Sunday, November 09, 2014

Kepada orang yang baru patah hati (Sebuah puisi dari Raditya Dika)

Masih tentang kegalauan. Kali ini saya akan posting puisi terbaru dari Raditya Dika. Puisi ini dirilis tanggal 7 November kemarin dalam bentuk video, kalian bisa liat di akun You tube-Nya. Puisi yang berisi motivasi untuk orang-orang yang baru patah hati (putus sama pacar karena pacarnya bosan, ditinggalin tanpa alasan yang jelas atau bahkan diselingkuhin) ini dikemas dengan apik olehnya, khas seorang Raditya Dika. Menggunakan bahasa sederhana, to the point dan mudah dimengerti. Buat pembaca yang sedang patah hati dan saat ini sedang menangis seorang diri, atau bahkan sedang berusaha menghilangkan niat untuk mengambil handphone dan menghubungi mantan.. ini puisi untuk kalian.. untuk kita yang sedang patah hati.

KEPADA ORANG YANG BARU PATAH HATI

Kepada orang yang baru patah hati..

persilahkan dirimu bersedih

Orang-orang punya pandangan yang aneh tentang bersedih

Seakan-akan bersedih adalah hal yang tabu

Seakan-akan kamu harus terburu-buru tertawa setelah hal buruk menimpa.

Tapi tidak..

Seperti hujan ditepi senja kamu harus membiarkan setiap sendu yang ada

Setiap kematian butuh peratapan, begitupun cinta yang telah mati

Maka lakukanlah apa yang orang patah hati lakukan..

Menangis hingga kamu tidak bisa mendengar suaramu sendiri

Makan cokelat sebanyak-banyaknya

mandi air panas hingga jarimu pucat

Pergi ke kafe dengan tatapan nanar, pesan satu buah teh manis karena kopi terlalu pahit untuk diminum disaat seperti ini

 Izinkanlah dirimu bersedih..

Menangislah seakan ini terakhir kalinya kamu dikecewakan seseorang..

Menangislah seakan kamu lupa caranya berharap..

Kepada orang yang baru patah hati..

Setelah kamu bosan bersedih, inilah saatnya kamu mengangkat dirimu kembali

Mulai dengan hal yang mudah..

Kamu bisa mulai mencoba mengambil gitar dan mengambil nada-nada mayor yg bahagia

Ambil piano dan bermain soneta yang indah

Atau jika kamu tidak bisa bermain musik, lihat dirimu di depan cermin dan bersenandunglah

Lalu diantara nada-nada itu, bisikkan kepada dirimu sendiri

AKU PANTAS UNTUK BAHAGIA.

Kepada orang yang baru patah hati..

Selalu ada teman untuk menemani kamu

Pergilah bertemu temanmu

Tertawalah sampai lupa waktu

Tanyakan kabar teman yang lain

Pamerlah keberhasilanmu dibidang-bidang yang kamu suka

Dan jika memungkinkan nongkronglah sampai kamu diusir dari tempat itu

Emang sih kenangan terhadap dirinya kadang masih sering menganggu

Tempat yang pernah kalian datangi tidak akan terasa sama

teman yang belum tau mungkin akan menghampirimu,..

Dan bertanya “si Dia mana ya?”

Yang akan kamu balas dengan senyum tipis, entah bagaimana menjawabnya

Tapi percayalah satu hal..

 Semua ini akan berlalu

 Sama seperti hal lain di dunia, semua hal buruk pasti akan beranjak pergi..

Hujan pasti akan berganti langit biru, gelap pasti berganti terang..

Dan luka pasti terganti senyuman tipis di bibirmu.

Kepada orang yang baru patah hati..

Bersabarlah karena disetiap gelap ada cahaya kecil

Karena disetiap sakit ada pembelajaran

Karena kamu PANTAS UNTUK BAHAGIA.
Sekian. Jadi come on girls. Kita tidak sendiri, diluar sana, di tempat yang berbeda sedang ada orang-orang patah hati lainnya. Kita tidak patah hati sendirian, selalu ada orang yang mengalami hal sama dengan kita dan kita tidak boleh terlalu berlarut-larut lebih lama dalam sedih ini. Sedih ini pasti berujung, akan berujung, sudah berujung. Selesai.
This entry was posted in

Thursday, November 06, 2014

Berbicaralah, katakan, dan ceritakan.

"Sesungguhnya yang seseorang butuhkan ketika galau adalah telinga, pundak itu cuma bonus"
Itu adalah kutipan bijak yang sering orang (galau) gunakan untuk mengungkapkan bahwa saat ini dia hanya perlu  teman untuk dijadikan pendengarnya. hanya mendengarkan, tidak perlu berkomentar sekiranya tidak mau. 
Banyak hal yang bisa membuat galau. Tugas kuliah yang menumpuk, jerawat yang tak sembuh-sembuh, berat badan yang tak pernah naik, hubungan dengan pacar yang sedang rumit, bahkan saldo di ATM yang hanya bersisa 57.000 padahal baru tanggal 20. Terlalu banyak masalah, terlalu banyak pikiran. Tak ada hal lain yang melegakan selain membicarakannya. Setelah menangis seharian perasaan lega belum sepenuhnya bisa dirasakan, tetap saja masih ada sesuatu yang mengganjal. Tetap saja masih ada sesuatu yang terasa berat di hati. Karena tangisan hanya menunjukkan kesedihan, tidak menghapusnya. Perasaan sedih, galau, bimbang, atau bahkan buntu hanya dapat berkurang (sedikit) setelah kita membicarakannya dengan seseorang. Akan lebih melegakan jika kita mendapatkan solusinya. Apa yang kita rasakan tidak selamanya bisa kita pendam. Sedih yang dipendam terlalu lama hanya akan berakibat buruk. kehilangan nafsu makan dan jarang bicara misalnya, karena itu kita perlu teman untuk dijadikan pendengar. Mendengar keluh kesah dan keresahan yang kita rasakan.
Tapi jika kamu termasuk orang yang senang memendam perasaan, sering meredam kesedihan seorang diri. Percayalah, perasaan lega akan segera kamu dapatkan setelah berbicara menceritakan perasaanmu dengan seseorang ketimbang kamu harus menangis seharian di kamar, atau menulis kemudian tidak seorangpun boleh membacanya, membaca bertumpuk-tumpuk majalah yang hanya membuat mata berkaca-kaca atau memutar musik kencang-kencang. Tak ada hal yang paling melegakan selain berbagi dengan seseorang. Kalau kamu belum mempunyai seseorang itu, carilah, temukan orangnya. Kamu hanya perlu telinga, pundaknya hanya bonus. Jangan pendam sedih itu lebih lama. Sendirian.
This entry was posted in

Sunday, November 02, 2014

Hari peringatan arwah orang beriman (Melalui doa rindu pada mereka terobati)

Pontianak, 2 November 2014. Pemakaman Katolik santo Yusup. Pukul 15.00 WIB.
Hari ini ratusan umat Katolik berkumpul di pemakaman Santo Yusup untuk melaksanakan misa arwah untuk memperingati arwah semua orang beriman. Hari peringatan untuk arwah semua orang beriman ini jatuh pada tanggal 2 November tiap tahunnya. Dan acara misa di pemakaman ini merupakan agenda tiap tahun. Ini merupakan waktu yang tepat untuk mengenang orang-orang terdekat yang telah kembali ke sisi bapa. Keluarga, kaum kerabat, sahabat dan orang-orang yang pernah kita kenal.
Suasana sore ini sangat ramai. Orang-orang yang menghadiri misa yang dipimpin lima pastor ini dominan mengenakan pakaian berwarna gelap seperti hitam dan ungu tua. Dan makam-makam yang berderet rapi di sana penuh dengan bunga aneka warna yang dibawa oleh keluarga masing-masing. Ada mawar putih, merah muda dan tua, bunga tulip, lili dan aster. Bunga-Bunga ini diletakkan di tepi makam, berpadu indah dengan aneka warna dari bunga tabur. Benar-Benar memberi kesan tersendiri, sarat makna. Karena ada banyak rasa pada tangkai-tangkai mawar itu. Ada rindu yang tak berujung dalam rangkaian bunga aster di sana. Rindu menggebu yang kadang hanya bisa tersalurkan lewat luapan air mata dan ungkapan kata dalam doa. Ada rasa sakit saat mengenang kebersamaan yang harus berakhir dan pedih yang sangat dalam saat melepas salah satu anggota keluarga untuk dimakamkan, tertimbun di dalam sebuah liang, ditutup dan tak dibuka lagi, tak tahu kapan bisa bertemu kembali. Ratusan pasang mata saling bertemu, dan saling mengerti isi hati masing-masing. Mereka di sana dengan isi hati yang sama, hati yang penuh cinta untuk orang yang telah pergi tapi tak pernah hilang diingatan. Hati yang penuh kerinduan dan hanya dapat terobati lewat doa.
Hiruk pikuk dan riuh rendah suara umat yang sangat padat seketika menjadi senyap. Dan saat salah satu pastor membuka perayaan peringatan arwah semua orang beriman dimulai suasana menjadi hening dan khidmat. Semuanya larut dalam doa.
This entry was posted in