Sunday, June 01, 2014

Tentang yang Tegar

Tegar, sebuah kata yang menunjukkan kekuatan yang terletak dari dalam hati seseorang. Lebih dari kuat, hampir sama dengan kemampuan untuk merelakan sekalipun hal itu masih sangat diinginkan untuk bertahan. Tegar   adalah kesiapan untuk kehilangan atau bahkan dihilangkan. Ntah bagaimana tegar menurut kalian. Itu hanya sedikit makna tegar yang bisa aku ungkapkan dengan pikiran sempitku, makna tegar yang aku dapatkan setelah menjalani hidup bersama orang yang tetap bahagia meskipun dihianati, dilupakan, diabaikan, dibuang. Tegar yang aku maknai sebagai kekuatan untuk menerima kenyataan sekalipun tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Tegar itu tetap bertahan meskipun keadaan sudah sangat menyakitkan, tegar itu tetap berdiri sekalipun lutut-lututmu bergetar hampir tak mampu menopang tubuhmu. Tegar adalah tetap berjalan sekalipun puluhan kali harus tersandung, tegar itu lebih dari tidak mudah putus asa; tidak mudah pantang menyerah. Tegar berarti tetap bahagia dalam kedukaan, tegar adalah tetap senang meskipun berpura-pura. Tegar itu menerima kesedihan dengan senyum mengembang tapi ada kekecewaan di pelupuk matanya, tegar dengan menutupi kesedihan, tegar dengan tetap bahagia meskipun masalah menunggu hampir di setiap ruas jalan yang di lalui di lorong yang dinamakan kehidupan. Tegar itu Ibu. Orang yang mampu menyembunyikan tangis dan laranya dari kami puteri-puteri yang disebutnya "harta paling berharga".