Monday, December 29, 2014

Surat untuk Raditya Dika


Pontianak, 28 Desember 2014.
Untuk : Penulis, Comic, Pemain film, Sutradara, dan Bintang iklan favoritku Raditya Dika

Mewakili para penggemarmu di seluruh Indonesia.
Selamat ulang tahun yang ke 30 tahun Dika Angkasaputra Moerwani . Mungkin surat ini tidak akan kamu baca. Atau bahkan mentionku tidak kamu lihat karena banyaknya pemberitahuan di twittermu. Tidak masalah, tak mengapa. Aku hanya ingin menuliskan doa-doaku untukmu, menuliskan siapa dirimu bagiku, menceritakan bagaimana hebatnya dirimu, mengungkapkan betapa cintanya aku akan karya-karyamu.
Usia 30 tahun jelas bukan usia yang muda lagi untuk hidup membujang, yah sebagai seorang penggemar aku memang tidak berhak untuk memberi wejangan bahwa kamu harus segera menikah, memiliki istri untuk menjadi pendampingmu. Tapi inilah doaku, ini salah satunya. Aku sangat senang waktu membaca di media bahwa kamu berpacaran dengan penyanyi idolaku, kamu bahkan menceritannya  di novel marmut merah jambu. Tapi ternyata kalian memang tidak jodoh, mungkin saat itu kalian beda keyakinan. Kamu yakin kalau kamu ganteng dan dia tidak yakin sehingga kalian putus. Hahaha. Apapun itu aku berdoa semoga kamu cepat menikah sehingga mempunyai seseorang yang selalu mendampingimu, tidak hanya melayanimu (dan kucingmu) tapi juga menjadi partner untuk karya-karyamu.
Semoga akan ada lebih banyak novel yang kamu tulis setelah novel Koala Kumal yang liris Januari 2015 nanti. Akan lebih banyak film-film yang kamu ciptakan dan tontonan berkelas seperti Malam Minggu Miko bisa ditayangkan kembali dengan cerita yang berbeda mungkin. Semoga kreativitasmu tidak pernah surut, selalu menggebu-gebu, selalu melahirkan ide baru yang membangun generasi muda.
Raditya Dika, dibalik kisah-kisah lucu yang kamu tuliskan, ketahuilah aku tidak hanya sekedar membaca. Aku belajar, tentu saja tidak mempelajari kebodohan yang kamu ceritakan dengan cerdas itu. Aku belajar untuk bermimpi. Aku ingin menjadi seseorang yang bisa dikenang seperti seorang Raditya Dika. Sejak kecil aku suka membaca, menulis dongeng pendek dan membacakannya pada kakek. Tapi sejak mengenal karyamu, aku merasa menemukan sesuatu yang lebih kuat dari sekedar suka membaca. Aku jadi lebih dari suka, aku ingin menjadi penulis. Penulis novel. Aku ingat saat itu aku  duduk dibangku kelas 3 SMP tahun 2009. Aku mendapat sebuah novel dari kakakku, Novel Kambing Jantan, novel tipis yang kubaca tidak lebih dari satu hari. Tidak perlu kuceitakan lagi bagaimana kehebohan yang tercipta karena novel itu. Sangat parah. Aku tertawa terbahak-bahak di kamar, sampai kakek dan nenekku menggedor pintu untuk memastikan bahwa aku baik-baik saja. Aku bahagia saat membaca novelmu dan sejak itu karya-karyamu selalu ku tunggu. Dan jika kamu tahu di mana aku saat itu mungkin kamu akan sangat bangga karena karyamu begitu luar biasa bagi anak Dayak di pedalaman Kalimantan Barat. Waktu SMP aku tinggal di kampung kecil pedalaman Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Di desa Banua Martinus, sebuah desa kecil yang jauh dari bisingnya keramaian kota, sebuah desa yang jauh dari kesan modern. Sangat jauh dari gambaran kehidupan yang kamu ceritakan di novel-novelmu itu. Dan aku, aku yang tumbuh di lingkungan seperti itu sangat terinspirasi oleh cerita-cerita yang kamu tuliskan di novelmu. Tidak terinspirasi untuk melakukan hal konyol, tidak. Aku terinspirasi untuk menjadi hebat seperti kamu. Aku terinspirasi untuk mempunyai kosakata yang banyak, kosakata yang luas dan memang sangat membantuku untuk belajar menulis, aku terinspirasi untuk kuliah di luar negeri sepertimu.Kamu membuatku berani untuk bermimpi, untuk mencintai kemampuanku dan berusaha mengembangkannya.
Melalui novel dan film-film yang kamu buat aku mempunyai cara pandang yang jauh lebih baik mengenai lingkungan sosialku, mengenai keadaan keluargaku, mengenai pendidikan dan pergaulan. Entah harus bagaimana menjelaskan hebatnya-tak ternilainya manfaat karyamu bagiku karena banyak orang menilai karyamu tidak lebih hanya untuk hiburan. Bagiku karyamu adalah penyambung lidah generasi muda, karyamu berisi protes-protes sosial yang disampaikan dengan cara ‘Anak Muda’, tidak hanya melalui film tapi materi-materi yang kamu sampaikan saat Open Mic. Kamu menyampaikan keresahan kami sebagai generasi muda dengan cara yang kami inginkan, tidak dengan cara yang membosankan seperti sebuah ceramah panjang, apalagi dengan cara anarkis. Kamu, Raditya Dika dengan segala kreativitasmu berhasil menyampaikan protes kami terhadap kejadian-kejadian di lingkungan kami. Kamu dengan kerendahan hatimu dan kesederhanaanmu menjadi tokoh favorit untuk kami.Kami mencintaimu, kamu dengan segala kekonyolanmu. Kami mengagumi kemampuanmu mengolah sebuah cerita, kemampuanmu meracik bumbu-bumbu tawa di panggung Stand up Comedy, kreativitasmu dalam membuat film, ide-ide gilamu itu yang menjadi karya cantik, aktingmu yang menawan dengan ciri yang tidak dibuat-buat sama sekali. Kamu mengenalkan orang-orang Indonesia berbakat lainnya, yang membuat kami sangat jatuh cinta pada kalian orang-orang kreativ, membuat kami mencintai Indonesia ini. Kamu akan menjadi legenda bagi kami, penggemarmu.
Raditya Dika.. Terimakasih telah menjadi bagian dari kami, bagian dari generasi muda pemilik masa depan ini, terimakasih sudah menyajikan karya-karya super yang membuat kami tertawa, terimakasih sudah berbagi kebahagiaan bersama kami, kamu adalah idola. Karya-karyamu selalu kami nanti, selalu di hati. Selamat berusia 30 tahun, segala kebikan besertamu. Kamu legenda bagi kami.



Dari penggemarmu  : Claudia Liberani Randungan.

Sunday, December 28, 2014

Beku

Tak mengapa kau jadi keras seperti ini. Membeku sajalah dan aku akan menjaga dinginmu. Memang tak mungkin untuk menggenggammu lagi, tapi setidaknya aku bisa melihatmu dalam diam.
Dalam pendar cahaya di sekitar hatimu yang beku.

This entry was posted in

Thursday, December 11, 2014

Sebuah tulisan untuk teman yang telah pergi

Teruntuk : J.F

Hai.. 
Apa kabar ?
Aku sedang duduk di sebuah cafe tepat di depan lapangan futsal tempat kita bertemu pertama kali.
Duduk sendirian, dengan laptop  dan segelas jus apple, bergelut dengan tugas akhir semester yang sangat padat. Ah aku duduk menghadap jalan dan tepat berhadapan dengan lapangan futsal itu.
Waktu sangat cepat berlalu. Tidak terasa semester tiga akan  berakhir, tahun 2014 akan terlewati. Banyak hal yang akan segera menjadi kenangan dan salah satunya kamu. Entah kenapa hari ini aku memikirkanmu. Bukan karena aku datang ke tempat ini, bukan. Karena ini bukan kali pertamanya aku datang sejak kepergianmu. Mungkin hari ini aku memang harus menulis sesuatu untukmu, ya mungkin begitu.
Aku sering galau akhir-akhir ini, kamu tahu urusan perasaan memang sangat berat. Aku sering pergi mengendarai motor tanpa tujuan yang jelas, aku juga sering melamun di kelas. Aku sering merasa sendiri, aku sering merasa sedih,dan kadang menangis begitu saja. Dan setiap malam, setiap pulang kuliah aku melewati tempat itu, tempat terakhirmu. Dan aku segera sadar setelah melaluinya, maksudku setidaknya keadaanku lebih baik karena sampai saat ini aku masih bisa berada di tengah-tengah keluargaku. Kamu selalu mengingatkanku untuk bersyukur. 
Nah aku tahu sekarang kenapa harus menulis sesuatu untukmu, aku harus menulisnya untuk berterimakasih. Terimakasih karena kamu selalu mengingatkanku bahwa aku sangat beruntung masih bisa berada di dunia ini.
Aku sangat terkejut sewaktu mendengar kabar kepergianmu, padahal kita belum berjumpa sejak itu. Sejak kamu menyapaku di gereja dan tidak kubalas, aku sangat menyesal. Maaf. Maaf juga karena tidak datang di hari pemakamanmu tapi percayalah aku mendoakanmu. Dan sekali lagi terimakasih pernah bertemu dan berkenalan, terimakasih kita pernah menjadi teman. Setiap hari yang berlalu akan menjadi kenangan untuk hari esoknya, dan hari-hari berlalu tanpa terasa. Dan tempat itu, tempat yang ada di hadapanku saat ini akan menjadi tempat kenangan, di sanalah untuk pertama kalinya kita bertemu. Dan sekarang tak terasa kau telah pergi, dan kita tetap teman selamanya.

Friday, November 28, 2014

Lirik Lagu The Hunging Tree (Jenifer Lawrence) Mockingjay part I

The Hunging Tree

Are you, are you
Coming to the tree
They strung up a man
They say who murdered three.
Strange things did happen here
No stranger would it be
If we met at midnight
In the hanging tree.

Are you, are you
Coming to the tree
Where dead man called out
For his love to flee.
Strange things did happen here
No stranger would it be
If we met at midnight
In the hanging tree.

Are you,
This entry was posted in

Friday, November 21, 2014

Mockingjay part I


Ready to see my Hero- Katniss Everdeen!!!

Hai Katniss see you again :)
Mockingjay Part I ini adalah sekuel ketiga dari Hunger games yang diangkat dari buku ke-tiga dengan judul yang sama. Namun karena ceritanya sangat panjang maka filmnya dibagi menjadi dua, bagian pertama rilis pada 20 November 2014 dan bagian kedua rilis pada November 2015. Film yang disutradarai oleh Frances Lawrence ini merupakan salah satu film yang ditunggu kehadirannya. Banyak yang penasaran dengan kisah heroik Katniss Everdeen dan kisah cintanya bersama Peeta dan Gale. 
Dalam film kali ini ada beberapa tokoh baru yang tidak kita temui pada film sebelumnya, diantaranya Presiden Alma Coin yang diperankan Julianne Moore yang menjadi Presiden Distrik 13 sekaligus pemimpin pasukan pemberontak (di sini rambutnya berwarna putih dan dia identik dengan pemimpin yang tidak banyak bicara, anggun), kemudian tokoh Cressida (Natalie Dormer) yang menjadi wartawan dari Capitol bersama asistennya Mesalla, mereka berdua mendukung Distrik 13 untuk bebas dari kontrol Presiden Snow (Donald Sutherland).
Pada film kali ini tidak banyak cerita tentang Katniss dan Peeta, karena mereka tidak bersama. Katniss berada di distrik 13 sementara Peeta menjadi tawanan di Capitol. Peeta ditahan di sana dan dimanfaatkan untuk mempengaruhi pikiran Katniss agar Katniss tidak melakukan perlawanan. Kali ini Katniss tidak terlalu banyak bertarung karena memang sutradara menjadikan Mockingjay part I ini sebagai film propaganda, pada part kedua nanti barulah film perang. Film kali ini lebih menceritakan bagaimana kejamnya Capitol, mereka menghancurkan semua hal yang dianggap merugikan pihak mereka. Dan Katniss dijadikan simbol harapan oleh warga Panem. Dia akan melakukan pemberontakan bersama Gale (Liam Hemsworth).
Beberapa bagian yang saya sukai dari film ini salah satunya ketika Katniss menyaksikan puing-puing sisa kehancuran Distrik 12, dia berdiri diantara bangunan yang luluh lantak dan ribuan mayat di tanah, pengambilan gambarnya sangat keren. Ketika mengunjungi rumahnya dia mendapati kucing peliharaan keluarga mereka Buttercup masih hidup lalu dia memasukkan ke dalam tas dan membawanya ke Distrik 13. Bagian menyentuh lainnya adalah saat Katniss tidak bisa tidur karena bermimpi tentang Peeta, lalu adiknya Primrose (Willow Shields) bangun dari tempat tidurnya, baring di dekat Katniss dan menenangkan kakaknya. Saya menangis ketika menonton bagian ini, saya teringat pada kakak dan jadi rindu. Adegan lainnya adalah saat Katniss keluar dari ruangan anti ledakan di Distrik 13 dan mendapati seluruh tanah tertutup mawar putih yang sengaja ditaburkan oleh pihak Capitol, mawar putih sangat akrab dengan Presiden Snow dan di film ini akan diungkapkan apa alasan Presiden Snow sangat menyukai mawar putih. Kemudian saat Katniss mengunjungi rumah sakit di Distrik 8, banyak orang meninggal dan mayat mereka dijejerkan di bagian depan sehingga terlihat seperti kuburan masal, banyak orang terluka dan membutuhkan pertolongan. Dan saat melihat Katniss datang mereka langsung terdiam, menunjukkan harapan yang sangat besar untuk bebas dari Capitol dan Katniss satu-satunya harapan mereka. 
Supaya lebih jelas sebaiknya kalian menonton langsung filmnya seperti apa, film yang harus disaksikan oleh penggemar Jennifer Lawrence, Josh Hutcherson, dan Liam Hemsworth.
This entry was posted in

Wednesday, November 12, 2014

Hari Ayah


Selamat Hari Ayah untuk semua ayah di Indonesia. Selamat Hari Ayah pak :)
Hari Ayah adalah hari untuk menghormati ayah. Di Indonesia Hari Ayah dirayakan pada tanggal 12 November, sementara di beberapa negara lain seperti Amerika, Australia, Kanada, Italia, Jerman, Belanda dan Turki Hari Ayah atau Father's Day dirayakan pada hari Minggu di pekan ketiga bulan Juni. Di Serbia dirayakan setiap tanggal 6 Januari, sementara di Korea Selatan dirayakan pada tanggal 8 Mei.
Hari Ayah Nasional pertama kali dideklarasikan di Pendopo Gedhe Balaikota Solo pada tanggal 12 November 2006. Yang memprakarsai adalah para ibu-ibu yang tergabung dalam Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP). Deklarasi di Solo ini juga diadakan di Maumere Flores NTT. Usai deklarasi itu mereka mengirimkan piagam Deklarasi Hari Ayah dan sebuah buku “Kenangan Buat Ayah” kepada Presiden Indonesia saat itu Bapak Susilo Bambang Yudhoyono serta 4 bupati di 4 penjuru Indonesia yakni di Sabang, Merauke, Sangir Talaut dan Pulau Rote.
Ayah adalah sosok pahlawan dalam keluarga, saling melengkapi bersama ibu untuk menjadi orangtua, pelindung, sekaligus sahabat bagi anak-anaknya. Peran ayah sebagai kepala keluarga sangat mempengaruhi perkembangan keluarga itu, baik dari sisi ekonomi, spiritual maupun jasmani. Ayah sebagai tulang punggung keluarga mempunyai tanggung jawab besar terhadap kehidupan keluarga, seringkali anak-anak lebih dekat kepada ibu daripada ayah karena ayah jarang di rumah, sibuk bekerja untuk mencari nafkah, dan yang menyedihkan kerap kali anak-anak berkesimpulan bahwa ayah tidak menyayangi mereka. Saya sendiri sejak kecil jarang bertemu ayah, sejak saya lahir ayah sudah jarang di rumah, bekerja di luar daerah dan hanya pulang sesekali sewaktu libur. Sampai sekarang bahkan saya tidak serumah dengan mereka, sejak saya kuliah intensitas pertemuan kami dalam setahun tidak sampai sebulan. Sangat sedikit, bahkan saya terkadang iri melihat teman-teman yang bisa bertemu orangtuanya setiap hari, tinggal serumah dan bisa bertemu kapan saja. Walaupun demikian saya tidak pernah berpikir bahwa ayah tidak menyayangi saya, saya tahu keadaan yang mengharuskannya jarang di rumah. Dan sejak kecil saya memang tinggal bersama nenek dan kakek, pertemuan dengan ayah biasanya paling lama satu minggu ketika libur Natal. Ayah tetap menjadi sosok pahlawan di mata saya, sosoknya tidak bisa terganti, tidak akan. Ketenangan saat mendengar nasihat-nasihat darinya, perasaan aman ketika berada di sampingnya, kesabaran,kebijaksanaan dan pengertiannya yang membuat saya merasa dilimpahi kasih sayang yang tidak terbatas. Keluarga adalah berkat paling indah dari Bapa, dan ayah adalah pahlawan bagi keluarga kami. Dia adalah keteduhan, dia adalah tempat berlindung, rumah bagi keluarga kami.
Sampai saat ini film favorite saya tentang ayah adalah film berjudul the Pursuit of Happyness, film yang diperankan oleh Will Smith dan anak kandungnya Jaden Smith ini adalah ungkapan cinta terbaik untuk menceritakan betapa berartinya seorang ayah, betapa besarnya cinta dan kasih sayang ayah. Film ini secara sempurna menggambarkan bahwa semua ayah di dunia ini mencintai keluarganya bagaimanapun keadaan mereka. Film ini menggambarkan secara blak-blakkan bagaimana perjuangan seorang laki-laki sekaligus ayah bagi anaknya, suami bagi istrinya, dan kepala keluarga bagi keluarga kecilnya untuk bertahan hidup di tengah tuntutan kebutuhan yang semakin tinggi. Film ini juga menceritakan kegigihan Will Smith untuk mendapat pekerjaan yang layak agar keadaan ekonomi mereka membaik, dan ini mengintakan saya pada ayah. Ayah yang tekun bekerja, yang tidak pernah lelah berusaha. Ayah yang terbaik. Di sini Will Smith juga berusaha untuk mempertahankan keutuhan keluarga mereka. Meskipun bercerai pada akhirnya, dan di sinilah klimaks dari ungkapan cinta seorang ayah untuk anaknya. Sejak bercerai kehidupannya bersama sang anak berantakan, dia kelimpungan membagi waktu untuk bekerja dan mengurus anak. Sebagai seorang ayah dia juga harus berperan sebagai seorang ibu untuk Jaden, banyak kejadian sedih yang mereka alami. Sampai akhirnya dia memperoleh pekerjaan layak dan kehidupan mereka membaik walaupun bercerai. Saya menangis menonton film ini, bayangan ayah saya menari-nari di pelupuk mata. Sungguh, cinta seorang ayah tidak pernah habis, mereka adalah sosok paling tegar di dunia, tidak peduli sebesar apapun masalah yang terjadi mereka tetap berusaha tampak bahagia, tenang dan tetap sabar, tidak pernah mengeluh. Saya tidak mungkin bisa membalas semua kebaikan yang diberikan ayah, karena itu satu-satunya yang sekarang bisa saya lakukan adalah kuliah sebaik-baiknya, tidak peduli betapa membosankannya masa kuliah ini saya harus tetap tekun, saya tidak ingin mengecewakan ayah.
Selamat Hari Ayah pak, semoga sehat selalu. You are my hero, my everything. 
Dan diakhir tulisan ini saya ingin menulis lirik lagu yang selalu mengingatkan saya pada ayah. Sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Ada Band dan Gita Gutawa berjudul yang Terbaik Bagimu.

yang Terbaik Bagimu
  Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja...
Indahnya saat itu buatku melambung disisimu

Terngiang, hangat nafas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu...

Kau ingin ku menjadi yang terbaik bagimu...
Patuhi perintahmu jauhkan godaan...
yang mungkin kulakukan, dalam waktu ku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak...



Tuhan tolonglah... sampaikan sejuta sayangku untuknya...
Ku terus berjanji takkan khianati pintanya

Ayah dengarlah... betapa sesungguhnya ku mencintaimu...
Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu...


Andaikan detik itu kan bergulir kembali...
Kurindukan suasana basuh jiwaku
Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala s
esuatu yang pernah terlewati...

Sekian. Selamat Hari Ayah untuk semua Ayah di Indonesia, sungguh Ayah adalah pahlawan bagi keluarga. 

Sunday, November 09, 2014

Kepada orang yang baru patah hati (Sebuah puisi dari Raditya Dika)

Masih tentang kegalauan. Kali ini saya akan posting puisi terbaru dari Raditya Dika. Puisi ini dirilis tanggal 7 November kemarin dalam bentuk video, kalian bisa liat di akun You tube-Nya. Puisi yang berisi motivasi untuk orang-orang yang baru patah hati (putus sama pacar karena pacarnya bosan, ditinggalin tanpa alasan yang jelas atau bahkan diselingkuhin) ini dikemas dengan apik olehnya, khas seorang Raditya Dika. Menggunakan bahasa sederhana, to the point dan mudah dimengerti. Buat pembaca yang sedang patah hati dan saat ini sedang menangis seorang diri, atau bahkan sedang berusaha menghilangkan niat untuk mengambil handphone dan menghubungi mantan.. ini puisi untuk kalian.. untuk kita yang sedang patah hati.

KEPADA ORANG YANG BARU PATAH HATI

Kepada orang yang baru patah hati..

persilahkan dirimu bersedih

Orang-orang punya pandangan yang aneh tentang bersedih

Seakan-akan bersedih adalah hal yang tabu

Seakan-akan kamu harus terburu-buru tertawa setelah hal buruk menimpa.

Tapi tidak..

Seperti hujan ditepi senja kamu harus membiarkan setiap sendu yang ada

Setiap kematian butuh peratapan, begitupun cinta yang telah mati

Maka lakukanlah apa yang orang patah hati lakukan..

Menangis hingga kamu tidak bisa mendengar suaramu sendiri

Makan cokelat sebanyak-banyaknya

mandi air panas hingga jarimu pucat

Pergi ke kafe dengan tatapan nanar, pesan satu buah teh manis karena kopi terlalu pahit untuk diminum disaat seperti ini

 Izinkanlah dirimu bersedih..

Menangislah seakan ini terakhir kalinya kamu dikecewakan seseorang..

Menangislah seakan kamu lupa caranya berharap..

Kepada orang yang baru patah hati..

Setelah kamu bosan bersedih, inilah saatnya kamu mengangkat dirimu kembali

Mulai dengan hal yang mudah..

Kamu bisa mulai mencoba mengambil gitar dan mengambil nada-nada mayor yg bahagia

Ambil piano dan bermain soneta yang indah

Atau jika kamu tidak bisa bermain musik, lihat dirimu di depan cermin dan bersenandunglah

Lalu diantara nada-nada itu, bisikkan kepada dirimu sendiri

AKU PANTAS UNTUK BAHAGIA.

Kepada orang yang baru patah hati..

Selalu ada teman untuk menemani kamu

Pergilah bertemu temanmu

Tertawalah sampai lupa waktu

Tanyakan kabar teman yang lain

Pamerlah keberhasilanmu dibidang-bidang yang kamu suka

Dan jika memungkinkan nongkronglah sampai kamu diusir dari tempat itu

Emang sih kenangan terhadap dirinya kadang masih sering menganggu

Tempat yang pernah kalian datangi tidak akan terasa sama

teman yang belum tau mungkin akan menghampirimu,..

Dan bertanya “si Dia mana ya?”

Yang akan kamu balas dengan senyum tipis, entah bagaimana menjawabnya

Tapi percayalah satu hal..

 Semua ini akan berlalu

 Sama seperti hal lain di dunia, semua hal buruk pasti akan beranjak pergi..

Hujan pasti akan berganti langit biru, gelap pasti berganti terang..

Dan luka pasti terganti senyuman tipis di bibirmu.

Kepada orang yang baru patah hati..

Bersabarlah karena disetiap gelap ada cahaya kecil

Karena disetiap sakit ada pembelajaran

Karena kamu PANTAS UNTUK BAHAGIA.
Sekian. Jadi come on girls. Kita tidak sendiri, diluar sana, di tempat yang berbeda sedang ada orang-orang patah hati lainnya. Kita tidak patah hati sendirian, selalu ada orang yang mengalami hal sama dengan kita dan kita tidak boleh terlalu berlarut-larut lebih lama dalam sedih ini. Sedih ini pasti berujung, akan berujung, sudah berujung. Selesai.
This entry was posted in

Thursday, November 06, 2014

Berbicaralah, katakan, dan ceritakan.

"Sesungguhnya yang seseorang butuhkan ketika galau adalah telinga, pundak itu cuma bonus"
Itu adalah kutipan bijak yang sering orang (galau) gunakan untuk mengungkapkan bahwa saat ini dia hanya perlu  teman untuk dijadikan pendengarnya. hanya mendengarkan, tidak perlu berkomentar sekiranya tidak mau. 
Banyak hal yang bisa membuat galau. Tugas kuliah yang menumpuk, jerawat yang tak sembuh-sembuh, berat badan yang tak pernah naik, hubungan dengan pacar yang sedang rumit, bahkan saldo di ATM yang hanya bersisa 57.000 padahal baru tanggal 20. Terlalu banyak masalah, terlalu banyak pikiran. Tak ada hal lain yang melegakan selain membicarakannya. Setelah menangis seharian perasaan lega belum sepenuhnya bisa dirasakan, tetap saja masih ada sesuatu yang mengganjal. Tetap saja masih ada sesuatu yang terasa berat di hati. Karena tangisan hanya menunjukkan kesedihan, tidak menghapusnya. Perasaan sedih, galau, bimbang, atau bahkan buntu hanya dapat berkurang (sedikit) setelah kita membicarakannya dengan seseorang. Akan lebih melegakan jika kita mendapatkan solusinya. Apa yang kita rasakan tidak selamanya bisa kita pendam. Sedih yang dipendam terlalu lama hanya akan berakibat buruk. kehilangan nafsu makan dan jarang bicara misalnya, karena itu kita perlu teman untuk dijadikan pendengar. Mendengar keluh kesah dan keresahan yang kita rasakan.
Tapi jika kamu termasuk orang yang senang memendam perasaan, sering meredam kesedihan seorang diri. Percayalah, perasaan lega akan segera kamu dapatkan setelah berbicara menceritakan perasaanmu dengan seseorang ketimbang kamu harus menangis seharian di kamar, atau menulis kemudian tidak seorangpun boleh membacanya, membaca bertumpuk-tumpuk majalah yang hanya membuat mata berkaca-kaca atau memutar musik kencang-kencang. Tak ada hal yang paling melegakan selain berbagi dengan seseorang. Kalau kamu belum mempunyai seseorang itu, carilah, temukan orangnya. Kamu hanya perlu telinga, pundaknya hanya bonus. Jangan pendam sedih itu lebih lama. Sendirian.
This entry was posted in

Sunday, November 02, 2014

Hari peringatan arwah orang beriman (Melalui doa rindu pada mereka terobati)

Pontianak, 2 November 2014. Pemakaman Katolik santo Yusup. Pukul 15.00 WIB.
Hari ini ratusan umat Katolik berkumpul di pemakaman Santo Yusup untuk melaksanakan misa arwah untuk memperingati arwah semua orang beriman. Hari peringatan untuk arwah semua orang beriman ini jatuh pada tanggal 2 November tiap tahunnya. Dan acara misa di pemakaman ini merupakan agenda tiap tahun. Ini merupakan waktu yang tepat untuk mengenang orang-orang terdekat yang telah kembali ke sisi bapa. Keluarga, kaum kerabat, sahabat dan orang-orang yang pernah kita kenal.
Suasana sore ini sangat ramai. Orang-orang yang menghadiri misa yang dipimpin lima pastor ini dominan mengenakan pakaian berwarna gelap seperti hitam dan ungu tua. Dan makam-makam yang berderet rapi di sana penuh dengan bunga aneka warna yang dibawa oleh keluarga masing-masing. Ada mawar putih, merah muda dan tua, bunga tulip, lili dan aster. Bunga-Bunga ini diletakkan di tepi makam, berpadu indah dengan aneka warna dari bunga tabur. Benar-Benar memberi kesan tersendiri, sarat makna. Karena ada banyak rasa pada tangkai-tangkai mawar itu. Ada rindu yang tak berujung dalam rangkaian bunga aster di sana. Rindu menggebu yang kadang hanya bisa tersalurkan lewat luapan air mata dan ungkapan kata dalam doa. Ada rasa sakit saat mengenang kebersamaan yang harus berakhir dan pedih yang sangat dalam saat melepas salah satu anggota keluarga untuk dimakamkan, tertimbun di dalam sebuah liang, ditutup dan tak dibuka lagi, tak tahu kapan bisa bertemu kembali. Ratusan pasang mata saling bertemu, dan saling mengerti isi hati masing-masing. Mereka di sana dengan isi hati yang sama, hati yang penuh cinta untuk orang yang telah pergi tapi tak pernah hilang diingatan. Hati yang penuh kerinduan dan hanya dapat terobati lewat doa.
Hiruk pikuk dan riuh rendah suara umat yang sangat padat seketika menjadi senyap. Dan saat salah satu pastor membuka perayaan peringatan arwah semua orang beriman dimulai suasana menjadi hening dan khidmat. Semuanya larut dalam doa.
This entry was posted in

Kisah tentang hati yang terluka

Ini kisah tentang sebuah hati yang terluka tapi dia menyembunyikannya dari semua hati yang lain sehingga terlihat bahwa hatinyalah yang paling kuat. Dia menyembunyikan semua lukanya dengan baik. Nyaris sempurna. Darah yang meleleh dibalutnya dengan kain yang indah. Menjadikan hati itu terlihat lebih berwarna. Dia menyembunyikan cerita-cerita sedihnya disebuah buku. Dituliskannya semua yang pernah dirasakannya di sana. Kegalauan, kebodohan, dan kemunafikan yang menjadi temannya selama ini. Dituliskan segala yang dia alami dan dibakarnya. Abunya disimpannya di tepian karang.
Suatu hari dia bertemu hati yang lain. Hati yang tidak tertebak seperti apa. Hati itu bertanya mengapa meletakkan abu itu di sana. Lalu hati yang terluka menjawab "ombak akan datang setiap hari, mengikisnya dan abu ini akan hilang". Hati yang datar memandangnya. Lalu dia berkata "kalau begitu buang saja abu itu ke lautan lepas, air akan menenggelamkannya dan dia larut. Dia akan hilang". Mereka terdiam. Hati yang terluka menurutinya. Dan abu itu dibuangnya ke lautan lepas.
Sejak saat itu mereka menjadi teman dekat. Mereka sering berdetak dengan irama yang sama. Dan mereka jatuh cinta. Hati yang terluka itu semakin terlihat kuat. Dia nyaris sempurna menyembunyikan lukanya. Dan hati yang datar sudah tidak datar lagi. Dia berundak-undak. Menjadi tajam dan kasar. Dan dia melukai hati yang terlihat kuat itu. Dia tidak sengaja menusuk hati yang terluka itu karena terlalu erat memeluknya. Darah mengalir deras. Tidak berhenti dan hati itu menangis. Merengek seperti anak kecil tapi hati yang datar itu tidak tahu bagaimana cara menghentikan darah itu, meredakan tangisnya. Dia terlalu datar sehingga tidak peka dan mengerti sakitnya sebuah luka. Dia panik. Dibawanya hati yang terluka itu menuju lautan lepas. Tempat mereka membuang abu kelam milik hati yang telah disakitinya. Dia berkata "kau adalah hati terkuat yang pernah ku temui. Sekarang kau berdarah dan merengek seperti orang yang lemah. Berhentilah. Meloncatlah ke dalam. Air garam akan merembes masuk ke dalam lukamu dan darahmu akan berhenti mengalir. Itu akan perih tapi itu akan menghentikan darahmu dan percayalah padaku aku akan menarikmu kembali sebelum perih itu menggerogoti seluruh bagianmu".
Hati yang terluka dan terlihat kuat itu percaya. Dengan penuh harapan dia meloncat ke dalam lautan. Dia merasakan air laut yang asin merembes masuk ke dalam lukanya. Perih. Perih sekali. Dia tak mampu. Dicobanya mengapung. Menengadah mencari-cari hati yang dicintainya. Tapi dia tak ada di sana. Dia bohong. Dia meninggalkannya di lautan itu. Membiarkannya terapung dan terombang ambing. Hati itu menangis sejadi-jadinya. Dibenamkannya seluruh bagiannya. Dikutuknya dirinya yang terlalu polos. Dia mempercayai hati yang salah. Hati yang datar tapi tajam. Hati yang mengajarinya kemunafikan sempurna. Hati yang mendorongnya ke dalam lautan terperih yang sungguh amat menyiksa. "Oh tuhan.. ke mana lagi ku sembunyikan lukaku sekarang ?.." dia meratap sejadi-jadinya. Ratapan malang penuh penyesalan. Dia telah kehilangan keindahannya. Dia tenggelam. Semakin jauh ke dasar laut. Dan di dasar laut itu ditemuinya abu yang pernah dibuangnya. Sekali lagi dia dibohongi.. abu dari luka dan penderitaan tak pernah bisa larut oleh air. Dia semakin terpuruk. Dia sangat malang dan sangat terkutuklah hati yang datar itu. Yang meninggalkannya di dasar laut bersama luka perih dan butiran debu kelamnya. Dia menjadi hati yang penuh duka dan lara. Diam di dasar laut dengan memeluk debu-debunya. Dia kembali terjatuh. Dan kali ini dicampakkan ke dasar laut penuh keperihan. Dia tak akan mati.. karena dia adalah hati yang kuat. Yang mampu menybunyikan duka dan laranya.

2 November 2014. Karena aku yang paling mampu.

This entry was posted in

Friday, October 24, 2014

Pontianak 243

23 Oktober merupakan hari jadi kota Pontianak. Kota ini dikenal sebagai Kota Khatulistiwa karena dilalui garis lintang nol derajat bumi. Kota Pontianak didirikan oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie pada hari Rabu, 23 Oktober 1771 (14 Rajab 1185 H) yang ditandai dengan membuka hutan di persimpangan Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Kapuas Besar untuk mendirikan balai dan rumah sebagai tempat tinggal. Pada tahun 1778 (1192 H), Syarif Abdurrahman dikukuhkan menjadi Sultan Pontianak. Letak pusat pemerintahan ditandai dengan berdirinya Masjid Jami' (kini bernama Masjid Sultan Syarif Abdurrahman) dan Istana Kadariah yang sekarang terletak di Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur. 
Nama Pontianak yang berasal dari Bahasa Melayu ini dipercaya ada kaitannya dengan kisah  Syarif Abdurrahman yang sering diganggu oleh hantu kuntilanak ketika beliau menyusuri Sungai Kapuas. Menurut ceritanya, Syarif Abdurrahman terpaksa melepaskan tembakan meriam untuk mengusir hantu itu sekaligus menandakan di mana meriam itu jatuh, maka di sanalah wilayah kesultanannya didirikan.Terlepas dari benar tidaknya nama Pontianak berhubungan dengan kuntilanak hal ini sudah dipercaya turun temurun.
Saya sendiri tidak berasal dari kota ini.780 kilometer dari daerah tempat saya berasal, Putussibau. Dengan alasan melanjutkan pendidikan, saya tinggal di kota ini sejak setahun yang lalu, menempuh pendidikan di salah satu universitas negeri yang menjadi maskot kota Pontianak. 
Kota ini jelas mempunyai bagian tersendiri dalam hati saya, menjadi tempat menumpang beberapa tahun dan pasti akan tetap saya kenang. Di sinilah saya sedikit merasakan bagaimana menjadi perantau, meskipun tidak sepenuhnya merantau karena keluarga saya banyak yang sudah menetap di sini. Di sinilah saya bertemu dengan teman-teman saya, menemukan mereka dalam keadaan yang sama. Sama-sama menumpang untuk melanjutkan pendidikan. Kemudian melakukan hal-hal konyol seperti mencoba bekerja paruh waktu dan hanya bertahan beberapa hari. Di sinilah saya bertemu orang-orang yang sebelumnya buku dan filmnya hanya bisa saya baca dan lihat. Bertemu teman-teman yang mempunyai satu hobby. Menyenangkan.
Menemui keramaian setiap harinya, jalanan yang sesak oleh kendaraan, debu-asap-udara yang pengap. Mendapati tukang koran pada setiap perempatan lampu merah. Anak-anak kecil yang mengamen di korem setiap malamnya. Pengemis di tepi jalan di depan pasar Sudirman. Dodol lidah buaya, bingke cokelat, dan sotong pangkong yang menjadi andalan untuk oleh-oleh ketika ada teman dari luar pulau. Es krim petrus, nasi goreng ayong, ayam penyet bu Nina, bakso 21, sate babe tanah abang dan deretan nama tempat yang kami kunjungi untuk mengisi perut sepulang kuliah, percikan air mancur di bundaran depan Universitas Tanjungpura, sampai rusuhnya tawuran antar fakultas di kampus. Semuanya terbingkai di kota ini, tertata apik di sini, di hati. 
Dan malam ini, dentuman meriam karbit disusul kembang api menyemarakkan ulang tahun kota Pontianak yang ke 243 tahun. Sejak tadi pagi beredar berbagai pesan dan gambar sebagai ucapan ulang tahun untuk kota khatulistiwa di media sosial dengan hastag #PTK243. Diskon diberbagai tempat komersial, berbagai perlombaan dihelat untuk perayaan hari jadi kota ekuator. Selamat ulang tahun kota Pontianak. Semoga semakin jaya, semakin berkembang dengan merata. Tetap maju, tetap bersatu.

Tuesday, October 21, 2014

Generasi yang sadar.

Mengikuti perkembangan anak-anak adalah hal yang istimewa. Menyenangkan sekali. Saya mempunyai keponakan kecil. Ini adalah tahun pertamanya duduk di sekolah formal, Taman Kanak-kanak. Banyak perubahan yang terjadi padanya semenjak mengikuti sekolah formal. Terutama kemampuan akademiknya yang berkembang sangat baik. Dan rasanya seperti keajaiban saat saya bisa mendengarkannya membaca sebuah dongeng. Rasanya bahagia saat melihat si kecil yang biasanya hanya bisa mendengarkan cerita yang dibacakan atau mewarnai gambar jadi kini bisa membaca sendiri. Saya seperti kembali ke masa kecil. Menyaksikan tangan kecilnya menulis huruf dan menjelma menjadi kalimat. Dan nampaknya telah menjadi kewajaran bahwa semasa kecil kita sangat senang menuliskan kalimat-kalimat lucu. Bahkan kadang kalimat-kalimat menyebalkan seperti Andi-cinta-Mia. Hahaha saya ingat pernah membuat kakak menangis karena menuliskan kalimat itu berbaris-baris.
Anak kecil ibaratkan sebuah kertas putih. Jadi apa isinya nanti tergantung pada apa gang dituliskan di dalamnya. Dan ini yang membuat saya sangat sadar pentingnya mengajari anak kecil dengan kebiasaan  baik. Salah satunya adalah memberi kesempatan belajar baik di sekolah formal maupun di rumah. Mengajari anak menulis dan membaca misalnya. Karena saya sangat sadar kemajuan alat komunikasi zaman ini telah memanjakan generasi muda, anak kecil utamanya. Saya sangat prihatin saat mengetahui adik teman saya sudah pandai membaca tetapi tidak pandai menulis. Bagaimana bisa ? karena dia belajar membaca melalui media elektronik. Dia membaca huruf-huruf digadgetnya tanpa pernah mencoba menulis huruf-huruf itu sendiri. Sehingga di kelas dia sangat kesusahan menulis. Dan ini terdengar tidak lucu. Seharusnya, pada umumnya. Anak-anak diajarkan menulis terlebih dahulu baru kemudian belajar membaca. Dan hal yang sangat memprihatinkan saat menemui generasi penerus bangsa kita terlalu dimanjakan oleh canggihnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu kita sebagai -Generasi yang sadar- mempunyai tanggung jawab untuk mengajarkan hal-hal baik bagi generasi penerus kita. Salah satunya tidak membuat mereka menjadi malas menulis.
This entry was posted in

Monday, October 20, 2014

Selamat bekerja Jokowi-JK

20 Oktober 2014. ini adalah hari bersejarah untuk rakyat Indonesia dan negara ini. secara resmi Joko widodo dan Jusuf Kalla dilantik sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia.
euforia masyarakat pendukung pasangan Jokowi-JK sangat tinggi, kompak dan membuat rakyat Indonesia terperangah. Penyambutan yang sangat luar biasa. hari ini adalah pesta rakyat untuk menyambut presiden dan wakil presiden baru. Rakyat Indonesia memperlakukan Jokowi-JK dengan istimewa. sangat istimewa. arak-arakan dan pemotongan tumpeng di berbagai daerah. ini luar biasa.
Saya juga tidak tahu apa yang mengilhami saya untuk menulis tentang pelantikan  Jokowi-JK. Saya bahkan tidak memilih siapapun pada pemilu yang lalu. hanya saja saya tidak ingin lupa bahwa hari ini rakyat Indonesia sedang mengeluk-elukkan presiden dan wakil presiden yang baru, sedang membuat perbandingan antara Jokowi-JK dan SBY-Boediono, sedang mengukur siapa yang lebih baik, sedang menggantungkan harapan bahwa kepemimpinan presiden kali ini lebih baik dari presiden yang lalu. saya tidak ingin lupa bahwa janji-janji Jokowi-JK sangat mulia sehingga menarik simpati masyarakat. Lima tahun akan kita jalani dengan kepemimpinan yang baru, dan dalam kurun waktu lima tahun saya pasti sudah selesai kuliah.Hanya satu harapan saya  pada presiden dan wakil presiden yang baru, semoga lapangan pekerjaan di Indonesia bisa tersedia sesuai dengan jumlah tenaga kerja. sehingga tidak ada lagi pengangguran dan keterpaksaan untuk menjadi TKI, sehingga nanti, beberapa tahun kemudian setelah kepemipinan Jokowi-JK berjalan dan saya membaca ulang tulisan ini, saya bukan lagi seorang Claudia Liberani yang pengangguran. Saya akan mendapatkan pekerjaan karena lapangan pekerjaan terbuka dengan luasnya, mampu menampung sarjana-sarjana yang ada di negara Ini. Saya berharap keadaan negara kita lebih baik di tangan Jokowi-JK. Kesejahteraan kalangan bawah dapat meningkat karena pemimpinnya memang orang yang peduli pada nasib rakyat bawah. Tidak ada kesenjangan sosial lagi karena perekonomian di negara kita sudah membaik. Semoga demikian. Selamat bekerja Jokowi-JK.
This entry was posted in

Wednesday, August 27, 2014

Guardians of the galaxy

Film yang disutradarai oleh James Gunn ini menceritakan tentang usaha Peter Quill yang diperankan oleh Chris  Pratt dan empat temannya yang awalnya merupakan orang-orang yang ingin membunuhnya karena mereka sama-sama ingin mendapatkan mustika ajaib melindungi planet yang mereka tinggali. Mustika  ajaib ini jika jatuh ke tangan orang yang salah akan menyebabkan planet yang mereka tinggali hancur karena disalah gunakan. Film ini menarik untuk ditonton bersama pacar. Hehe. Tapi aku sendiri menontonnya berdua bersama teman spesialku, Teh Erfy. Kami sangat menikmati film ini. Film yang dikemas dengan menarik. Dengan soundtrack yang enak didengar. Ini bukan sebuah resensi film jadi aku tidak akan berbicara banyak mengenai cerita di film ini, kalau penasaran silahkan menonton. Hehe. pesan moral yang ku tangkap dari film ini adalah tentang kesetiakawanan, kepercayaan dan tanggungjawab. Aku sempat terharu ketika Groot si manusia pohon yang tidak bisa berbicara banyak selain "I am Groot " mengorbankan ranting-rantingnya terbakar untuk melindungi Quill dan teman-temannya ketika kapal Ronan si penjahat terbakar. Groot hangus dan mati melindungi teman-temannya. Btw Groot diperankan oleh Vin Diesel. Okay silahkan menonton sendiri filmnya, karena ini film menarik. Seperti biasa film film Marvel memang selalu luar biasa apalagi untuk film ini yang menjadi distributornya adalah Disney.
This entry was posted in

Tuesday, August 12, 2014

Home..

.... Kita merasa hidup tidak di tempat kita tinggal tapi di tempat kita dicintai...

Di sinilah aku sekarang, di tempatku menemukan cinta tanpa batas, di rumah. Berkumpul bersama keluarga yang selalu membuatku merasa tenang. Aku ingin terus begini, bahagia seperti ini. Aku ingin tetap merasa baik-baik saja seperti ini,tetap merasa semuanya bisa dilalui sekalipun masalah lebih besar menghadang. Di rumah kudapati kedamaian.

Libur kali ini aku kembali ke rumah, rasanya menyenangkan,seperti biasa memang selalu menyenangkan. Aku sangat rindu mereka, keluarga dan tumpukan buku-buku lama ku, ah mereka sudah berputar-putar di kepalaku sejak perjalanan dari pontianak menuju putussibau. Berkumpul bersama mereka adalah hal yang sangat ku syukuri, terimakasih Tuhan karena sampai saat ini kami masih sehat dan bisa bersama. Meskipun semuanya tak lagi sama sekarang.

Mei setahun yang lalu adik-adik sepupuku masih kecil dan menggemaskan. Sirila masih berambut pendek saat itu, giginya juga masih baik-baik saja. Hahaha. Sekarang rambutnya sudah panjang dan giginya tumbuh berlapis-lapis, sangat dianjurkan untuk mengenakan behel. Sirilus juga belum berjerawat saat kami merayakan ulang tahun bersama, dia masih sangat imut-imut, waktu itu suaranya masih suara anak laki-laki, sekarang suaranya sudah berubah dan dia selalu menyamakannya dengan suara Al Ghazli, did you know ? Yes, Ahmad Dhani's son. Tapi dia tetap sama, masih seorang pecinta hewan dan piaraannya bertambah banyak. Ikan-ikannya sudah berkembang biak sekarang. Memey juga sudah besar, rambutnya dikeriting gantung dan dia bertambah centil, dia sangat suka mengenakan blush on padahal usianya baru 7 tahun, semoga dia tidak berjerawat saat dewasa nanti. Oh iya sekarang dia mempunyai adik, namanya Clarissa. Dia adik kecil kami, cucu kakek yang paling bungsu. Dan libur kali ini tambah istimewa karena aku bisa mengasuh adik kecil. He he

Friday, August 01, 2014

Dermagamu.

Akulah dermaga tempatmu akan kembali suatu saat nanti. Aku menunggumu di sini, masih menunggumu  meski kau tak kunjung kembali. Aku akan tetap di sini, berada di sini hanya untuk mendapati kau, kapal miliknya yang pernah berlabuh di sini untuk datang.
Aku mungkin tak sekokoh yang dulu, terlalu banyak hujan dan panas akhir-akhir ini. Tapi percayalah aku masih kuat untuk mencengkeram tongkang-tongkang besi itu. Aku masih luas untuk tempatmu terlentang, menangis, berteriak, marah. Aku masih sama, selalu memeluk laramu, menghapus pedihmu. Karena akulah dermagamu. Aku masih sama, kau pasti bisa merasakannya. Kau pasti bisa merasakan betapa sunyinya aku, dermagamu. Kau pasti bisa merasakan sakitnya terabaikan dan terlupakan, pasti bisa karena itulah kau saat pertama datang padaku. Kau pernah terluka karena terlalu laju berlayar dan sekarang aku merasakan luka karena terlalu jauh terpisah. Terpisah darimu, dari dirimu yang menjadi kepunyaannya tapi pernah singgah padaku sekedar untuk beristirahat. 
Dan sekarang aku sadar, kita adalah sebuah kebetulan yang kita percayai sebagai kebetulan yang indah. Karena itulah aku masih tetap setia menjadi dermagamu, tetap kokoh di tepian pantai untuk menunggumu kembali, mungkin kau tak berlabuh lagi padaku, tapi aku tahu, suatu saat kau akan kembali. Mungkin hanya untuk beristirahat lagi. atau kebetulan baiknya lagi kau akan berhenti. meskipun berhenti karena lelah, bukan karena merindukanku, tak mengapa karena aku ini lah dermagamu. Datanglah, pulanglah, aku masih di sini

.
Akulah dermagamu, tempatmu kembali suatu saat nanti. pulanglah, kembalilah, aku masih di sini.

This entry was posted in

Wednesday, July 30, 2014

Untuk orang-orang kerampak dan kepala batu lainnya.



Hari ini aku dan keponakanku Annabel pergi ke toko aksesoris. Dan ada kejadian yang tidak mengenakkan terjadi sesudah kami membayar belanjaan, kejadian buruk yang disebabakan oleh sifat tidak suka mengalahku. Sebenarnya aku merasa baik-baik saja sih tapi penjaga kasir di depan kami nampaknya tidak. Kejadiannya singkat sekali, untuk membuat tulisan ini panjang aku akan menceritakan kejadian dari pertama kami datang memasuki toko itu. hahaha begini.
Aku dan Annabel masuk ke toko itu dan langsung berpencar. Annabel menuju rak bagian boneka dan aku menuju rak bagian bando. Beberapa puluh menit berlalu setelah mendapat barang yang kami inginkan kami menuju kasir dan belanjaan kami dibayar, setelah selelsai dibayar dan mbak penjaga kasir mengemas belanjaan kami Annabel melihat bandoku dan menginginkannya. Tentu saja tidak bisa, itu bando spesial yang akan aku kenakan saat berfoto bersama Vicqe dan Shaqe, dan bando itu tidak tersedia dalam jumlah banyak itu yang terakhir dan sekarang sudah habis. Dia ngotot memintanya dan aku ngotot mempertahankannya, dia meradang di sana dan aku membiarkannya, aku tetap kekeuh mempertahankan bando itu. Seharusnya aku memang mengalah, sebaiknya begitu. Tapi aah sebagian orang tidak mudah mengalah dan salah satunya aku. Aku tidak mengalah sama sekali tadi, dan itu sedikit memalukan karena aku bertengkar dengan anak yang berusia 6 tahun sedangkan usiaku 18 tahun. Rentang usia yang sangat jauh dan membuatku jadi tidak keren karena bertengkar dengan anak kecil hanya karena memperebutkan bando. Aku tahu aku memang menyebalkan, terlihat dari pandangan aneh penjaga toko yang berdiri di depan pintu keluar dan tatapan kasihan dari mbak penjaga kasir untuk Annabel, kasihan dia memiliki tante sepertiku. Ah aku memang agak keterlaluan hari ini, harusnya tidak perlu seegois itu tapi ntahlah sifat buruk ini sudah melekat erat dengan kepribadianku.
Aku sangat sadar dengan sifat burukku ini, sifat tidak mudah mengalah yang membuat beberapa orang menjaga jarak denganku. Aku memang jarang mengalah, bahkan tidak suka mengalah, termasuk ketika beradu pendapat. Karena itulah aku mendapat sebutan si kerampak sewaktu masih kecil, kemudian sebutan kepala batu oleh ayah sampai sekarang. Aku pernah mendengar cerita seorang ibu tentang keponakannya yang tidak suka mengalah, dia menceritakan segala tingkah laku keponakannya yang disebutnya tindakan tidak suka mengalah dan aku respon biasa saja karena memang biasa bagiku, karena aku hampir sama dengan keponakannya. Dia mengatakan betapa menjengkelkannya orang-orang yang tidak suka mengalah, dia mengatakan bahwa orang-orang seperti itu (kami) lebih cocok tinggal di hutan, menmyendiri. Bahkan aku punya sepupu (bagian mama) yang dikenal sangat kerampak dan tidak suka mengalah, dan aku seperti melihat pantulan diriku saat melihatnya, kami memiliki kesamaan. Sama-sama tidak suka mengalah.
Sikap tidak suka mengalah memang tidak menguntungkan sama sekali, aku sangat menyadari ini. karena itu sampai saat ini aku masih berupaya mengubah sifat buruk ini. Tapi biarkan aku menulis sesuatu tentang sifat buruk ini, mungkin tidak bisa dimengerti oleh orang-orang bijak dan suka mengalah, tapi biarkan aku menuliskannya di sini. Menurutku sifat tidak suka mengalah dipengaruhi oleh keadaan lingkungan keluarga, ya ini pasti benar karena pembentukan karakter dominan ditentukan oleh keluarga. Aku adalah anak bungsu dari dua bersaudara dan sejak kecil aku jarang sama-sama dengan kakakku. Aku tumbuh dan berkembang di lingkungan keluarga yang penyabar, semua keinginanku hampir selalu dipenuhi dan setiap melakukan kesalahan aku sangat jarang menerima hukuman. Aku juga jarang berbagi karena aku adalah anggota keluarga yang paling muda tanpa ada anggota lain yang seumuran denganku. Ini membuat posisiku di dalam keluarga sangat spesial dan istimewa, aku selalu mendapat perlakuan khusus dari Anggota keluarga yang lain karena aku yang paling kecil saat itu. ini berlangsung terus menerus sampai aku besar, selalu mendapat apa yang diinginkan menjadi kebiasaanku, dan tidak suka mengalah menjadi salah satu sifatku. Ini sangat amat tidak baik, aku tahu dan aku sedang memeperbaikinya saat ini. sifat tidak suka mengalahku kadang membuat hubunganku dengan orang di sekelilingku tidak harmonis. Jadi jika kalian mempunyai adik kecil atau keponakan kecil, jangan tanamkan kebiasaan-kebiasaan seperti ini kepada mereka, mungkin tujuannya baik, ingin membuat mereka senang. Tapi ketika kebiasaan itu sudah tertanam kuat itu akan menjadi karakter dalam pribadinya, dan semua orang harus tahu bahwa karakter merupakan tuan dalam pribadi tiap-tiap manusia. Jika seseorang mempunyai karakter yang baik maka kepribadiannya pasti baik pula dan sebaliknya. Karena itu jangan terbiasa menuruti keinginan-keinginan mereka jika itu tidak terlalu penting, jangan terlalu menampakkan perlakuan yang mengistimewakan mereka. Mereka jelas istimewa tapi tidak usah berlebihan, dan biasakan mereka untuk berbagi sejak kecil. Dengan begitu mereka akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang bisa bergaul dengan baik di lingkungannya.
Setelah pertengkaran dengan Annabel hari ini aku mulai berniat keras untuk berubah setidaknya lain kali aku harus bisa mengalah untuk anak kecil apalagi dia keponakanku sendiri. Ah mengubah karakter buruk menjadi karakter baik itu sulit sekali, berbeda jauh saat kita meninggalkan kebiasaan baik untuk memulai kebiasaan buruk. Aku berharap orang-orang kerampak dan kepala batu lainnya punya niat untuk memperbaiki diri setelah membaca ini.
Nah ini Annabel, tadi marahannya sebentar doang kok. Malamnya udah baikan tidurnya aja dekat te rani. hihih

This entry was posted in