Thursday, June 05, 2014

Untuknya, lelaki yang paling kusayangi



Ku raih lagi rosario ini, untuk kesekian kalinya di hari yang sama. Dan kali ini aku bernovena untuk seorang lelaki yang sangat ku cintai. Seorang lelaki yang karenanya aku memilih bertahan di sini, di kota ini untuk kuliah. Aku berdoa untuk segala kebaikannya selama ini, ketulusannya mencintai dan menyayangiku, keikhlasannya untuk berkorban, kegigihannya untuk berjuang; memperjuangkan cita-cita kami. Aku ingin dia tetap bahagia, tetap riang melewati hari-harinya. Segala yang baik selalu menyertai tiap langkahnya, usahanya, dan kerja kerasnya.
            Teruntukmu yang malam ini kuistimewakan melebihi keistimewaanmu dihari-hari biasa, aku ingin mengucapkan maaf untuk semua yang telah aku perbuat. Maaf untuk perbuatan-perbuatan burukku yang melukaimu, mengecewakanmu. Maaf untuk semua tingkah lakuku yang kadang membuatmu merasa diabaikan. Ketahuilah sesungguhnya aku tidak pernah bermaksud membuatmu sedih. Aku mencintaimu, sangat amat mencintaimu. Aku tidak bermaksud mengabaikan panggilanmu dengan sengaja ketika kamu menelfon, atau hanya membaca pesanmu tanpa membalasnya ketika aku sedang mengantuk, maaf.. karena itu seringkali komunikasi kita tidak nyaman, maaf karena sifatku yang buruk itu seringkali kita beradu pendapat. Maaf untuk semua yang membuatmu sedih sayang, maafkan.
            Dan untuk kesekian kalinya aku tegaskan, kamu adalah lelaki yang paling aku sayangi, lelaki yang paling aku banggakan, andalkan, kamu tetap yang terhebat, selalu yang terhebat. Aku menulis ini dengan perasaan sedih karena tak bisa bersama-sama denganmu. Maaf aku tidak bisa mengucapkan selamat ulang tahun secara langsung kepadamu. Selamat ulang tahun pak, semoga semakin tegar dalam menjalani hidup ini, tambah bijaksana sebagai pemimpin di keluarga kita, Tuhan pasti melindungi dan memberi kesehatan untuk bapak, segala rezeki dan usaha bapak dilancarkan. Selamat berusia 48 tahun, Tuhan melindungi kita. Amin.