah satu pastor membuka perayaan peringatan arwah semua orang beriman dimulai suasana menjadi hening dan khidmat. Semuanya larut dalam doa.
This entry was posted in