Wednesday, July 30, 2014

Untuk orang-orang kerampak dan kepala batu lainnya.



Hari ini aku dan keponakanku Annabel pergi ke toko aksesoris. Dan ada kejadian yang tidak mengenakkan terjadi sesudah kami membayar belanjaan, kejadian buruk yang disebabakan oleh sifat tidak suka mengalahku. Sebenarnya aku merasa baik-baik saja sih tapi penjaga kasir di depan kami nampaknya tidak. Kejadiannya singkat sekali, untuk membuat tulisan ini panjang aku akan menceritakan kejadian dari pertama kami datang memasuki toko itu. hahaha begini.
Aku dan Annabel masuk ke toko itu dan langsung berpencar. Annabel menuju rak bagian boneka dan aku menuju rak bagian bando. Beberapa puluh menit berlalu setelah mendapat barang yang kami inginkan kami menuju kasir dan belanjaan kami dibayar, setelah selelsai dibayar dan mbak penjaga kasir mengemas belanjaan kami Annabel melihat bandoku dan menginginkannya. Tentu saja tidak bisa, itu bando spesial yang akan aku kenakan saat berfoto bersama Vicqe dan Shaqe, dan bando itu tidak tersedia dalam jumlah banyak itu yang terakhir dan sekarang sudah habis. Dia ngotot memintanya dan aku ngotot mempertahankannya, dia meradang di sana dan aku membiarkannya, aku tetap kekeuh mempertahankan bando itu. Seharusnya aku memang mengalah, sebaiknya begitu. Tapi aah sebagian orang tidak mudah mengalah dan salah satunya aku. Aku tidak mengalah sama sekali tadi, dan itu sedikit memalukan karena aku bertengkar dengan anak yang berusia 6 tahun sedangkan usiaku 18 tahun. Rentang usia yang sangat jauh dan membuatku jadi tidak keren karena bertengkar dengan anak kecil hanya karena memperebutkan bando. Aku tahu aku memang menyebalkan, terlihat dari pandangan aneh penjaga toko yang berdiri di depan pintu keluar dan tatapan kasihan dari mbak penjaga kasir untuk Annabel, kasihan dia memiliki tante sepertiku. Ah aku memang agak keterlaluan hari ini, harusnya tidak perlu seegois itu tapi ntahlah sifat buruk ini sudah melekat erat dengan kepribadianku.
Aku sangat sadar dengan sifat burukku ini, sifat tidak mudah mengalah yang membuat beberapa orang menjaga jarak denganku. Aku memang jarang mengalah, bahkan tidak suka mengalah, termasuk ketika beradu pendapat. Karena itulah aku mendapat sebutan si kerampak sewaktu masih kecil, kemudian sebutan kepala batu oleh ayah sampai sekarang. Aku pernah mendengar cerita seorang ibu tentang keponakannya yang tidak suka mengalah, dia menceritakan segala tingkah laku keponakannya yang disebutnya tindakan tidak suka mengalah dan aku respon biasa saja karena memang biasa bagiku, karena aku hampir sama dengan keponakannya. Dia mengatakan betapa menjengkelkannya orang-orang yang tidak suka mengalah, dia mengatakan bahwa orang-orang seperti itu (kami) lebih cocok tinggal di hutan, menmyendiri. Bahkan aku punya sepupu (bagian mama) yang dikenal sangat kerampak dan tidak suka mengalah, dan aku seperti melihat pantulan diriku saat melihatnya, kami memiliki kesamaan. Sama-sama tidak suka mengalah.
Sikap tidak suka mengalah memang tidak menguntungkan sama sekali, aku sangat menyadari ini. karena itu sampai saat ini aku masih berupaya mengubah sifat buruk ini. Tapi biarkan aku menulis sesuatu tentang sifat buruk ini, mungkin tidak bisa dimengerti oleh orang-orang bijak dan suka mengalah, tapi biarkan aku menuliskannya di sini. Menurutku sifat tidak suka mengalah dipengaruhi oleh keadaan lingkungan keluarga, ya ini pasti benar karena pembentukan karakter dominan ditentukan oleh keluarga. Aku adalah anak bungsu dari dua bersaudara dan sejak kecil aku jarang sama-sama dengan kakakku. Aku tumbuh dan berkembang di lingkungan keluarga yang penyabar, semua keinginanku hampir selalu dipenuhi dan setiap melakukan kesalahan aku sangat jarang menerima hukuman. Aku juga jarang berbagi karena aku adalah anggota keluarga yang paling muda tanpa ada anggota lain yang seumuran denganku. Ini membuat posisiku di dalam keluarga sangat spesial dan istimewa, aku selalu mendapat perlakuan khusus dari Anggota keluarga yang lain karena aku yang paling kecil saat itu. ini berlangsung terus menerus sampai aku besar, selalu mendapat apa yang diinginkan menjadi kebiasaanku, dan tidak suka mengalah menjadi salah satu sifatku. Ini sangat amat tidak baik, aku tahu dan aku sedang memeperbaikinya saat ini. sifat tidak suka mengalahku kadang membuat hubunganku dengan orang di sekelilingku tidak harmonis. Jadi jika kalian mempunyai adik kecil atau keponakan kecil, jangan tanamkan kebiasaan-kebiasaan seperti ini kepada mereka, mungkin tujuannya baik, ingin membuat mereka senang. Tapi ketika kebiasaan itu sudah tertanam kuat itu akan menjadi karakter dalam pribadinya, dan semua orang harus tahu bahwa karakter merupakan tuan dalam pribadi tiap-tiap manusia. Jika seseorang mempunyai karakter yang baik maka kepribadiannya pasti baik pula dan sebaliknya. Karena itu jangan terbiasa menuruti keinginan-keinginan mereka jika itu tidak terlalu penting, jangan terlalu menampakkan perlakuan yang mengistimewakan mereka. Mereka jelas istimewa tapi tidak usah berlebihan, dan biasakan mereka untuk berbagi sejak kecil. Dengan begitu mereka akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang bisa bergaul dengan baik di lingkungannya.
Setelah pertengkaran dengan Annabel hari ini aku mulai berniat keras untuk berubah setidaknya lain kali aku harus bisa mengalah untuk anak kecil apalagi dia keponakanku sendiri. Ah mengubah karakter buruk menjadi karakter baik itu sulit sekali, berbeda jauh saat kita meninggalkan kebiasaan baik untuk memulai kebiasaan buruk. Aku berharap orang-orang kerampak dan kepala batu lainnya punya niat untuk memperbaiki diri setelah membaca ini.
Nah ini Annabel, tadi marahannya sebentar doang kok. Malamnya udah baikan tidurnya aja dekat te rani. hihih

This entry was posted in